Jumat, 30 Desember 2016

PENDIDIKAN SAJA BELUMLAH CUKUP

لا تؤدبوا أولادكم بأخلاقكم ، لأنهم خلقوا لزمان غير زمانكم

Mengandalkan pendidikan saja tidak cukup. Dunia ini penuh dengan orang-orang yang terdidik, tapi sebagian besar dari mereka masih harus berjuang keras mencapai cita-cita.

Ada elemen lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu pengalaman, determinasi, kegigihan, sikap pantang menyerah, kegagalan, kekecewaan, kerjasama, dan monitoring. Bila semua elemen ini digabungkan, akan tercipta sebuah pribadi yang menakjubkan, dengan kecakapan jenius.

Sudahkah anda menyempurnakan Pendidikan anda ?

Thomas Alva Edison hanya sekolah selama tiga bulan. Dia dianggap "terlalu bodoh" untuk pelajaran oleh gurunya. Akhirnya dipulangkan, tapi Edison memperoleh dorongan dan semangat dari ibunya agar belajar sendiri. Dia pun menghabiskan banyak waktunya dengan membaca buku buku di perpustakaan, khususnya buku-buku ilmiah.
Ketika Edison berumur 10 tahun, dia membuat laboratorium kimia miliknya sendiri di lantai dasar rumahnya.
Ketika Edison berumur 12 tahun dia bekerja sebagai penjual koran. Pedagang asongan adalah karir berikutnya. Edison menjual koran, permen, buku dan makanan ringan kepada para penumpang kereta api.
Ketika berumur 15 tahun, Edison membeli perusahaan cetakan yang terletak di dekat Stasiun Kereta Api. Keberuntungan datang setelah Edison menyelamatkan anak kepala stasiun kereta api. Untuk menunjukkan rasa terima kasih, kepala stasiun mengajarkan ilmu telegrafi pada Edison.

Pada usia 17 tahun dia menjadi operator telegraf yang paling handal. Edison terus menghabiskan uang dan waktunya untuk mengembangkan dirinya. Sebagai hasilnya  ia memperoleh gelar kesarjanaan yang sama dengan sarjana-sarjana lain dari beberapa universitas.

Walaupun Edison hanya mengikuti pendidikan formal selama 3 bulan, tapi Edison sadar akan kelemahannya, dia menggunakan pikirannya sebagai kelebihan.

Edison termasuk dalam kelompok 61 orang berbakat, yang didalamnya bergabung ahli kimia, insinyur, perancang model, ilmuwan, ahli matematika, dan ahli mekanik yang terampil. Selama masa hidupnya, Edison telah menyumbangkan lebih dari 1.100 penemuan. Salah satu penemuannya adalah bola lampu pijar. Edison hanya berhasil setelah dia mengalami 10.000 kegagalan

Jika kita mengandalkan pendidikan saja, maka kita tidak akan pernah sukses secara maksimal, meskipun Pendidikan berguna bagi kita semua. Thomas Alva Edison sukses karena dia kreatif, dan mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk mempelajari hal-hal baru. Dia memiliki pikiran jenius dengan bergabung dengan ilmuwan-ilmuwan yang sangat ahli untuk menutupi kekurangan yang dimilikinya. Edison juga sangat gigih dalam mengerjakan apapun. 

Ketika Edison mengalami 10.000 kegagalan dalam menemukan lampu pijar, dia tidak menganggap kegagalannya sebagai kegagalan. Menurut Edison, dia telah menemukan 10.000 alasan mengapa lampu bola lampu tersebut tidak menyala.

#TheLadderOfSuccess
Walter M. Germain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar