Yg Punya Vertigo/Sakit Kepala boleh dicoba nih...
MENGOBATI VERTIGO
CUKUP dgn LUBANG HIDUNG
๐ Kita memiliki hidung berlubang di sebelah kiri dan kanan, apakah fungsinya sama?
๐ Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bedanya; sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan yg kiri mewakili bulan (mengeluarkan dingin).
๐ปJika SAKIT KEPALA, cobalah MENUTUP Lubang hidung sebelah KANAN, bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, sakit kepala akan sembuh.
๐ปJika merasa LELAH, lakukan sebaliknya. Tutup lubang hidung sebelah KIRI dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Tak lama kemudian, Anda akan merasakan segar kembali.
๐ปPerempuan bernafas lebih dgn hidung sebelah kiri, sehingga hatinya gampang sekali dingin. Laki-laki bernafas lebih dg hidung sebelah kanan, sehingga gampang sekali marah.
๐ปApakah Anda memperhatikan pada saat bangun, lubang hidung mana yg bernafas lebih cepat? Sebelah kiri atau kanan?
๐ปJika lubang hidung kiri bernafas lebih cepat, Anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, Anda akan merasa segar kembali dengan cepat.
๐ปCara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih baik diterapkan kepada orang dewasa.
๐ปPada suatu malam, saya duduk menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafas dengan lubang hidung sebelah kiri. Dalam kurang dari satu minggu, sakit kepala saya sembuh. Saya teruskan melakukannya selama 1 bulan, sejak malam itu sampai sekarang, sakit kepala saya tidak kambuh lagi.
๐ปLuar biasa, sungguh sempurnanya pengaturan ciptaan Allรขh.
Silakan di-share untuk Teman, Sahabat, Keluarga, dll. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Sumber :
Thibbun Nabawi oleh Imam Ibnul Qoyyim
InsyaAllaah BERMANFAAT
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
PUPUK GANDASIL UNTUK ANGGREK
Pupuk Gandasil D (warna hijau) dan pupuk Gandasil B (warna merah).
Untuk aplikasi pupuk Gandasil D dengan kemasan hijau diperuntukkan untuk anggrek pada masa pertumbuhan / vegetatif, yaitu anggrek sampai usia remaja dewasa, atau bisa juga di aplikasi kan untuk anggrek dewasa pasca berbunga. Kenapa anggrek pasca bunga tidak diberikan pupuk untuk bunga? Karena anggrek pasca berbunga membutuhkan recovery stamina dan nutrisi untuk kembali berbunga.
Sedangkan aplikasi pupuk Gandasil B dengan kemasan warna merah diperuntukkan untuk anggrek pada masa generatif atau untuk anggrek dewasa siap bunga.
Untuk takaran / dosis pupuk Gandasil D maupun Gandasil B yang digunakan, gunakan alat ukur sendok makan yang cekung bukan yang nyaris rata (bukan sendok teh), ini dikarenakan tidak setiap rumah mempunyai alat ukur dan alat timbang yang presisi. Diasumsikan satu sendok makan rata berada pada 5- 6 gram.
Biasanya digunakan 3 sendok makan rata NPK ditambah satu sendok makan sabun cair, dan vitamin B1 merk IPI sebanyak 3 butir untuk 9 liter. Masih toleran sampai 12 butir untuk 9 liter air. vitamin B 1 merk IPI bisa dibeli di apotik terdekat. Penggunaan sabun cair dimaksudkan untuk menambah daya rekat pupuk menempel pada tanaman anggrek. Untuk satu liter air kurang lebih 2 gram pupuk. Diaduk rata sampai yakin tidak ada butiran pupuk yang mengendap. Pengadukan yang tidak merata, selain fungsi pupuk tidak efektif, bisa juga menyebabkan endapan tersebut menempel pada batang, akar, daun, dan akan menyebabkan anggrek menguning.
Pemberian pupuk NPK kemasan tadi sekaligus dengan pestisida alias fungisida/insektisida (jangan ditiru), dengan dosis yang sama. Durasi pemupukan dilakukan satu minggu satu kali.
Saat musim hujan pemberian fungisida dan pestisida (digunakan merk Dithane dan Antracol secara bergantian), Vitamin B1 tanpa NPK ditingkatkan menjadi 2 kali dalam seminggu, Musim penghujan biasanya kondisi anggrek lebih rentan terkena fungi dan biasanya serangga makin sering mendatangi tanaman anggrek (siput, belalang, laba-laba merah, kumbang, dan lain-lainnya). Pada musim hujan ini tidak digunakan NPK karena hujan bisa membentuk peningkatan unsur makro dan mikro melalui proses kelembaban dalam media tanam.
MEMBACA AL QUR'AN MENINGKATKAN KECERDASAN
TERNYATA MEMBACA AL-QUR'AN SETELAH MAGHRIB & SUBUH DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN OTAK SAMPAI 80%, TOLONG DI SHARE YA SOBAT
Media Informasi Islam - Inilah kedahsyatan dan manfaat dibalik doa dan membaca al-qur'an setelah maghrib dan subuh subhanallah semoga setelah membaca artikel ini kita bisa meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Aamiin, Tahukah Anda? Ternyata Membaca Al-Qur'an Sesudah Maghrib & Subuh Itu Manfaatnya Luar Umum, Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat tingkatkan kecerdasan otak hingga 80 %. Hal ini karena disana ada perubahan dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari.
Diluar itu, ada tiga kesibukan sekaligus, yaitu membaca, melihat dan mendengar. Ada banyak hal yang dapat mengakibatkan seseorang itu kuat ingatan atau hafalannya, salah satunya :
Menyedikitkan makan
Membiasakan melakukan beribadah shalat malam
Dan membaca Al-Qur’an sambil saksikan pada mushaf
Tidak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan pada daya ingat manusia, dan juga berikan ketenangan pada seseorang kecuali membaca dengan Kitab Suci Al-Qur’an. Diluar itu, membaca Al-Qur’an juga menghadirkan pahala dari Allah SWT.
Dokter ahli jiwa, Dr. Al Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat (AS) sukses menunjukkan bila hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, jadi seorang Muslim itu, baik mereka yang dapat berbahasa Arab maupun bukan, bisa rasakan perubahan sebagaimana berikut :
Fisiologis yang begitu besar Penurunan depresi, kesedihan Mencegah berbagai jenis penyakit yaitu pengaruh umum yg dirasa beberapa orang yang menjadi objek penelitiannya
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit pada aliran listrik.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bila membaca Al-Qur’an punya pengaruh besar hingga 97 % dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Dalam laporan sebuah penelitian yang di sampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984 dijelaskan, Al-Qur’an dapat dibuktikan bisa menghadirkan ketenangan hingga 97 % buat mereka yang mndengarkannya. Masya Allah…
Untuk itu, mari saat ini kita mulai menyempatkan diri kita sebagian menit dari 24 jam di hari kita, yang didapatkan oleh Allah SWT untuk membaca, merenungi, mentadaburi dan mengerti isi yang ada didalam Kitab Suci Al-Qur’an.
Semoga Bermanfaat..dan niat kita Amalkan dan sampaikan kepada saudara kita ya biar sampai ke Akhaerat !
Aamiin YRA...
AKIBAT MEMBACA ALQURAN TERUS MENERUS
Berkata Abdul Malik bin Umair:
"Satu-satunya Manusia yang Tidak Tua (awet muda) dan tidak pelupa adalah orang yang selalu membaca Al-Quran".
"Manusia yang Paling Jernih Akalnya adalah para pembaca Al-Quran".
Berkata Al-imam Qurtubi :
"Barang siapa yang membaca Al-Quran, maka Allah akan menjadikan Ingatannya Segar meskipun Umurnya telah mencapai 100 tahun".
Imam Besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim Rahimahullah.
"Perbanyaklah membaca Al-Quran jangan pernah kau Tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu Inginkan akan dlMudahkan Setara dengan yang kamu baca".
Berkata Ibnu Solah :
"Bahawasannya para Malaikat Tidak Diberi Keutama'an untuk membaca Al-Quran, maka oleh kerana itu para Malaikat Bersemangat untuk selalu Mendengar saja dari Bacaan Manusia".
Berkata Abu Zanad :
"Di tengah malam, aku keluar menuju Masjid Rasulullah SAW. sungguh tidak ada satu Rumahpun yang aku lewati melainkan padanya ada yang Membaca Al-Quran".
Berkata sebagian ahli tafsir :
"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-Quran maka kita akan Dibanjiri oleh sejuta Keberkahan dan Kebaikan di dunia".
"Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca Al-Quran dan mengamalkan kandungannya".
Bila anda Cinta pada Al-Quran maka sebarkanlah. Demi Allah, sekian banyak orang yang membaca Al-Quran maka pahala akan mengalir pada anda.
JADIKAN ALQURAN TEMAN DI DUNIA DAN PENOLONG DI AKHERAT
Aamiin yaa robbal alaamiin.
Media Informasi Islam - Inilah kedahsyatan dan manfaat dibalik doa dan membaca al-qur'an setelah maghrib dan subuh subhanallah semoga setelah membaca artikel ini kita bisa meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Aamiin, Tahukah Anda? Ternyata Membaca Al-Qur'an Sesudah Maghrib & Subuh Itu Manfaatnya Luar Umum, Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat tingkatkan kecerdasan otak hingga 80 %. Hal ini karena disana ada perubahan dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari.
Diluar itu, ada tiga kesibukan sekaligus, yaitu membaca, melihat dan mendengar. Ada banyak hal yang dapat mengakibatkan seseorang itu kuat ingatan atau hafalannya, salah satunya :
Menyedikitkan makan
Membiasakan melakukan beribadah shalat malam
Dan membaca Al-Qur’an sambil saksikan pada mushaf
Tidak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan pada daya ingat manusia, dan juga berikan ketenangan pada seseorang kecuali membaca dengan Kitab Suci Al-Qur’an. Diluar itu, membaca Al-Qur’an juga menghadirkan pahala dari Allah SWT.
Dokter ahli jiwa, Dr. Al Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat (AS) sukses menunjukkan bila hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, jadi seorang Muslim itu, baik mereka yang dapat berbahasa Arab maupun bukan, bisa rasakan perubahan sebagaimana berikut :
Fisiologis yang begitu besar Penurunan depresi, kesedihan Mencegah berbagai jenis penyakit yaitu pengaruh umum yg dirasa beberapa orang yang menjadi objek penelitiannya
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit pada aliran listrik.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bila membaca Al-Qur’an punya pengaruh besar hingga 97 % dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Dalam laporan sebuah penelitian yang di sampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984 dijelaskan, Al-Qur’an dapat dibuktikan bisa menghadirkan ketenangan hingga 97 % buat mereka yang mndengarkannya. Masya Allah…
Untuk itu, mari saat ini kita mulai menyempatkan diri kita sebagian menit dari 24 jam di hari kita, yang didapatkan oleh Allah SWT untuk membaca, merenungi, mentadaburi dan mengerti isi yang ada didalam Kitab Suci Al-Qur’an.
Semoga Bermanfaat..dan niat kita Amalkan dan sampaikan kepada saudara kita ya biar sampai ke Akhaerat !
Aamiin YRA...
AKIBAT MEMBACA ALQURAN TERUS MENERUS
Berkata Abdul Malik bin Umair:
"Satu-satunya Manusia yang Tidak Tua (awet muda) dan tidak pelupa adalah orang yang selalu membaca Al-Quran".
"Manusia yang Paling Jernih Akalnya adalah para pembaca Al-Quran".
Berkata Al-imam Qurtubi :
"Barang siapa yang membaca Al-Quran, maka Allah akan menjadikan Ingatannya Segar meskipun Umurnya telah mencapai 100 tahun".
Imam Besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim Rahimahullah.
"Perbanyaklah membaca Al-Quran jangan pernah kau Tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu Inginkan akan dlMudahkan Setara dengan yang kamu baca".
Berkata Ibnu Solah :
"Bahawasannya para Malaikat Tidak Diberi Keutama'an untuk membaca Al-Quran, maka oleh kerana itu para Malaikat Bersemangat untuk selalu Mendengar saja dari Bacaan Manusia".
Berkata Abu Zanad :
"Di tengah malam, aku keluar menuju Masjid Rasulullah SAW. sungguh tidak ada satu Rumahpun yang aku lewati melainkan padanya ada yang Membaca Al-Quran".
Berkata sebagian ahli tafsir :
"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-Quran maka kita akan Dibanjiri oleh sejuta Keberkahan dan Kebaikan di dunia".
"Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca Al-Quran dan mengamalkan kandungannya".
Bila anda Cinta pada Al-Quran maka sebarkanlah. Demi Allah, sekian banyak orang yang membaca Al-Quran maka pahala akan mengalir pada anda.
JADIKAN ALQURAN TEMAN DI DUNIA DAN PENOLONG DI AKHERAT
Aamiin yaa robbal alaamiin.
Jumat, 19 Oktober 2018
Mutiara Habib Umar Bin Hafidz
"Sebagaimana engkau membersihkan wajahmu agar indah dipandang orang, maka bersihkan pula hatimu agar indah dipandang Allah."
- Habib Umar bin Hafidz
"Semua persahabatan yang terbina di muka bumi ini akan menjadi permusuhan di hari akhirat kecuali persahabatan yang dibina dengan ketaqwaan."
- Habib Umar bin Hafidz
“Syukuri apa yang kau miliki. Jangan iri dengan apa yang orang lain miliki, maka Allah SWT akan memberimu apa yang belum kau miliki.”
- Habib Umar bin Hafidz
"Ada manusia yang amalnya seperti gunung di dunia namun di akhirat umpama debu yang berterbangan."
- Habib Umar bin Hafidz
"Menjaga perasaan seorang muslim adalah ibadah. Menyakiti hati seorang muslim dosanya lebih besar dari menghancurkan ka'bah. Siapa saja yang membuat senang hati seorang muslim, maka Allah akan membuatnya senang kelak di hari akhir."
- Habib Umar bin Hafidz
"Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya."
- Habib Umar bin Hafidz
“Bila aku kecewa pada mereka yang banyak menyakitiku, aku teringat pada Rasulullah yang senantiasa memaafkan semua orang yang menyakiti beliau. Shallallahu alaihi wa sallam.”
- Habib Umar bin Hafidz
"Suatu saat kau akan dapati sesuatu yang kau pinta dari Allah sejak lama, mungkin sejak masa kecilmu yang bahkan kau sudah lupakan itu, tapi Allah tak akan melupakannya."
- Habib Umar bin Hafidz
"Jika kaulihat seseorang jauh dari Tuhannya, jangan kauejek dia. Allah lebih dekat kepada pendosa ketimbang orang-orang yang sombong."
- Habib Umar bin Hafidz
"Jika kamu ingin untuk berada dekat dengan Nabi Muhammad, maka kamu perlu untuk bangun malam dan melaksanakan Tahajjud."
- Habib Umar bin Hafidz
“Bila aku merasa harus membalas kejahatan orang terhadapku, aku teringat Rasulullah ketika beliau dilempari batu, dipukul, dan diusir dari Thoif, maka beliau hanya berdoa kebaikan dan hidayah untuk seluruh kampung tersebut, shalallahu alaihi wa sallam.”
- Habib Umar bin Hafidz
"Ramai wanita yang meniru wanita-wanita di TV, sehinggakan mereka tidak kenal lagi siapa Sayyidatina Fatimah Binti Rasulullah SAW."
- Habib Umar bin Hafidz
"Sungguh celaka la orang orang yang tidak melihat wajahnya Nabi Muhammad di akhirat kelak,iaitu orang orang yang mengagungkan para pemain bola sepak dan para artis lebih dari mengagungkan Rasulullah Saw dan para sahabat r.a."
- Habib Umar bin Hafidz
"Layanlah orang tuamu seperti Raja, maka rezekimu juga akan menjadi seperti Raja."
- Habib Umar bin Hafidz
"Jika jernih keadaan seorang mukmin, maka dia tak akan sabar untuk zikir kepada Allah."
- Habib Umar bin Hafidz
"Orang yang selalu mempunyai hubungan dengan Allah , maka Allah akan penuhi hatinya dengan rahmat dan ketenangan di setiap waktu."
- Habib Umar bin Hafidz
"Didiklah mata hati supaya jangan memandang hina pada orang lain walaupun dengan ahli maksiat."
- Habib Umar bin Hafidz
"Seandainya Allah perlihatkan pahala kesabaran, pasti ramai manusia yang berlumba lumba mendekati ujian."
- Habib Umar bin Hafidz
"Jangan sibuk dengan hal orang lain. Jaga lah hati kamu. Biarkan hati kamu senantiasa bersujud kepada Allah."
- Habib Umar bin Hafidz
"Wahai kamu semua yang mengharapkan pandangan daripada Allah, berselawatlah kepada Rasulullah Saw."
- Habib Umar bin Hafidz
- Habib Umar bin Hafidz
"Semua persahabatan yang terbina di muka bumi ini akan menjadi permusuhan di hari akhirat kecuali persahabatan yang dibina dengan ketaqwaan."
- Habib Umar bin Hafidz
“Syukuri apa yang kau miliki. Jangan iri dengan apa yang orang lain miliki, maka Allah SWT akan memberimu apa yang belum kau miliki.”
- Habib Umar bin Hafidz
"Ada manusia yang amalnya seperti gunung di dunia namun di akhirat umpama debu yang berterbangan."
- Habib Umar bin Hafidz
"Menjaga perasaan seorang muslim adalah ibadah. Menyakiti hati seorang muslim dosanya lebih besar dari menghancurkan ka'bah. Siapa saja yang membuat senang hati seorang muslim, maka Allah akan membuatnya senang kelak di hari akhir."
- Habib Umar bin Hafidz
"Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya."
- Habib Umar bin Hafidz
“Bila aku kecewa pada mereka yang banyak menyakitiku, aku teringat pada Rasulullah yang senantiasa memaafkan semua orang yang menyakiti beliau. Shallallahu alaihi wa sallam.”
- Habib Umar bin Hafidz
"Suatu saat kau akan dapati sesuatu yang kau pinta dari Allah sejak lama, mungkin sejak masa kecilmu yang bahkan kau sudah lupakan itu, tapi Allah tak akan melupakannya."
- Habib Umar bin Hafidz
"Jika kaulihat seseorang jauh dari Tuhannya, jangan kauejek dia. Allah lebih dekat kepada pendosa ketimbang orang-orang yang sombong."
- Habib Umar bin Hafidz
"Jika kamu ingin untuk berada dekat dengan Nabi Muhammad, maka kamu perlu untuk bangun malam dan melaksanakan Tahajjud."
- Habib Umar bin Hafidz
“Bila aku merasa harus membalas kejahatan orang terhadapku, aku teringat Rasulullah ketika beliau dilempari batu, dipukul, dan diusir dari Thoif, maka beliau hanya berdoa kebaikan dan hidayah untuk seluruh kampung tersebut, shalallahu alaihi wa sallam.”
- Habib Umar bin Hafidz
"Ramai wanita yang meniru wanita-wanita di TV, sehinggakan mereka tidak kenal lagi siapa Sayyidatina Fatimah Binti Rasulullah SAW."
- Habib Umar bin Hafidz
"Sungguh celaka la orang orang yang tidak melihat wajahnya Nabi Muhammad di akhirat kelak,iaitu orang orang yang mengagungkan para pemain bola sepak dan para artis lebih dari mengagungkan Rasulullah Saw dan para sahabat r.a."
- Habib Umar bin Hafidz
"Layanlah orang tuamu seperti Raja, maka rezekimu juga akan menjadi seperti Raja."
- Habib Umar bin Hafidz
"Jika jernih keadaan seorang mukmin, maka dia tak akan sabar untuk zikir kepada Allah."
- Habib Umar bin Hafidz
"Orang yang selalu mempunyai hubungan dengan Allah , maka Allah akan penuhi hatinya dengan rahmat dan ketenangan di setiap waktu."
- Habib Umar bin Hafidz
"Didiklah mata hati supaya jangan memandang hina pada orang lain walaupun dengan ahli maksiat."
- Habib Umar bin Hafidz
"Seandainya Allah perlihatkan pahala kesabaran, pasti ramai manusia yang berlumba lumba mendekati ujian."
- Habib Umar bin Hafidz
"Jangan sibuk dengan hal orang lain. Jaga lah hati kamu. Biarkan hati kamu senantiasa bersujud kepada Allah."
- Habib Umar bin Hafidz
"Wahai kamu semua yang mengharapkan pandangan daripada Allah, berselawatlah kepada Rasulullah Saw."
- Habib Umar bin Hafidz
Minggu, 14 Oktober 2018
Doa Keluar Rumah
ุจุณู
ุงููู ุขู
ูุช ุจุงููู، ุจุณู
ุงููู ุชูุฌูุช ููู، ุจุณู
ุงููู ุงุนุชุตู
ุช ุจุงููู، ุจุณู
ุงููู ุชูููุช ุนูู ุงููู،ููุงุญูู ููุง ููุฉ ุงูุง ุจุงููู ุงูุนูู ุงูุนุธูู
Artinya :
Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah
Dengan nama Allah aku hadapkan diriku kepada Allah
Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah
Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan Tiada kekuatan melainkan atas izin Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung
Doa Sebelum Berangkat Haji
Sebelum berangkat, jamaah haji disunahkan untuk salat 2(dua) rokaat dengan ketentuan : rokaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah membaca surat Al Kafirun dan pada rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah membaca surat al-ikhlas kemudian salam membaca doa sebagai berikut:
Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepada ku untuk menunaikan manasik haji ku di rumahNya dan mengerjakan umrah di tempat lambang-lambang (Masya'ir) keagunganNya
Ya Allah berilah shalawat atas Nabi yang tak bisa baca dan tulis (Ummi) beserta keluarga dan para sahabatnya
Ya Allah bersamamu aku bertebaran, kepadaMu aku menghadap, dan denganMu aku berpegang teguh
Ya Allah engkau kepercayaanku dan harapanku, maka Ya Allah lindungi aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak aku perlukan
Ya Allah berkahilah aku dengan taqwa dan ampunilah dosaku serta hadapkanlah wajahku pada hal-hal yang baik, kemanapun aku menghadap.
ุงูุญู
ุฏ ููู ุงูุฐู ูุฏุงูู ุจุงูุงุณูุงู
ู ุงุฑุดุฏูู ุงูู ุงุฏุงุก ู
ูุงุณูู ุญุฌุง ุจุจูุชู ูู
ุคุชู
ุฑุง ุจู
ุดุงุนุฑู
Artinya :
ุงูููู
ุตูู ุนูู ุงููุจู ุงูุงู
ู ูุนูู ุงูู ูุงุตุญุงุจู ุงุฌู
ุนูู
ุงูููู
ุจู ุงูุชุดุฑุช ูุงููู ุชูุฌูุช ูุจู ุงุนุชุตู
ุช
ุงูููู
ุงูุช ุซูุชู ูุฑุฌุงุฆู ุงูููู
ุงูููู ู
ุง ุงูู
ูู ูู
ุง ูุง ุงูุชู
ูู
ุงูููู
ุฒูุฏูู ุงูุชููู ู ุงุบูุฑ ูู ุฐูุจู ู ูุฌููู ููุฎูุฑ ุงููู
ุง ุชูุฌูุช
Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepada ku untuk menunaikan manasik haji ku di rumahNya dan mengerjakan umrah di tempat lambang-lambang (Masya'ir) keagunganNya
Ya Allah berilah shalawat atas Nabi yang tak bisa baca dan tulis (Ummi) beserta keluarga dan para sahabatnya
Ya Allah bersamamu aku bertebaran, kepadaMu aku menghadap, dan denganMu aku berpegang teguh
Ya Allah engkau kepercayaanku dan harapanku, maka Ya Allah lindungi aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak aku perlukan
Ya Allah berkahilah aku dengan taqwa dan ampunilah dosaku serta hadapkanlah wajahku pada hal-hal yang baik, kemanapun aku menghadap.
Sabtu, 06 Oktober 2018
Tata Cara Sholat Tasbih
Tata cara pelaksanaannya seperti ini, dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad dalam video ceramahnya.
- Niat salat sunah tasbih: usholli sunnatat tasbih arba’a roka’atin lillahi ta’ala (sengaja aku salat sunah tasbih empat rakaat karena Allah Ta’ala)
- Takbir
- Ucapkan doa Iftitah
- Ucapkan Surah Alfatihah
- Ucapkan 1 surah Alquran
- Ucapkan tasbih subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar 15 kali
- I’tidal
- Ucapkan lagi tasbih yang sama 10 kali sebelum sujud
- Sujud sambil ucapkan lagi tasbih tadi 10 kali
- Duduk antara 2 sujud ucapkan lagi tasbihnya 10 kali
- Sujud lagi sambil mengucapkan lagi tasbih yang sama 10 kali
- Sebelum berdiri untuk rakaat kedua, ucapkan lagi tasbihnya 10 kali
- Lakukan seperti ini juga di rakaat kedua, ketiga dan keempat
- Diakhiri oleh salam
Jika dijumlah keseluruhan tasbihnya satu rakaat adalah 75 kali, empat rakaat sama dengan 300 kali tasbih.
Selasa, 02 Oktober 2018
Cara Paling Aman Menyelamatkan Diri dari Gempa Bumi
Oleh Doug Copp
Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana
dari American Rescue Team International (ARTI)
PENGALAMAN
Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun. Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985. Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.
PERCOBAAN
Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan". Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%. Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.
FAKTA
Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985. Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong. Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.
TEKNIK SEGITIGA KEHIDUPAN
Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan". Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.
AMATI
- Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui.
- Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.
- Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
- Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
- Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
- Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
- Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
- Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!
- Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
- Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.
- Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka.Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
- Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.
Sebarkan informasi ini dan selamatkan nyawa setiap orang Terima kasih Semoga bermanfaat
Artikel kiriman sdr Kangsa Sasmita (060509)
Jumat, 28 September 2018
Dzikir Setelah Shalat Jumat
Selepas mengikuti gerakan imam mulai dari takbiratul ihram hingga salam, jamaah tak dianjurkan langsung pergi begitu saja, kecuali bila ada urusan mendesak. Menurut Imam al-Ghazali dalamBidรขyatul Hidรขyah, selepas shalat, sebelum lisannya melontarkan apa pun, seseorang hendaknya merapalkan bacaan-bacaan berikut:
1. Surat al-Fatihah sebanyak tujuh kali
2. Surat al-Ikhlas sebanyak tujuh kali
3. Surat al-Falaq sebanyak tujuh kali
4. Surat an-Nas sebanyak sebanyak tujuh kali
Bacaan-bacaan tersebut, kata Imam al-Ghazali, akan menjadi benteng dan memelihara seseorang dari gangguan syaitan, mulai dari satu Jumat ke Jumat berikutnya. Selanjutnya baca doa berikut:
ุงََُّูููู
َّ َูุง ุบَُِّูู َูุง ุญَู
ِْูุฏُ َูุง ู
ُุจْุฏِุฆُ َูุง ู
ُุนِْูุฏُ َูุง ุฑَุญِْูู
ُ َูุง َูุฏُْูุฏُ ุฃَุบِِْْููู ุจِุญََูุงَِูู ุนَْู ุญَุฑَุงู
َِู َูุทَุงุนَุชَِู ุนَْู ู
َุนْุตَِูุชَِู َูุจَِูุถَِْูู ุนَู
َّْู ุณَِูุงَู
Allรขhumma yรข ghaniyyu yรข hamรฎd, yรข mubdi’u wa yu‘รฎd, yรข rahรฎmu yรข wadรปd. Aghninรฎ bi halรขlika ‘an harรขmik, wa thรข‘atika ‘an ma‘shiyatik, wa bi fadhlika ‘an man siwรขka.
Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Pencipta, Maha Kuasa Mengembalikan, Maha Penyayang, dan Maha Kasih. Cukupi aku dengan harta halal-Mu, bukan dengan yang haram. Isilah hari-hariku dengan taat kepada-Mu, bukan mendurhakai-Mu. Cukupi diriku dengan karunia-Mu, bukan selain-Mu"
Senin, 10 September 2018
DO'A KHATAM AL QUR'AN
ุจِุณْูููููู
ِ ุขِููู ุขูุฑَّุญْู
ِٰู ุขูุฑَّุญِููู
ِ
ุงَْูุญَู
ْุฏُ َِِّููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงِูู
َِูู. ุญَู
ْุฏًุง ุดَุงِูุฑَِูู. َูุงْูุนَุงِูุจَุฉُ ِْููู
ُุชََِّููู. َูุงูุตََّูุงุฉُ َูุงูุณََّูุงู
ُ ุนََูู ุฑَุณَُِูููุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูุกَุงِِูู َูุตَุญْุจِِู ุฃَุฌْู
َุนَِูู.
ุงََُّูููู
َّ ุฑَุจََّูุง ุชََูุจَّْู ู
َِّูุข ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงูุณَّู
ِْูุนُ ุงْูุนَِْููู
ُ. َูุชُุจْ ุนََْูููุง ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงูุชََّّูุงุจُ ุงูุฑَّุญِْูู
ُ. َูุงْูุฏَِูุง َََِّْูููููุง ุฅَِูู ุงْูุญَِّู َูุฅَِูู ุตِุฑَุงุทٍ ู
ُุณْุชَِْููู
ِ. ุจِุจَุฑََูุฉِ ุงُْููุฑْุกุขِู ุงْูุนَุธِْูู
ِ. ุงَُّูููู
َّ ุงุฑْุญَู
َْูุง ุจِุงُููุฑْุกَุงِู. َูุงุฌْุนَُْูู ََููุง ุฅِู
َุงู
ًุง ًَูููุฑًุง َُููุฏًุง َูุฑَุญْู
َุฉً. ุงَُّูููู
َّ ุฐَِّูุฑَْูุง ู
ُِْูู ู
َุง َูุณَِููุง. َูุนَِّูู
َْูุง ู
ُِْูู ู
َุง ุฌََِْูููุง. َูุงุฑْุฒَُْููุง ุชَِูุงَูุชَُู ุกَุงَูุขุกَ ุงَِّْููู َูุฃَุทْุฑَุงَู ุงََّูููุงุฑِ. َูุงุฌْุนَُْูู ََููุง ุญُุฌَّุฉً َูุง ุฑَุจَّ ุงْูุนَุงَูู
َِูู.
ุงََُّูููู
َّ ุฒََِّّููุง ุจِุฒَِْููุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู. َูุฃَْูุฑِู
َْูุง ุจَِูุฑَุงู
َุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู. َูุดَุฑَِّْููุง ุจِุดَุฑَุงَูุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู. َูุฃَْูุจِุณَْูุง ุจِุฎِْูุนَุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู. َูุฃَุฏْุฎَِْููุง ุงْูุฌََّูุฉَ ุจِุดََูุงุนَุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู. َูุนَุงَِููุง ู
ِْู ُِّูู ุจََูุขุกِ ุงูุฏَُّْููุง َูุนَุฐَุงุจِ ุงْูุฃَุฎِุฑَุฉِ ุจِุญُุฑْู
َุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู.
ุงََُّูููู
َّ ุงุฌْุนَِู ุงُْููุฑْุกَุงَู ََููุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง َูุฑًِْููุง. َِููู ุงَْููุจْุฑِ ู
ُุคِْูุณًุง. َِููู ุงَِْูููุงู
َุฉِ ุดَِْููุนًุง. َูุนََูู ุงูุตِّุฑุงุทِ ُْููุฑًุง. َูุฅَِูู ุงْูุฌََّูุฉِ ุฑًَِْูููุง. َูู
َِู ุงَّููุงุฑِ ุณِุชْุฑًุง َูุญِุฌَุงุจًุง. َูุฅَِูู ุงْูุฎَْูุฑุชِ َُِّูููุง ุฏَِْูููุงً َูุฅِู
َุงู
ًุง. ุจَِูุถَِْูู َูุฌُْูุฏَِู ََููุฑَู
َِู َูุง َูุฑِْูู
ُ.
ุงََُّูููู
َّ ุงْูุฏَِูุง ุจَِูุฏَุงَูุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู. ََููุฌَِّูุง ู
َِู ุงِّْูููุฑَุงِู ุจَِูุฑَุงู
َุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู. َูุงุฑَْูุนْ ุฏَุฑَุฌَุงุชَِูุง ุจَِูุถَِููุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู. ََِّูููุฑْ ุนََّูุง ุณَِّูุฆَุงุชَِูุง ุจِุชَِูุงَูุฉِ ุงُْููุฑْุกَุงِู. َูุง ุฐَุง ุงَْููุถِْู َูุงْูุฅِุญْุณَุงِู.
ุฑَุจََّูุง ุกَุงุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً َِููู ุงูุฃุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑ .َูุตََّูู ุงُููู ุนََูู ุณَِّูุฏَِูุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูุนََูู ุกَุงِِูู َูุตَุญْุจِِู َูุณََّูู
َ. ุณُุจْุญَู ุฑَุจَِّู ุฑَุจِّ ุงْูุนِุฒَّุฉِ ุนَู
َّุง َูุตَُِْููู. َูุณَูู
ٌ ุนََูู ุงْูู
ُุฑْุณََِْููู. َูุงْูุญَู
ْุฏُ ِِููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงِูู
َِْูู.
Ya Allah, Tuhan kami terimalah doa kami dan amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Yang Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Mengasihi. Tunjuki dan bimbinglah kami kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus dengan berkat al-Quran. Ya Allah, kasihanilah kami dengan berkat al-Quran, dan jadikannya sebagai pimpinan, cahaya, petunjuk dan rahmat untuk kami. Ya Allah, ingtkanlah kami apa yang telah kami lupa dari al-Quran, dan ajarlah kami apa yang kami tidak tahu tentang isi al-Quran, dan kurniakanlah kami keupayaan untuk membacanya pada waktu-waktu malam dan siang, dan jadikanlah al-Quran itu sebagai hujjah untuk kami. Wahai Tuhan pemelihara sekalian alam.
Ya Allah, hiaskanlah diri kami dengan keindahan al-Quran, muliakan kami dengan kemuliaan al-Quran, dan serikan kami dengan ketinggian martabat al-Quran, dan pakaikan kami dengan pakaian permata al-Quran, masukkan kami ke dalam syurga dengan syafaat al-Quran, selamatkan kami daripada segala bencana dunia dan azab hari akhirat dengan berkat kehormatan al-Quran.
Ya Allah, jadikanlah al-Quran semasa hidup kami di dunia sebagai rakan dan di dalam kubur sebagai kawan yang mesra, pada hari kiamat sebagai pembantu, sebagai cahaya penyuluh, semasa menuju ke syurga sebagai teman, dan sebagai penghadang dan pendinding dari api neraka, dan jadikanlah al-Quran untuk kami sebagai panduan dan ikutan kepada segala kebaikan, dengan limpah kurnia, kemurahan dan kemuliaan-Mu jua ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah.
Ya Allah, tunjukilah kami dengan petunjuk al-Quran, selamatkanlah kami daripada api neraka dengan sebab kemuliaan al-Quran, tinggikanlah darjat martabat kami dengan sebab kelebihan al-Quran, dan hapuskanlah dosa kejahatan kami dengan sebab membaca al-Quran, ya Allah, Tuhan Yang Empunya segala macam kelebihan dan ehsan. Wahai Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab api neraka.
Allah mencucuri rahmat dan salam sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w serta keluarga dan sahabat-sahabat baginda sekalian. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan yang mempunyai keagungan dan kekuasaan dari apa yang mereka katakan dan selamat sejahtera kepada sekalian rasul. Dan segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan seluruh alam.
Sabtu, 08 September 2018
TIP SUKSES JACK MA
Pastikan '15 Kalimat' Ini Sudah Kamu Kerjakan !"
Umur 20 tahun tak punya uang, sangat normal; Umur 30 tahun tak punya uang, mungkin kondisi keluarga kurang baik, harus lebih giat lagi; Umur 40 tahun tak punya uang, hanya diri sendiri yang bisa menemukan penyebabnya
Tak peduli pria ataupun wanita, jika ingin sukses, beberapa hal di bawah ini harus kamu lakukan:
Hanya tak banyak orang yang memberi kesempatan itu untuk dirinya sendiri.
Ayooo...sukses untuk kita semua !
Umur 20 tahun tak punya uang, sangat normal; Umur 30 tahun tak punya uang, mungkin kondisi keluarga kurang baik, harus lebih giat lagi; Umur 40 tahun tak punya uang, hanya diri sendiri yang bisa menemukan penyebabnya
Tak peduli pria ataupun wanita, jika ingin sukses, beberapa hal di bawah ini harus kamu lakukan:
- Hidup ini realistis, tak seperti drama-drama di TV. Cinta tak bisa memberi mu makan, suami-istri yang miskin akan menghadapi banyak masalah.
- Pasang target pada hidup mu sendiri, 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun. Mungkin kamu lahir tidak berbeda dengan orang lain, namun melewati kerja keras, dapat mengubah 70% dari takdir mu.
- Teman yang mentraktir mu, jangan anggap itu sebagai hal yang biasa saja. Kamu harus membalasnya, atau kamu akan semakin direndahkan.
- Jangan percaya ramalan zodiak, itu hanya untuk anak kecil, takdirmu ada di tangan mu. Orang yang hanya duduk dan menanti mobil, rumah, bukankah seperti orang yang sedang bermimpi saat tidur?
- Kurangi bergaul dengan orang yak tak kamu suka, namun jangan membicarakannya di belakang. Ingatlah, masalah bisa muncul dari lidah mu.
- Manusia pasti memiliki sifat malas, ini adalah bawaan lahir. Tapi kita bisa merubah sifat malas tersebut, karena banyak orang di luar sana yang sedang merubahnya.
- Ketahui apa yang harus dilakukan, bertanyalah pada diri sendiri apa rencana mu ke depan, lalu realisasikanlah. Jangan lagi membuang waktu untuk mengerjakan hal-hal yang tak ber-arah.
- Seorang wanita, jangan pernah menganggap karir tidak penting, jangan pernah menganggap diri sendiri hanya perl cuci baju, masak, jaga anak. Ini adalah kesalahan besar!
- Saat waktu senggang, kurangi waktu bermain game atau online sambil melakukan hal-hal yang kurang berarti. Perbanyak membaca buku, pelajari cara berbisnis, management, trend internasional, dan pengetahuan hukum. Semua ini dapat menjamin saat makan bersama siapapun, kamu memiliki kualitas pembicaraan yang baik.
- Lebih baik salah 1000 kali untuk mendapatkan informasi dari segala sisi. Jangan pernah melepaskan satupun kesempatan yang memungkinkan kamu menjadi sukses.
- Mau melakukan suatu hal, sebelum sukses, tak perlu beritahukan ke orang lain. Sesudah sukes, tak perlu diberitahu, orang lain akan tahu dengan sendirinya.
- Jangan kira karena kamu seorang pria, maka tak perlu perawatan diri. Setidaknya, jangan terlalu sembarangan dalam hal makanan. Perbanyak makan tomat, seafood, dan pisang, ini adalah makanan yang baik untuk kesehatan pria. Kalau kamu tak tahu di mana nilainya, biar saya kasih tahu. Setidaknya kamu bisa menghemat biaya ke dokter, dan gunakan uang tersebut untuk membeli kosmetik pasangan mu.
- Orang yang berusaha untuk maju, jangan terlalu berharap pada orang lain. Banyak orang yang egois dan hanya mementingkan diri, diri sendiri adalah yang paling bisa diharapkan.
- Dalam menghadapi kegagalan, jangan perhitungan. Meskipun betapa sulitnya kondisi kamu, namun tetap harus bertanggung jawab, saat tahu penyebabnya, ubahlah kebiasaan buruk mu.
- Semua orang pasti punya kesempatan untuk sukses !
Hanya tak banyak orang yang memberi kesempatan itu untuk dirinya sendiri.
Ayooo...sukses untuk kita semua !
Selasa, 28 Agustus 2018
Tuntunan doa Tawaf dan Sa'i
Do'a Masuk Kota Makah :
ุงูููู ูุฐุง ุญุฑู ู ู ุฃู ูู،
ูุญุฑู ูุญู ู ูุฏู ู ูุดุนุฑู ูุจุดุฑู ุนูู ุงููุงุฑ،
ูุฃู ูู ู ู ุนุฐุงุจู ููู ุชุจุนุซ ุนุจุงุฏู,
ูุงุฌุนููู ู ู ุฃูููุงุฆู ูุฃูู ุทุงุนุชู
Doa Masuk Masjidil Haram dari Babusalam
ุงَُّٰูููู َّ ุฃَْูุชَ ุงูุณََّูุงู ُ َูู َِْูู ุงูุณََّูุงู ُ َูุญََِّููุง ุฑَุจََّูุง ุจِุงูุณََّูุงู ِ َูุฃَุฏْุฎَِْููุง ุงْูุฌََّูุฉَ ุฏَุงุฑَุงูุณََّูุงู َ ุชَุจَุงุฑَْูุชَ َูุชَุนَุงَْููุชَ َูุง ุฐَุงุงْูุฌََูุงِู َูุงْูุฅِْูุฑَุงู ِ. ุงَُّٰูููู َّ ุงْูุชَุญْ ِْูู ุฃَุจَْูุงุจَ ุฑَุญْู َุชَِู َูู َุบِْูุฑَุชَِู َูุฃَุฏْุฎِِْْููู َِْูููุง. ุจِุณْู ِ ุงِููู َูุงْูุญَู ْุฏُ ِِููู َูุงูุตََّูุงุฉُ َูุงูุณََّูุงู ُ ุนَٰูู ุฑَุณُِْูู ุงِููู
Doa Ketika Melihat Ka’bah
ุงَُّٰูููู َّ ุฒِุฏْ ٰูุฐَุง ุงْูุจَْูุชَ ุชَุดْุฑًِْููุง َูุชَุนْุธِْูู ًุง َูุชَْูุฑِْูู ًุง َูู ََูุงุจَุฉً َูุฒِุฏْ ู َْู ุดَุฑََُّّูู ََููุฑَّู َُู ู ِู َّْู ุญَุฌَُّู ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَُู ุชَุดْุฑًِْููุง َูุชَุนْุธِْูู ًุง َูุชَْูุฑِْูู ًุง َูุจِุฑًّุง
DOA TAWAF
Doa Tawaf Putaran Pertama
Dari Hajar Aswad
ُุจِุณْู ِ ุงِููู َูุงُููู ุฃَْูุจَุฑ
ِุณُุจْุญَุงَู ุงِููู َูุงْูุญَู ْุฏُِููู َููุข ุฅَِٰูู ุงَِّูุงุงُููู َูุงُููู ุงَْูุจَุฑُ ََููุงุญََْูู ََููุง َُّููุฉَ ุฅِูุงَّ ุจِุงููู ุงْูุนَِِّูู ุงْูุนَุธِْูู ِ.
َูุงูุตََّูุงุฉُ َูุงูุณََّูุงู ُ ุนَٰูู ุฑَุณُِูู ุงِููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ.
ุงَُّٰูููู َّ ุฅِْูู َุงًูุง ุจَِู َูุชَุตْุฏًِْููุง ุจِِูุชَุงุจَِู َََูููุขุกً ุจِุนَْูุฏَِู َูุงุชِّุจَุงุนًุง ِูุณَُّูุฉِ َูุจَِِّูู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ.
ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุนَََْูููุงْูุนَุงَِููุฉَ ูุงْูู ُุนَุงَูุงุฉَ ุงูุฏَّุขุฆِู َุฉَ ِูู ุงูุฏِِّْูู َูุงูุฏَُّْููุง ุงْٰูุงุฎِุฑَุฉِ َูุงَْْูููุฒَ ุจِุงْูุฌََّูุฉِ َูุงَّููุฌَุงุฉَ ู َِู ุงَّููุงุฑِ
DI Rukun Yamani
Di Rukun Yamani Mengangkat Tangan (tanpa dikecup) Ditolak Sambil Membaca:
ุจِุณْู ِ ุงِููู َูุงُููู ุฃَْูุจَุฑُ
Sambil terus berjalan menuju Hajar Aswad membaca:
ุฑَุจََّูุข ุงٰุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً َِููู ุงْٰูุงุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ. َูุฃَุฏْุฎَِْููุง ุงْูุฌََّูุฉَ ู َุนَ ุงْูุฃَุจْุฑَุงุฑِ َูุง ุนَุฒِْูุฒُ َูุง ุบََّูุงุฑُ َูุง ุฑَุจَّ ุงْูุนَุงَูู َِْูู
Putaran ke dua
ุงَُّٰูููู َّ ุฅَِّู ٰูุฐَุง ุงْูุจَْูุชَ ุจَْูุชَُู َูุงْูุญَุฑَู َ ุญَุฑَู َُู َูุงْูุฃَู َْู ุฃَู َُْูู َูุงْูุนَุจْุฏَ ุนَุจْุฏَُู َูุฃََูุง ุนَุจْุฏَُู َูุงุจُْู ุนَุจْุฏَُู َٰููุฐَุง ู ََูุงู ُ ุงْูุนَุงุฆِุฐِุจَِู ู ِْู ุงَّููุงุฑِ َูุญَุฑِّู ْ ُูุญُْูู ََูุง َูุจَุดَุฑَุชََูุง ุนََูู ุงَّููุงุฑِ. ุงَُّٰูููู َّ ุญَุจِّุจْ ุฅََِْูููุง ุงْูุฅِْูู َุงَู َูุฒَُِّْููู ِْูู ُُْูููุจَِูุง ََููุฑِّْู ุฅََِْูููุง ุงُْْูููุฑَ َูุงُْููุณَُْูู َูุงْูุนِุตَْูุงَู َูุงุฌْุนََْููุง ู َِู ุงูุฑَّุงุดِุฏَِْูู. ุงَُّٰูููู َّ ِِْููู ุนَุฐَุงุจََู َْููู َ ุชَุจْุนَุซُ ุนِุจَุงุฏََู. ุงَُّٰูููู َّ ุงุฑْุฒُِْููู ุงْูุฌََّูุฉَ ุจِุบَْูุฑِ ุญِุณَุงุจٍ
Putaran Ketiga
ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู َِู ุงุดَِّّู َูุงูุดِّุฑِْู َูุงูุดَِّูุงِู َูุงَِّูููุงِู َูุณُูุٓกِุงْูุฃَุฎَْูุงِู َูุณُูุٓกِุงْูู َْูุธَุฑِ َูุงْูู ََُْูููุจِ ِูู ุงْูู َุงِู َูุงْูุฃَِْูู َูุงََْูููุฏِ. ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ุฑِุถَุงَู َูุงْูุฌََّูุฉَ، َูุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู ِْู ุณَุฎَุทَِู َูุงَّููุงุฑِ. ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู ِْู ِูุชَْูุฉِ ุงَْููุจْุฑِ َูุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู ِْู ِูุชَْูุฉِ ุงْูู َุญَْูุง َูุงْูู َู َุงุชِ
Putaran keempat
ุงَُّٰูููู َّ ุงุฌْุนَُْูู ุญَุฌًّุง ู َุจْุฑُْูุฑًุง َูุณَุนًْูุง ู َุดُْْููุฑًุง َูุฐَْูุจًุง ู َุบُْْููุฑًุง َูุนَู ًَูุง ุตَุงِูุญًุง ู َْูุจًُْููุง َูุชِุฌَุงุฑَุฉً َْูู ุชَุจُْูุฑَ. َูุง ุนَุงِูู َ ู َุง ِูู ุงูุตُّุฏُْูุฑِ ุฃَุฎْุฑِุฌِْْูู َูุง ุงُููู ู َِู ุงูุธُُّูู ٰุชِ ุงَِูู ุงُّْูููุฑِ.
ุงَُّٰูููู َ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ู ُْูุฌِุจَุงุชِ ุฑَุญْู َุชَِู َูุนَุฒَุขุฆِู َ ู َุบِْูุฑَุชَِู َูุงูุณََّูุงู َุฉَ ู ِْู ُِّูู ุฅِุซْู ٍ َูุงْูุบَِْููู َุฉَ ู ِْู ُِّูู ุจِุฑٍّ َูุงَْْูููุฒَ ุจِุงْูุฌََّูุฉِ َูุงَّููุฌَุงุฉَ ู َِู ุงَّููุงุฑِ. ุฑَุจِّ َِّููุนِْْูู ุจِู َุง ุฑَุฒَْูุชَِْูู َูุจَุงุฑِْู ِْูู ِْููู َุง ุฃَุนْุทَْูุชَِْูู َูุงุฎُْْูู ุนَٰูู ُِّูู ุบَุงุฆِุจَุฉٍ ِْูู ู َِْูู ุจِุฎَْูุฑٍ
Putaran Kelima
ุงَُّٰูููู َّ ุฃَุธَِِّْููู ุชَุญْุชَ ุธِِّู ุนَุฑْุดَِู َْููู َ َูุง ุธِِّู ุงَِّูุง ุธَُِّูู ََููุง ุจَุงَِูู ุงَِّูุง َูุฌَُْูู َูุฃَุณِِْْููู ู ِْู ุญَْูุถِ َูุจَِِّูู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู ْ ุดُุฑْุจَุฉً ََِْูููุฆَุฉً ู َุฑِْูุฆَุฉً َูุง َูุธْู َุฃُ ุจَุนْุฏَ َูุง ุฃَุจَุฏًุง
ุงَُّٰูููู َّ ุงِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ู ِْู ุฎَْูุฑِ ู َุง ุณَุฃَََูู ู ُِْูู َูุจَُِّูู ู ُุญَู َّุฏٌ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ู َุง ุงุณْุชَุนَุงุฐََู ู ُِْูู َูุจَُِّูู ู ُุญَู َّุฏٌ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ. ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุฌََّูุฉَ ََููุนِْูู ََูุง َูู َุง َُููุฑِّุจُِْูู ุฅََِْูููุง ู ِْู ٍَْููู ุฃَْู ِูุนٍْู ุฃَْู ุนَู ٍَู، َูุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู َِู ุงَّููุงุฑِ َูู َุง َُููุฑِّุจُِْูู ุฅََِْูููุง ู ِْู ٍَْููู ุฃَْู ِูุนٍْู ุฃَْู ุนَู ٍَู
Putaran Keenam
ุงُّูููู َّ ุฅَِّู ََูู ุนَََّูู ุญًُُْูููุง َูุซِْูุฑَุฉًِْููู َุง ุจَِْْููู َูุจَََْููู َูุญًُُْูููุง َูุซِْูุฑَุฉً ِْููู َุง ุจَِْْููู َูุจََْูู ุฎََِْูููู. ุงُّูููู َّ ู َุงَูุงَู ََูู ู َِْููุง َูุงุบِْูุฑُْู ِْูู َูู َุงَูุงَู ِูุฎََِْููู َูุชَุญَู َُّْูู ุนَِّْูู َูุฃَุบِِْููู ุจِุญَูุงَ َِูู ุนَْู ุญَุฑَุงู َِู َูุจِุทَุง ุนَุชَِู ุนَْู ู َุนْุตَِูุชَِู َูุจَِูุถَِْูู ุนَู َّْู ุณَِูุงَู َูุงَูุงุณِุนَ ุงْูู َุบِْูุฑَุฉِ. ุงَُّูููู َّ ุฅَِّู ุจَْูุชََู ุนَุธِْูู ٌ ََููุฌََْูู ِูุฑَْูู ٌ ุงَْูุชَ َูุงุงُููู ุญَِْููู ٌ َูุฑِْูู ٌ ุนَุธِْูู ٌ ุชُุญِุจُّ ุงْูุนََْูู َูุงุนُْู ุนَِّูู
Putaran Ketujuh
,ุงُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃุณْุฃََُูู ุฅِْูู َุงًูุง َูุง ู ًِูุง ًََِْูููููุง ุตَุงุฏًِูุง َูุฑِุฒًْูุง َูุงุณِุนًุง ََْูููุจًุง ุฎَุงุดِุนًุง َِููุณَุงًูุง ุฐَุงِูุฑًุง َูุญََูุงًูุง ุทَِّูุจًุง َูุชَْูุจَุฉً َูุตُْูุญًุง َูุชَْูุจَุฉً َูุจَْู ุงْูู َْูุชِ َูุฑَุญْู َุฉً ุนِْูุฏَ ุงْูู َْูุชِ َูู َุบِْูุฑَุฉً ุจَุนْุฏَ ุงْูู َْูุชِ َูุงْูุนََْูู ุนِْูุฏَ ุงْูุญِุณَุงุจِ َูุงَْْูููุฒَ ุจِุงْูุฌََّูุฉِ َูุงَّููุฌَุงุฉَ ู َِู ุงَّููุงุฑِ ุจِุฑَ ุญْู َุชَِู َูุงุนَุฒِْูุฒُ َูุงุบََّูุงุฑُ.ุฑَุจِّ ุฒِุฏِْْูู ุนِْูู ًุง َูุงَْูุญِِْููู ุจِุงูุตَّุงِูุญِْูู
Doa Setelah Tawaf
ุงูููู ุชูุจู ู ูู، ููุง ุชุฌุนูู ุขุฎุฑ ุงูุนูุฏ ู ูู، ูุงูุญู ุฏ ููู ุจู ุญุงู ุฏู ูููุง ุนูู ูุนู ุงุกู ูููุง، ุญุชู ููุชูู ุงูุญู ุฏ ุงูู ู ุง ูุญุจ ููุฑุถู،
ุงูููู ุตู ุนูู ู ุญู ุฏ ูุขูู، ู ุชูุจู ู ูู، ูุทูุฑ ููุจู، ูุฒู ุนู ูู
ุงูููู ุงุฑุญู ูู ุจุทุงุนุชู ุฅูุงู ูุทุงุนุฉ ุฑุณููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู.
ุงูููู ุฌูุจูู ุฃู ุฃุชุนุฏู ุญุฏูุฏู، ูุงุฌุนููู ู ู ู ูุญุจู ููุญุจ ุฑุณููู ูู ูุงุฆูุชู ูุนุจุงุฏู ุงูุตุงูุญูู
Doa Sa'i*
A. Do’a Ketika Hendak Mendaki Bukit Safa
Sebelum Memulai Sa’i
ุจِุณْู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِْูู ِ ุฃَุจْุฏَุฃُ ุจِู ุงَุจَุฏَุฃَ ุงُููู ุจِِู َูุฑَุณُُُْููู ุฅَِّู ุงูุตَّูุงَ َูุงูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุขุฆِุฑِ ุงِููู , َูู َْู ุญَุฌَّ ุงูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَุฌُูุงَุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู ุงَ َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑุงً َูุฅَِّู ุงَููู ุดุงَِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ .
B. Do’a Di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka’bah
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َِِูููู ุงูุญَู ْุฏُ , ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุนََูู ู ุงَ َูุฏุงَูุงَ َูุงูุญَู ْุฏُ ِِููู ุนََูู ู ุงَ ุฃَْููุงَูุงَ . ูุงَุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َูุญْุฏَُู ูุงَุดَุฑَِْูู َُูู , َُูู ุงูู ُُْูู ََُููู ุงูุญَู ْุฏُ ُูุญِْูู َُููู ِْูุชُ ุจَِูุฏِِู ุงูุฎَْูุฑُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ . ูุงَุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َูุญْุฏَُู ูุงَ ุดَุฑَِْูู َُูู ุฃَْูุฌَุฒَ َูุนْุฏَُู ََููุตَุฑَ ุนَุจْุฏَُู ََููุฒَู َ ุงูุฃَุญْุฒุงَุจَ َูุญْุฏَُู ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َููุงَ َูุนْุจُุฏُ ุฅِูุงَّ ุฅِูุงَُู ู ُุฎِْูุตَِْูู َُูู ุงูุฏَِّْูู ََْููู َูุฑَِู ุงููุงَِูุฑَُْูู
C. Do’a Sa’i dalam perjalanan 1 s/d 7
Do’a perjalanan ke-1, dari bukit Safa ke bukit Marwah, di baca mulai dari bukit Safa sampai pilar hijau.
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ , ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َูุจِْูุฑุงً َูุงูุญَู ْุฏُ ِِููู َูุซِْูุฑุงً َูุณُุจْุญุงََู ุงِููู ุงูุนَุธِْูู ِ َูุจِุญَู ْุฏِِู ุงَููุฑِْูู ِ ุจُْูุฑَุฉً َูุฃَุตِْููุงً َูู َِู ุงَِّْูููู ูุงَุณْุฌُุฏْ َُูู َูุณَุจِّุญُْู َْูููุงً ุทَِْูููุงً ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َูุญْุฏَُู ุฃَْูุฌَุฒَ َูุนْุฏَُู ََููุตَุฑَ ุนَุจْุฏَُู ََููุฒَู َ ุงูุฃَุญْุฒุงَุจَ َูุญْุฏَُู ูุงَ ุดَْูุกَ َูุจَُْูู َููุงَ ุจَุนْุฏَُู ُูุญِْูู َُููู ِْูุชُ ََُููู ุญٌَّู ุฏุงَุฆِู ٌ ูุงَ َูู ُْูุชُ َููุงَ َُْูููุชُ ุฃَุจَุฏุงً ุจَِูุฏِِู ุงูุฎَْูุฑُ َูุฅَِِْููู ุงูู َุตِْูุฑُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِْูุฑٌ
Diantara dua pilar hijau membaca do’a:
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ َูุงุฑْุญَู ْ َูุงุนُْู َูุชََูุฑَّู ْ َูุชَุฌุงََูุฒْ ุนَู َّุง ุชَุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุชَุนَْูู ُ ู ุงَูุงَ َูุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงُููู ุงูุฃَุนَุฒُّ ุงูุฃَْูุฑَู ُ .
Ketika Mendekati Bukit Marwah membaca:
ุฅَِّู ุงูุตَّูุงَ َูุงูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุขุฆِุฑِ ุงِููู , َูู َْู ุญَุฌَّ ุงูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَุฌُูุงَุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู ุงَ َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑุงً َูุฅَِّู ุงَููู ุดุงَِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ .
2. Do’a Sa’i perjalanan ke-2, dari bukit Marwah ke bukit Safa, di baca mulai dari bukit Marwah sampai pilar hijau.
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู ุงููุงَุญِุฏُ ุงَููุฑْุฏُ ุงูุตَّู َุฏُ ุงَّูุฐِู َูู ْ َูุชَّุฎِุฐْ ุตุงَุญِุจَุฉً َููุงَ ََููุฏุงً ََููู ْ َُْููู َُูู ุดَุฑٌِْูู ِูู ุงْูู ُِْูู ََููู ْ َُْููู َُูู ٌَِّููู ู َِู ุงูุฐُِّّู ََููุจِّุฑُْู ุชَْูุจِْูุฑุงً .ุฃََُّููููู َّ ุฅََِّูู ُْููุชَ ِูู ِูุชุงَุจَِู ุงْูู َُูุฒَِّู ุฃُุฏْุนُِْููู ุฃَุณْุชَุฌِุจْ َُููู ْ ุฏَุนَْููุงََู ุฑَุจَّูุงَ ูุงَุบِْูุฑْ َููุงَ َูู ุงَ ุฃَู َุฑْุชَูุงَ ุฅَِّูุงَู َูุง ุชُุฎُِْْููู ุงูู ِْูุนุงَุฏَ . ุฑَุจَّูุงَ ุฅَِّููุงَ ุณَู ِุนْูุงَ ู ُูุงَุฏِูุงً ُููุงَุฏِู ِููุฅِْูู ุงَِู ุฃَْู ุขู ُِْููุง ุจِุฑَุจُِّูู ْ َูุขَู َّูุงَ , ุฑَุจَّูุงَ ูุงَุบِْูุฑْ َููุงَ ุฐُُْููุจَูุงَ ََِّูููุฑْ ุนََّูุง ุณَِّูุฆَุงุชِูุงَ َูุชَََّูููุงَ ู َุนَ ุงูุฃَุจْุฑุงَุฑِ , ุฑَุจَّูุงَ َูุฃَุชِูุงَ ู ุงَ َูุนَุฏْุชَูุงَ ุนََูู ุฑُุณَُِูู َููุงَ ุชُุฎْุฒِูุงَ َْููู َ ุงِูููุงَู َุฉِ ุฅََِّูู َูุง ุชُุฎُِْูู ุงْูู ِْูุนุงَุฏَ . ุฑَุจَّูุงَ ุนَََْููู ุชَََّْููููุงَ َูุฅََِْููู ุฃََูุจْูุงَ َูุฅَََْููู ุงْูู َุตِْูุฑُ . ุฑَุจَّูุงَ ุงุบِْูุฑْ َููุงَ ุฐُُْููุจَูุงَ َู ِูุฅِุฎْูุงَِููุงَ ุงَّูุฐَِْูู ุณَุจَُْูููุงَ ุจِุงูุฅِْูู ุงَِู َููุงَ ุชَุฌْุนَْู ِูู ُُْูููุจِูุงَ ุบِูุงًّ َِّّููุฐَِْูู ุฃَู َُْููุง ุฑَุจَّูุงَ ุฅَِّูุงَู ุฑَุกٌُْูู ุฑَّุญِْูู ٌ
Diantara Dua Pilar Hijau membaca do’a :
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ َูุงุฑْุญَู ْ َูุงุนُْู َูุชََูุฑَّู ْ َูุชَุฌุงََูุฒْ ุนَู َّุง ุชَุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุชَุนَْูู ُ ู ุงَูุงَ َูุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงُููู ุงูุฃَุนَุฒُّ ุงูุฃَْูุฑَู ُ
Do’a Ketika Mendekati Bukit Safa:
ุฅَِّู ุงูุตَّูุงَ َูุงูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุขุฆِุฑِ ุงِููู , َูู َْู ุญَุฌَّ ุงูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَุฌُูุงَุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู ุงَ َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑุงً َูุฅَِّู ุงَููู ุดุงَِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ
3. Do’a Sa’i perjalanan ke-3, dari bukit Safa ke bukit Marwah, di baca mulai dari bukit Safa sampai pilar hijau.
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ุฑَุจَّูุงَ ุฃَุชْู ِู ْ َููุงَ ُْููุฑَูุงَ َูุงุบِْูุฑْ َููุงَ ุฅََِّูู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِْูุฑٌ . ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงูุฎَْูุฑَ َُُّููู ุนุงَุฌَُِูู َูุฃَุฌَُِูู َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูุฐَْูุจِู َูุฃَุณْุฃََُูู ุฑَุญْู َุชََู ูุงَ ุฃَุฑْุญَู َ ุงูุฑَّุญِู َِْูู .
Diantara Dua Pilar Hijau membaca do’a:
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ َูุงุฑْุญَู ْ َูุงุนُْู َูุชََูุฑَّู ْ َูุชَุฌุงََูุฒْ ุนَู َّุง ุชَุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุชَุนَْูู ُ ู ุงَูุงَ َูุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงُููู ุงูุฃَุนَุฒُّ ุงูุฃَْูุฑَู ُ
Do’a Ketika mendekati bukit Marwah, membaca :
ุฅَِّู ุงูุตََّูุง َูุงْูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุฃุฆِุฑِ ุงِููู، َูู َْู ุญَุฌَّ ุงْูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَ ุฌََูุงุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู َุง َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑًุง َูุฅَِّู ุงَููู ุดَุงِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ
4. Do’a Sa’i perjalanan ke-4, dari bukit Marwah ke bukit Safa, di baca mulai dari bukit Marwah sampai pilar hijau :
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ู ِْู ุฎَْูุฑِ ู ุงَุชَุนَْูู ُ َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ู ุงَ ุชَุนَْูู ُ ูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ู ِْู ُِّูู ู ุงَ ุชَุนَْูู ُ ุฅَِّูุงَู ุฃَْูุชَ ุนَูุงَّู ُ ุงูุบُُْููุจِ , ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู ุงูู َُِูู ุงูุญَُّู ุงูู ُุจُِْูู , ู ُุญَู َّุฏٌ ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุตุงَุฏُِู ุงَููุนْุฏِ ุงูุฃَู ُِْูู . ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู َูู ุงَ َูุฏَْูุชَِูู ِููุฅِุณْูุงَู ِ ุฃَْู ูุงَุชَْูุฒِุนَُู ู ِِّูู ุญَุชَّู ุชَุชَََِّูููู َูุฃَูุงَ ู ُุณِْูู ٌ , ุฃَُّูููู َّ ุงุฌْุนَْู ِูู َْููุจِู ُْููุฑุงً َِููู ุณَู ْุนِู ُْููุฑุงً َِููู ุจَุดَุฑِู ُْููุฑุงً , ุฃََُّููููู َّ ุงุดْุฑَุญْ ِูู ุตَุฏْุฑِู ََููุณِّุฑْ ِูู ุฃَู ْุฑِู َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู َูุณุงَِูุณِ ุงูุตَّุฏْุฑِ َูุดَุชุงَุชِ ุงูุฃَู ْุฑِ َِููุชَْูุฉِ ุงَููุจْุฑِ , ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ู ุงَ َِููุฌُ ِูู ุงَِّْูููู َูุดَุฑِّ ู ุงَ َِููุฌُ ِูู ุงَّูููุงَุฑِ َูู ِْู ุดَุฑِّ ู ุงَ ุชَُูุจُّ ุจِِู ุงูุฑِّูุงَุญُ ูุงَ ุฃَุฑْุญَู َ ุงูุฑَّุญِู َِْูู . ุณُุจْุญุงَََูู ู ุงَ ุนَุจَุฏْูุงََู ุญََّู ุนِุจุงَุฏَุชَِู ูุงَ ุฃَُููู ุณُุจْุญุงَََูู ู ุงَุฐََูุฑْูุงََู ุญََّู ุฐِْูุฑَِู ูุงَ ุฃَُููู .
Diantara Dua Pilar Hijau membaca do’a :
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ َูุงุฑْุญَู ْ َูุงุนُْู َูุชََูุฑَّู ْ َูุชَุฌุงََูุฒْ ุนَู َّุง ุชَุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุชَุนَْูู ُ ู ุงَูุงَ َูุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงُููู ุงูุฃَุนَุฒُّ ุงูุฃَْูุฑَู ُ
Do’a Ketika mendekati bukit Safa, membaca :
ุฅَِّู ุงูุตَّูุงَ َูุงูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุขุฆِุฑِ ุงِููู , َูู َْู ุญَุฌَّ ุงูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَุฌُูุงَุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู ุงَ َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑุงً َูุฅَِّู ุงَููู ุดุงَِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ .
5. Do’a Sa’i perjalanan ke-5, dari bukit Safa ke bukit Marwah, di baca mulai dari bukit Safa sampai pilar hijau :
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ุณُุจْุญุงَََูู ู ุงَ ุฃَุนَْูู ุดَุฃََْูู ูุงَ ุฃَُููู , ุฃََُّููููู َّ ุญَุจِّุจْ ุฅَِْูููุงَ ุงูุฅِْูู ุงََู َูุฒَُِّْููู ِูู ُُْูููุจِูุงَ ََููุฑِّْู ุฅَِْูููุงَ ุงُْูููุฑَ َูุงُููุณَُْูู َูุงูุนِุตْูุงََู َูุงุฌْุนَْููุงَ ู َِู ุงูุฑَّุงุดِุฏَِْูู
Doa diantara pilar hijau
Doa ketika mendekati marwah.
6. Do’a Sa’i perjalanan ke-6, dari bukit Marwah ke bukit Safa, di baca mulai dari bukit Marwah sampai pilar hijau :
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َูุญْุฏَُู ุตَุฏََู َูุนْุฏَُู ََููุตَุฑَ ุนَุจْุฏَُู ََููุฒَู َ ุงูุฃَุญْุฒุงَุจَ َูุญْุฏَُู ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َููุงَ َูุนْุจُุฏُ ุฅِูุงَّ ุฅِูุงَُّู ู ُุฎِْูุตَِْูู َُูู ุงูุฏَِّْูู ََْููู َูุฑَِู ุงููุงَِูุฑَُْูู . ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงُููุฏَู َูุงูุชَُّูู َูุงูุนَูุงََู َูุงูุบَِูู , ุฃََُّููููู َّ ََูู ุงูุญَู ْุฏُ ูุงََّูุฐِْู َُُْูููู َูุฎَْูุฑุงً ู ِู َّุง َُُْูููู , ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุฑِุถุงََู َูุงูุฌََّูุฉَ َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุณَุฎَุทَِู َูุงَّููุงุฑِ َูู ุงَ َُููุฑِّุจُِูู ุฅَِْูููุงَ ู ِْู ٍَْููู ุฃَْู ِูุนٍْู ุฃَْู ุนَู ٍَู . ุฃََُّููููู َّ ุจُِْููุฑَِู ุงْูุชَุฏَْููุงَ َูุจَِูุถَِْูู ุงุณْุชَุบَْْูููุงَ َِููู َََِูููู َูุฅِْูุนุงَู َِู َูุนَุทุงَุฆَِู َูุฅِุญْุณุงََِูู ุฃَุตْุจَุญْูุงَ َูุฃَู ْุณَْููุงَ ุฃَْูุชَ ุงูุฃََُّูู َููุงَ َูุจََْูู ุดَْูุกٌ َูุงูุฃَุฎِุฑُ َููุงَ ุจَุนْุฏََู ุดَْูุกٌ َูุงูุธَّุงِูุฑُ َููุงَ ุดَْูุกَ َََْูููู َูุงูุจุงَุทُِู َููุงَ ุดَْูุกَ ุฏََُْููู َูุนُْูุฐُ ุจَِู ู َِู ุงََูููุณِ َูุงَููุณَِู َูุนَุฐุงَุจِ ุงَููุจْุฑِ َِููุชَْูุฉِ ุงูุบَِูู ََููุณْุฃََُูู ุงَْูููุฒَ ุจِุงูุฌََّูุฉِ
Doa diantara pilar hijau
Doa ketika mendekat Sofa
Do’a Sa’i perjalanan ke-7, dari bukit Safa ke bukit Marwah, dibaca mulai dari bukit Safa sampai pilar hijau :
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َูุจِْูุฑุงً َูุงูุญَู ْุฏُ ِِููู َูุซِْูุฑุงً , ุฃََُّููููู َّ ุญَุจِّุจْ ุฅََِّูู ุงูุฅِْูู ุงََู َูุฒَُِّْููู ِูู َْููุจِู ََููุฑِّْู ุฅََِّูู ุงُْูููุฑَ َูุงُููุณَُْูู َูุงูุนِุตْูุงََู َูุงุฌْุนَِْููู ู َِู ุงูุฑَّุงุดِุฏَِْูู .
Doa diantars pilar hijau
Doa ketika mendekat Marwah
D. Do’a Di Bukit Marwah Selesai Sa’i
ุฃََُّููููู َّ ุฑَุจَّูุงَ ุชََูุจَّْู ู َِّูุง َูุนุงَِููุงَ َูุงุนُْู ุนََّูุง َูุนََูู ุทุงَุนَุชَِู َูุดُْูุฑَِู ุฃَุนَِّูุง َูุนََูู ุบَْูุฑَِู ูุงَ ุชَِْูููุงَ َูุนََูู ุงูุฅِْูู ุงَِู َูุงูุฅِุณْูุงَู ِ ุงููุงَู ِِู ุฌَู ِْูุนุงً ุชَََّูููุงَ َูุฃَْูุชَ ุฑุงَุถٍ ุนََّูุง ุฃََُّููููู َّ ุงุฑْุญَู ِْูู ุจِุชَุฑِْู ุงูู َุนุงَุตِู ุฃَุจَุฏุงً ู ุงَ ุฃَุจَْْููุชَِูู َูุงุฑْุญَู ِْูู ุฃَْู ุฃَุชََََّููู ู ุงَ ูุงَ َูุนِِْْูููู َูุงุฑْุฒُِْููู ุญُุณَْู ุงَّููุธَุฑِ ِْููู ุงَ ُูุฑْุถَِْูู ุนَِّูู ูุงَ ุฃَุฑْุญَู َ ุงูุฑَّุงุญِู َِْูู .
Do’a Menggunting Rambut*
ุงَُููู ุงَْูุจَุฑْ ุงَُููู ุงَْูุจَุฑْ ุงَُููู ุงَْูุจَุฑْ ุงَْูุญَู ْุฏُ ِููู ุนََูู ู َุง َูุฏَุงَูุง َูุงْูุญَู ْุฏُ ِููู ุนََูู ู َุง ุฃَْูุนَู ََูุงุจِِู ุนَََْูููุง. ุงََُّูููู َّ َูุฐِِู َูุงุตَِูุชِู َูุชََูุจَّْู ู ِِّูู َูุงุบِْูุฑْ ุฐُُْููุจِู ุงَََُّูููู َّ ุงุบِْูุฑْ ِْููู ُุญََِِّْูููู َูุงْูู َْูุตُْูุฑَِْูู َูุงَูุงุณِุนَ ุงْูู َุบِْูุฑَุฉٍ ุงََُّูููู َّ ุงุซْุจُุชْ ِูู ุจُِِّูู ุดَุนْุฑَุฉٍ ุญَุณََูุฉً َูุงู ْุญُ ุนَِّูู ุจَِูุง ุณَِّูุฆَุฉً. َูุงุฑَْูุนْ ِْูู ุจَِูุง ุนِْูุฏََู ุฏَุฑَุฌَุฉً
Do’a Selesai Menggunting Rambut
ุงَْูุญَู ْุฏُ ِููู ุงَّูุฏِู َูุถَู ุนََูุง ู ََูุงุณََِููุง. ุงََُّูููู َّ ุฒِุฏَْูุง ุงِْูู َุงَูุง َََِْูููููุง َูุนََْููุง َูุงุบِْูุฑْ ََููุง ََِูููุงِูุฏََْููุง َِููุณَุงุฆِุฑِ ุงْูู ُุณِْูู َِْูู َูุงْูู ُุณِْูู َุงุชِ
ุงูููู ูุฐุง ุญุฑู ู ู ุฃู ูู،
ูุญุฑู ูุญู ู ูุฏู ู ูุดุนุฑู ูุจุดุฑู ุนูู ุงููุงุฑ،
ูุฃู ูู ู ู ุนุฐุงุจู ููู ุชุจุนุซ ุนุจุงุฏู,
ูุงุฌุนููู ู ู ุฃูููุงุฆู ูุฃูู ุทุงุนุชู
Doa Masuk Masjidil Haram dari Babusalam
ุงَُّٰูููู َّ ุฃَْูุชَ ุงูุณََّูุงู ُ َูู َِْูู ุงูุณََّูุงู ُ َูุญََِّููุง ุฑَุจََّูุง ุจِุงูุณََّูุงู ِ َูุฃَุฏْุฎَِْููุง ุงْูุฌََّูุฉَ ุฏَุงุฑَุงูุณََّูุงู َ ุชَุจَุงุฑَْูุชَ َูุชَุนَุงَْููุชَ َูุง ุฐَุงุงْูุฌََูุงِู َูุงْูุฅِْูุฑَุงู ِ. ุงَُّٰูููู َّ ุงْูุชَุญْ ِْูู ุฃَุจَْูุงุจَ ุฑَุญْู َุชَِู َูู َุบِْูุฑَุชَِู َูุฃَุฏْุฎِِْْููู َِْูููุง. ุจِุณْู ِ ุงِููู َูุงْูุญَู ْุฏُ ِِููู َูุงูุตََّูุงุฉُ َูุงูุณََّูุงู ُ ุนَٰูู ุฑَุณُِْูู ุงِููู
Doa Ketika Melihat Ka’bah
ุงَُّٰูููู َّ ุฒِุฏْ ٰูุฐَุง ุงْูุจَْูุชَ ุชَุดْุฑًِْููุง َูุชَุนْุธِْูู ًุง َูุชَْูุฑِْูู ًุง َูู ََูุงุจَุฉً َูุฒِุฏْ ู َْู ุดَุฑََُّّูู ََููุฑَّู َُู ู ِู َّْู ุญَุฌَُّู ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَُู ุชَุดْุฑًِْููุง َูุชَุนْุธِْูู ًุง َูุชَْูุฑِْูู ًุง َูุจِุฑًّุง
DOA TAWAF
Doa Tawaf Putaran Pertama
Dari Hajar Aswad
ُุจِุณْู ِ ุงِููู َูุงُููู ุฃَْูุจَุฑ
ِุณُุจْุญَุงَู ุงِููู َูุงْูุญَู ْุฏُِููู َููุข ุฅَِٰูู ุงَِّูุงุงُููู َูุงُููู ุงَْูุจَุฑُ ََููุงุญََْูู ََููุง َُّููุฉَ ุฅِูุงَّ ุจِุงููู ุงْูุนَِِّูู ุงْูุนَุธِْูู ِ.
َูุงูุตََّูุงุฉُ َูุงูุณََّูุงู ُ ุนَٰูู ุฑَุณُِูู ุงِููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ.
ุงَُّٰูููู َّ ุฅِْูู َุงًูุง ุจَِู َูุชَุตْุฏًِْููุง ุจِِูุชَุงุจَِู َََูููุขุกً ุจِุนَْูุฏَِู َูุงุชِّุจَุงุนًุง ِูุณَُّูุฉِ َูุจَِِّูู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ.
ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุนَََْูููุงْูุนَุงَِููุฉَ ูุงْูู ُุนَุงَูุงุฉَ ุงูุฏَّุขุฆِู َุฉَ ِูู ุงูุฏِِّْูู َูุงูุฏَُّْููุง ุงْٰูุงุฎِุฑَุฉِ َูุงَْْูููุฒَ ุจِุงْูุฌََّูุฉِ َูุงَّููุฌَุงุฉَ ู َِู ุงَّููุงุฑِ
DI Rukun Yamani
Di Rukun Yamani Mengangkat Tangan (tanpa dikecup) Ditolak Sambil Membaca:
ุจِุณْู ِ ุงِููู َูุงُููู ุฃَْูุจَุฑُ
Sambil terus berjalan menuju Hajar Aswad membaca:
ุฑَุจََّูุข ุงٰุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً َِููู ุงْٰูุงุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ. َูุฃَุฏْุฎَِْููุง ุงْูุฌََّูุฉَ ู َุนَ ุงْูุฃَุจْุฑَุงุฑِ َูุง ุนَุฒِْูุฒُ َูุง ุบََّูุงุฑُ َูุง ุฑَุจَّ ุงْูุนَุงَูู َِْูู
Putaran ke dua
ุงَُّٰูููู َّ ุฅَِّู ٰูุฐَุง ุงْูุจَْูุชَ ุจَْูุชَُู َูุงْูุญَุฑَู َ ุญَุฑَู َُู َูุงْูุฃَู َْู ุฃَู َُْูู َูุงْูุนَุจْุฏَ ุนَุจْุฏَُู َูุฃََูุง ุนَุจْุฏَُู َูุงุจُْู ุนَุจْุฏَُู َٰููุฐَุง ู ََูุงู ُ ุงْูุนَุงุฆِุฐِุจَِู ู ِْู ุงَّููุงุฑِ َูุญَุฑِّู ْ ُูุญُْูู ََูุง َูุจَุดَุฑَุชََูุง ุนََูู ุงَّููุงุฑِ. ุงَُّٰูููู َّ ุญَุจِّุจْ ุฅََِْูููุง ุงْูุฅِْูู َุงَู َูุฒَُِّْููู ِْูู ُُْูููุจَِูุง ََููุฑِّْู ุฅََِْูููุง ุงُْْูููุฑَ َูุงُْููุณَُْูู َูุงْูุนِุตَْูุงَู َูุงุฌْุนََْููุง ู َِู ุงูุฑَّุงุดِุฏَِْูู. ุงَُّٰูููู َّ ِِْููู ุนَุฐَุงุจََู َْููู َ ุชَุจْุนَุซُ ุนِุจَุงุฏََู. ุงَُّٰูููู َّ ุงุฑْุฒُِْููู ุงْูุฌََّูุฉَ ุจِุบَْูุฑِ ุญِุณَุงุจٍ
Putaran Ketiga
ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู َِู ุงุดَِّّู َูุงูุดِّุฑِْู َูุงูุดَِّูุงِู َูุงَِّูููุงِู َูุณُูุٓกِุงْูุฃَุฎَْูุงِู َูุณُูุٓกِุงْูู َْูุธَุฑِ َูุงْูู ََُْูููุจِ ِูู ุงْูู َุงِู َูุงْูุฃَِْูู َูุงََْูููุฏِ. ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ุฑِุถَุงَู َูุงْูุฌََّูุฉَ، َูุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู ِْู ุณَุฎَุทَِู َูุงَّููุงุฑِ. ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู ِْู ِูุชَْูุฉِ ุงَْููุจْุฑِ َูุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู ِْู ِูุชَْูุฉِ ุงْูู َุญَْูุง َูุงْูู َู َุงุชِ
Putaran keempat
ุงَُّٰูููู َّ ุงุฌْุนَُْูู ุญَุฌًّุง ู َุจْุฑُْูุฑًุง َูุณَุนًْูุง ู َุดُْْููุฑًุง َูุฐَْูุจًุง ู َุบُْْููุฑًุง َูุนَู ًَูุง ุตَุงِูุญًุง ู َْูุจًُْููุง َูุชِุฌَุงุฑَุฉً َْูู ุชَุจُْูุฑَ. َูุง ุนَุงِูู َ ู َุง ِูู ุงูุตُّุฏُْูุฑِ ุฃَุฎْุฑِุฌِْْูู َูุง ุงُููู ู َِู ุงูุธُُّูู ٰุชِ ุงَِูู ุงُّْูููุฑِ.
ุงَُّٰูููู َ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ู ُْูุฌِุจَุงุชِ ุฑَุญْู َุชَِู َูุนَุฒَุขุฆِู َ ู َุบِْูุฑَุชَِู َูุงูุณََّูุงู َุฉَ ู ِْู ُِّูู ุฅِุซْู ٍ َูุงْูุบَِْููู َุฉَ ู ِْู ُِّูู ุจِุฑٍّ َูุงَْْูููุฒَ ุจِุงْูุฌََّูุฉِ َูุงَّููุฌَุงุฉَ ู َِู ุงَّููุงุฑِ. ุฑَุจِّ َِّููุนِْْูู ุจِู َุง ุฑَุฒَْูุชَِْูู َูุจَุงุฑِْู ِْูู ِْููู َุง ุฃَุนْุทَْูุชَِْูู َูุงุฎُْْูู ุนَٰูู ُِّูู ุบَุงุฆِุจَุฉٍ ِْูู ู َِْูู ุจِุฎَْูุฑٍ
Putaran Kelima
ุงَُّٰูููู َّ ุฃَุธَِِّْููู ุชَุญْุชَ ุธِِّู ุนَุฑْุดَِู َْููู َ َูุง ุธِِّู ุงَِّูุง ุธَُِّูู ََููุง ุจَุงَِูู ุงَِّูุง َูุฌَُْูู َูุฃَุณِِْْููู ู ِْู ุญَْูุถِ َูุจَِِّูู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู ْ ุดُุฑْุจَุฉً ََِْูููุฆَุฉً ู َุฑِْูุฆَุฉً َูุง َูุธْู َุฃُ ุจَุนْุฏَ َูุง ุฃَุจَุฏًุง
ุงَُّٰูููู َّ ุงِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ู ِْู ุฎَْูุฑِ ู َุง ุณَุฃَََูู ู ُِْูู َูุจَُِّูู ู ُุญَู َّุฏٌ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ู َุง ุงุณْุชَุนَุงุฐََู ู ُِْูู َูุจَُِّูู ู ُุญَู َّุฏٌ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ. ุงَُّٰูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุฌََّูุฉَ ََููุนِْูู ََูุง َูู َุง َُููุฑِّุจُِْูู ุฅََِْูููุง ู ِْู ٍَْููู ุฃَْู ِูุนٍْู ุฃَْู ุนَู ٍَู، َูุฃَุนُْูุฐُุจَِู ู َِู ุงَّููุงุฑِ َูู َุง َُููุฑِّุจُِْูู ุฅََِْูููุง ู ِْู ٍَْููู ุฃَْู ِูุนٍْู ุฃَْู ุนَู ٍَู
Putaran Keenam
ุงُّูููู َّ ุฅَِّู ََูู ุนَََّูู ุญًُُْูููุง َูุซِْูุฑَุฉًِْููู َุง ุจَِْْููู َูุจَََْููู َูุญًُُْูููุง َูุซِْูุฑَุฉً ِْููู َุง ุจَِْْููู َูุจََْูู ุฎََِْูููู. ุงُّูููู َّ ู َุงَูุงَู ََูู ู َِْููุง َูุงุบِْูุฑُْู ِْูู َูู َุงَูุงَู ِูุฎََِْููู َูุชَุญَู َُّْูู ุนَِّْูู َูุฃَุบِِْููู ุจِุญَูุงَ َِูู ุนَْู ุญَุฑَุงู َِู َูุจِุทَุง ุนَุชَِู ุนَْู ู َุนْุตَِูุชَِู َูุจَِูุถَِْูู ุนَู َّْู ุณَِูุงَู َูุงَูุงุณِุนَ ุงْูู َุบِْูุฑَุฉِ. ุงَُّูููู َّ ุฅَِّู ุจَْูุชََู ุนَุธِْูู ٌ ََููุฌََْูู ِูุฑَْูู ٌ ุงَْูุชَ َูุงุงُููู ุญَِْููู ٌ َูุฑِْูู ٌ ุนَุธِْูู ٌ ุชُุญِุจُّ ุงْูุนََْูู َูุงุนُْู ุนَِّูู
Putaran Ketujuh
,ุงُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃุณْุฃََُูู ุฅِْูู َุงًูุง َูุง ู ًِูุง ًََِْูููููุง ุตَุงุฏًِูุง َูุฑِุฒًْูุง َูุงุณِุนًุง ََْูููุจًุง ุฎَุงุดِุนًุง َِููุณَุงًูุง ุฐَุงِูุฑًุง َูุญََูุงًูุง ุทَِّูุจًุง َูุชَْูุจَุฉً َูุตُْูุญًุง َูุชَْูุจَุฉً َูุจَْู ุงْูู َْูุชِ َูุฑَุญْู َุฉً ุนِْูุฏَ ุงْูู َْูุชِ َูู َุบِْูุฑَุฉً ุจَุนْุฏَ ุงْูู َْูุชِ َูุงْูุนََْูู ุนِْูุฏَ ุงْูุญِุณَุงุจِ َูุงَْْูููุฒَ ุจِุงْูุฌََّูุฉِ َูุงَّููุฌَุงุฉَ ู َِู ุงَّููุงุฑِ ุจِุฑَ ุญْู َุชَِู َูุงุนَุฒِْูุฒُ َูุงุบََّูุงุฑُ.ุฑَุจِّ ุฒِุฏِْْูู ุนِْูู ًุง َูุงَْูุญِِْููู ุจِุงูุตَّุงِูุญِْูู
Doa Setelah Tawaf
ุงูููู ุชูุจู ู ูู، ููุง ุชุฌุนูู ุขุฎุฑ ุงูุนูุฏ ู ูู، ูุงูุญู ุฏ ููู ุจู ุญุงู ุฏู ูููุง ุนูู ูุนู ุงุกู ูููุง، ุญุชู ููุชูู ุงูุญู ุฏ ุงูู ู ุง ูุญุจ ููุฑุถู،
ุงูููู ุตู ุนูู ู ุญู ุฏ ูุขูู، ู ุชูุจู ู ูู، ูุทูุฑ ููุจู، ูุฒู ุนู ูู
ุงูููู ุงุฑุญู ูู ุจุทุงุนุชู ุฅูุงู ูุทุงุนุฉ ุฑุณููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู.
ุงูููู ุฌูุจูู ุฃู ุฃุชุนุฏู ุญุฏูุฏู، ูุงุฌุนููู ู ู ู ูุญุจู ููุญุจ ุฑุณููู ูู ูุงุฆูุชู ูุนุจุงุฏู ุงูุตุงูุญูู
Doa Sa'i*
A. Do’a Ketika Hendak Mendaki Bukit Safa
Sebelum Memulai Sa’i
ุจِุณْู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِْูู ِ ุฃَุจْุฏَุฃُ ุจِู ุงَุจَุฏَุฃَ ุงُููู ุจِِู َูุฑَุณُُُْููู ุฅَِّู ุงูุตَّูุงَ َูุงูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุขุฆِุฑِ ุงِููู , َูู َْู ุญَุฌَّ ุงูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَุฌُูุงَุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู ุงَ َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑุงً َูุฅَِّู ุงَููู ุดุงَِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ .
B. Do’a Di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka’bah
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َِِูููู ุงูุญَู ْุฏُ , ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุนََูู ู ุงَ َูุฏุงَูุงَ َูุงูุญَู ْุฏُ ِِููู ุนََูู ู ุงَ ุฃَْููุงَูุงَ . ูุงَุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َูุญْุฏَُู ูุงَุดَุฑَِْูู َُูู , َُูู ุงูู ُُْูู ََُููู ุงูุญَู ْุฏُ ُูุญِْูู َُููู ِْูุชُ ุจَِูุฏِِู ุงูุฎَْูุฑُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ . ูุงَุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َูุญْุฏَُู ูุงَ ุดَุฑَِْูู َُูู ุฃَْูุฌَุฒَ َูุนْุฏَُู ََููุตَุฑَ ุนَุจْุฏَُู ََููุฒَู َ ุงูุฃَุญْุฒุงَุจَ َูุญْุฏَُู ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َููุงَ َูุนْุจُุฏُ ุฅِูุงَّ ุฅِูุงَُู ู ُุฎِْูุตَِْูู َُูู ุงูุฏَِّْูู ََْููู َูุฑَِู ุงููุงَِูุฑَُْูู
C. Do’a Sa’i dalam perjalanan 1 s/d 7
Do’a perjalanan ke-1, dari bukit Safa ke bukit Marwah, di baca mulai dari bukit Safa sampai pilar hijau.
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ , ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َูุจِْูุฑุงً َูุงูุญَู ْุฏُ ِِููู َูุซِْูุฑุงً َูุณُุจْุญุงََู ุงِููู ุงูุนَุธِْูู ِ َูุจِุญَู ْุฏِِู ุงَููุฑِْูู ِ ุจُْูุฑَุฉً َูุฃَุตِْููุงً َูู َِู ุงَِّْูููู ูุงَุณْุฌُุฏْ َُูู َูุณَุจِّุญُْู َْูููุงً ุทَِْูููุงً ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َูุญْุฏَُู ุฃَْูุฌَุฒَ َูุนْุฏَُู ََููุตَุฑَ ุนَุจْุฏَُู ََููุฒَู َ ุงูุฃَุญْุฒุงَุจَ َูุญْุฏَُู ูุงَ ุดَْูุกَ َูุจَُْูู َููุงَ ุจَุนْุฏَُู ُูุญِْูู َُููู ِْูุชُ ََُููู ุญٌَّู ุฏุงَุฆِู ٌ ูุงَ َูู ُْูุชُ َููุงَ َُْูููุชُ ุฃَุจَุฏุงً ุจَِูุฏِِู ุงูุฎَْูุฑُ َูุฅَِِْููู ุงูู َุตِْูุฑُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِْูุฑٌ
Diantara dua pilar hijau membaca do’a:
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ َูุงุฑْุญَู ْ َูุงุนُْู َูุชََูุฑَّู ْ َูุชَุฌุงََูุฒْ ุนَู َّุง ุชَุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุชَุนَْูู ُ ู ุงَูุงَ َูุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงُููู ุงูุฃَุนَุฒُّ ุงูุฃَْูุฑَู ُ .
Ketika Mendekati Bukit Marwah membaca:
ุฅَِّู ุงูุตَّูุงَ َูุงูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุขุฆِุฑِ ุงِููู , َูู َْู ุญَุฌَّ ุงูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَุฌُูุงَุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู ุงَ َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑุงً َูุฅَِّู ุงَููู ุดุงَِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ .
2. Do’a Sa’i perjalanan ke-2, dari bukit Marwah ke bukit Safa, di baca mulai dari bukit Marwah sampai pilar hijau.
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู ุงููุงَุญِุฏُ ุงَููุฑْุฏُ ุงูุตَّู َุฏُ ุงَّูุฐِู َูู ْ َูุชَّุฎِุฐْ ุตุงَุญِุจَุฉً َููุงَ ََููุฏุงً ََููู ْ َُْููู َُูู ุดَุฑٌِْูู ِูู ุงْูู ُِْูู ََููู ْ َُْููู َُูู ٌَِّููู ู َِู ุงูุฐُِّّู ََููุจِّุฑُْู ุชَْูุจِْูุฑุงً .ุฃََُّููููู َّ ุฅََِّูู ُْููุชَ ِูู ِูุชุงَุจَِู ุงْูู َُูุฒَِّู ุฃُุฏْุนُِْููู ุฃَุณْุชَุฌِุจْ َُููู ْ ุฏَุนَْููุงََู ุฑَุจَّูุงَ ูุงَุบِْูุฑْ َููุงَ َูู ุงَ ุฃَู َุฑْุชَูุงَ ุฅَِّูุงَู َูุง ุชُุฎُِْْููู ุงูู ِْูุนุงَุฏَ . ุฑَุจَّูุงَ ุฅَِّููุงَ ุณَู ِุนْูุงَ ู ُูุงَุฏِูุงً ُููุงَุฏِู ِููุฅِْูู ุงَِู ุฃَْู ุขู ُِْููุง ุจِุฑَุจُِّูู ْ َูุขَู َّูุงَ , ุฑَุจَّูุงَ ูุงَุบِْูุฑْ َููุงَ ุฐُُْููุจَูุงَ ََِّูููุฑْ ุนََّูุง ุณَِّูุฆَุงุชِูุงَ َูุชَََّูููุงَ ู َุนَ ุงูุฃَุจْุฑุงَุฑِ , ุฑَุจَّูุงَ َูุฃَุชِูุงَ ู ุงَ َูุนَุฏْุชَูุงَ ุนََูู ุฑُุณَُِูู َููุงَ ุชُุฎْุฒِูุงَ َْููู َ ุงِูููุงَู َุฉِ ุฅََِّูู َูุง ุชُุฎُِْูู ุงْูู ِْูุนุงَุฏَ . ุฑَุจَّูุงَ ุนَََْููู ุชَََّْููููุงَ َูุฅََِْููู ุฃََูุจْูุงَ َูุฅَََْููู ุงْูู َุตِْูุฑُ . ุฑَุจَّูุงَ ุงุบِْูุฑْ َููุงَ ุฐُُْููุจَูุงَ َู ِูุฅِุฎْูุงَِููุงَ ุงَّูุฐَِْูู ุณَุจَُْูููุงَ ุจِุงูุฅِْูู ุงَِู َููุงَ ุชَุฌْุนَْู ِูู ُُْูููุจِูุงَ ุบِูุงًّ َِّّููุฐَِْูู ุฃَู َُْููุง ุฑَุจَّูุงَ ุฅَِّูุงَู ุฑَุกٌُْูู ุฑَّุญِْูู ٌ
Diantara Dua Pilar Hijau membaca do’a :
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ َูุงุฑْุญَู ْ َูุงุนُْู َูุชََูุฑَّู ْ َูุชَุฌุงََูุฒْ ุนَู َّุง ุชَุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุชَุนَْูู ُ ู ุงَูุงَ َูุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงُููู ุงูุฃَุนَุฒُّ ุงูุฃَْูุฑَู ُ
Do’a Ketika Mendekati Bukit Safa:
ุฅَِّู ุงูุตَّูุงَ َูุงูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุขุฆِุฑِ ุงِููู , َูู َْู ุญَุฌَّ ุงูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَุฌُูุงَุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู ุงَ َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑุงً َูุฅَِّู ุงَููู ุดุงَِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ
3. Do’a Sa’i perjalanan ke-3, dari bukit Safa ke bukit Marwah, di baca mulai dari bukit Safa sampai pilar hijau.
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ุฑَุจَّูุงَ ุฃَุชْู ِู ْ َููุงَ ُْููุฑَูุงَ َูุงุบِْูุฑْ َููุงَ ุฅََِّูู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِْูุฑٌ . ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงูุฎَْูุฑَ َُُّููู ุนุงَุฌَُِูู َูุฃَุฌَُِูู َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูุฐَْูุจِู َูุฃَุณْุฃََُูู ุฑَุญْู َุชََู ูุงَ ุฃَุฑْุญَู َ ุงูุฑَّุญِู َِْูู .
Diantara Dua Pilar Hijau membaca do’a:
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ َูุงุฑْุญَู ْ َูุงุนُْู َูุชََูุฑَّู ْ َูุชَุฌุงََูุฒْ ุนَู َّุง ุชَุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุชَุนَْูู ُ ู ุงَูุงَ َูุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงُููู ุงูุฃَุนَุฒُّ ุงูุฃَْูุฑَู ُ
Do’a Ketika mendekati bukit Marwah, membaca :
ุฅَِّู ุงูุตََّูุง َูุงْูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุฃุฆِุฑِ ุงِููู، َูู َْู ุญَุฌَّ ุงْูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَ ุฌََูุงุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู َุง َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑًุง َูุฅَِّู ุงَููู ุดَุงِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ
4. Do’a Sa’i perjalanan ke-4, dari bukit Marwah ke bukit Safa, di baca mulai dari bukit Marwah sampai pilar hijau :
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ู ِْู ุฎَْูุฑِ ู ุงَุชَุนَْูู ُ َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ู ุงَ ุชَุนَْูู ُ ูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ู ِْู ُِّูู ู ุงَ ุชَุนَْูู ُ ุฅَِّูุงَู ุฃَْูุชَ ุนَูุงَّู ُ ุงูุบُُْููุจِ , ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู ุงูู َُِูู ุงูุญَُّู ุงูู ُุจُِْูู , ู ُุญَู َّุฏٌ ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุตุงَุฏُِู ุงَููุนْุฏِ ุงูุฃَู ُِْูู . ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู َูู ุงَ َูุฏَْูุชَِูู ِููุฅِุณْูุงَู ِ ุฃَْู ูุงَุชَْูุฒِุนَُู ู ِِّูู ุญَุชَّู ุชَุชَََِّูููู َูุฃَูุงَ ู ُุณِْูู ٌ , ุฃَُّูููู َّ ุงุฌْุนَْู ِูู َْููุจِู ُْููุฑุงً َِููู ุณَู ْุนِู ُْููุฑุงً َِููู ุจَุดَุฑِู ُْููุฑุงً , ุฃََُّููููู َّ ุงุดْุฑَุญْ ِูู ุตَุฏْุฑِู ََููุณِّุฑْ ِูู ุฃَู ْุฑِู َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู َูุณุงَِูุณِ ุงูุตَّุฏْุฑِ َูุดَุชุงَุชِ ุงูุฃَู ْุฑِ َِููุชَْูุฉِ ุงَููุจْุฑِ , ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ู ุงَ َِููุฌُ ِูู ุงَِّْูููู َูุดَุฑِّ ู ุงَ َِููุฌُ ِูู ุงَّูููุงَุฑِ َูู ِْู ุดَุฑِّ ู ุงَ ุชَُูุจُّ ุจِِู ุงูุฑِّูุงَุญُ ูุงَ ุฃَุฑْุญَู َ ุงูุฑَّุญِู َِْูู . ุณُุจْุญุงَََูู ู ุงَ ุนَุจَุฏْูุงََู ุญََّู ุนِุจุงَุฏَุชَِู ูุงَ ุฃَُููู ุณُุจْุญุงَََูู ู ุงَุฐََูุฑْูุงََู ุญََّู ุฐِْูุฑَِู ูุงَ ุฃَُููู .
Diantara Dua Pilar Hijau membaca do’a :
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ َูุงุฑْุญَู ْ َูุงุนُْู َูุชََูุฑَّู ْ َูุชَุฌุงََูุฒْ ุนَู َّุง ุชَุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุชَุนَْูู ُ ู ุงَูุงَ َูุนَْูู ُ ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงُููู ุงูุฃَุนَุฒُّ ุงูุฃَْูุฑَู ُ
Do’a Ketika mendekati bukit Safa, membaca :
ุฅَِّู ุงูุตَّูุงَ َูุงูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุขุฆِุฑِ ุงِููู , َูู َْู ุญَุฌَّ ุงูุจَْูุชَ ุฃَِูุงุนْุชَู َุฑَ َููุงَุฌُูุงَุญَ ุนََِْููู ุฃَْู َّูุทَََّّูู ุจِِูู ุงَ َูู َْู ุชَุทََّูุนَ ุฎَْูุฑุงً َูุฅَِّู ุงَููู ุดุงَِูุฑٌ ุนَِْููู ٌ .
5. Do’a Sa’i perjalanan ke-5, dari bukit Safa ke bukit Marwah, di baca mulai dari bukit Safa sampai pilar hijau :
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ุณُุจْุญุงَََูู ู ุงَ ุฃَุนَْูู ุดَุฃََْูู ูุงَ ุฃَُููู , ุฃََُّููููู َّ ุญَุจِّุจْ ุฅَِْูููุงَ ุงูุฅِْูู ุงََู َูุฒَُِّْููู ِูู ُُْูููุจِูุงَ ََููุฑِّْู ุฅَِْูููุงَ ุงُْูููุฑَ َูุงُููุณَُْูู َูุงูุนِุตْูุงََู َูุงุฌْุนَْููุงَ ู َِู ุงูุฑَّุงุดِุฏَِْูู
Doa diantara pilar hijau
Doa ketika mendekati marwah.
6. Do’a Sa’i perjalanan ke-6, dari bukit Marwah ke bukit Safa, di baca mulai dari bukit Marwah sampai pilar hijau :
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َู ِِููู ุงูุญَู ْุฏُ ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َูุญْุฏَُู ุตَุฏََู َูุนْุฏَُู ََููุตَุฑَ ุนَุจْุฏَُู ََููุฒَู َ ุงูุฃَุญْุฒุงَุจَ َูุญْุฏَُู ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู َููุงَ َูุนْุจُุฏُ ุฅِูุงَّ ุฅِูุงَُّู ู ُุฎِْูุตَِْูู َُูู ุงูุฏَِّْูู ََْููู َูุฑَِู ุงููุงَِูุฑَُْูู . ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงُููุฏَู َูุงูุชَُّูู َูุงูุนَูุงََู َูุงูุบَِูู , ุฃََُّููููู َّ ََูู ุงูุญَู ْุฏُ ูุงََّูุฐِْู َُُْูููู َูุฎَْูุฑุงً ู ِู َّุง َُُْูููู , ุฃََُّููููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุฑِุถุงََู َูุงูุฌََّูุฉَ َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุณَุฎَุทَِู َูุงَّููุงุฑِ َูู ุงَ َُููุฑِّุจُِูู ุฅَِْูููุงَ ู ِْู ٍَْููู ุฃَْู ِูุนٍْู ุฃَْู ุนَู ٍَู . ุฃََُّููููู َّ ุจُِْููุฑَِู ุงْูุชَุฏَْููุงَ َูุจَِูุถَِْูู ุงุณْุชَุบَْْูููุงَ َِููู َََِูููู َูุฅِْูุนุงَู َِู َูุนَุทุงَุฆَِู َูุฅِุญْุณุงََِูู ุฃَุตْุจَุญْูุงَ َูุฃَู ْุณَْููุงَ ุฃَْูุชَ ุงูุฃََُّูู َููุงَ َูุจََْูู ุดَْูุกٌ َูุงูุฃَุฎِุฑُ َููุงَ ุจَุนْุฏََู ุดَْูุกٌ َูุงูุธَّุงِูุฑُ َููุงَ ุดَْูุกَ َََْูููู َูุงูุจุงَุทُِู َููุงَ ุดَْูุกَ ุฏََُْููู َูุนُْูุฐُ ุจَِู ู َِู ุงََูููุณِ َูุงَููุณَِู َูุนَุฐุงَุจِ ุงَููุจْุฑِ َِููุชَْูุฉِ ุงูุบَِูู ََููุณْุฃََُูู ุงَْูููุฒَ ุจِุงูุฌََّูุฉِ
Doa diantara pilar hijau
Doa ketika mendekat Sofa
Do’a Sa’i perjalanan ke-7, dari bukit Safa ke bukit Marwah, dibaca mulai dari bukit Safa sampai pilar hijau :
ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ ุฃَُููู ุฃَْูุจَุฑُ َูุจِْูุฑุงً َูุงูุญَู ْุฏُ ِِููู َูุซِْูุฑุงً , ุฃََُّููููู َّ ุญَุจِّุจْ ุฅََِّูู ุงูุฅِْูู ุงََู َูุฒَُِّْููู ِูู َْููุจِู ََููุฑِّْู ุฅََِّูู ุงُْูููุฑَ َูุงُููุณَُْูู َูุงูุนِุตْูุงََู َูุงุฌْุนَِْููู ู َِู ุงูุฑَّุงุดِุฏَِْูู .
Doa diantars pilar hijau
Doa ketika mendekat Marwah
D. Do’a Di Bukit Marwah Selesai Sa’i
ุฃََُّููููู َّ ุฑَุจَّูุงَ ุชََูุจَّْู ู َِّูุง َูุนุงَِููุงَ َูุงุนُْู ุนََّูุง َูุนََูู ุทุงَุนَุชَِู َูุดُْูุฑَِู ุฃَุนَِّูุง َูุนََูู ุบَْูุฑَِู ูุงَ ุชَِْูููุงَ َูุนََูู ุงูุฅِْูู ุงَِู َูุงูุฅِุณْูุงَู ِ ุงููุงَู ِِู ุฌَู ِْูุนุงً ุชَََّูููุงَ َูุฃَْูุชَ ุฑุงَุถٍ ุนََّูุง ุฃََُّููููู َّ ุงุฑْุญَู ِْูู ุจِุชَุฑِْู ุงูู َุนุงَุตِู ุฃَุจَุฏุงً ู ุงَ ุฃَุจَْْููุชَِูู َูุงุฑْุญَู ِْูู ุฃَْู ุฃَุชََََّููู ู ุงَ ูุงَ َูุนِِْْูููู َูุงุฑْุฒُِْููู ุญُุณَْู ุงَّููุธَุฑِ ِْููู ุงَ ُูุฑْุถَِْูู ุนَِّูู ูุงَ ุฃَุฑْุญَู َ ุงูุฑَّุงุญِู َِْูู .
Do’a Menggunting Rambut*
ุงَُููู ุงَْูุจَุฑْ ุงَُููู ุงَْูุจَุฑْ ุงَُููู ุงَْูุจَุฑْ ุงَْูุญَู ْุฏُ ِููู ุนََูู ู َุง َูุฏَุงَูุง َูุงْูุญَู ْุฏُ ِููู ุนََูู ู َุง ุฃَْูุนَู ََูุงุจِِู ุนَََْูููุง. ุงََُّูููู َّ َูุฐِِู َูุงุตَِูุชِู َูุชََูุจَّْู ู ِِّูู َูุงุบِْูุฑْ ุฐُُْููุจِู ุงَََُّูููู َّ ุงุบِْูุฑْ ِْููู ُุญََِِّْูููู َูุงْูู َْูุตُْูุฑَِْูู َูุงَูุงุณِุนَ ุงْูู َุบِْูุฑَุฉٍ ุงََُّูููู َّ ุงุซْุจُุชْ ِูู ุจُِِّูู ุดَุนْุฑَุฉٍ ุญَุณََูุฉً َูุงู ْุญُ ุนَِّูู ุจَِูุง ุณَِّูุฆَุฉً. َูุงุฑَْูุนْ ِْูู ุจَِูุง ุนِْูุฏََู ุฏَุฑَุฌَุฉً
Do’a Selesai Menggunting Rambut
ุงَْูุญَู ْุฏُ ِููู ุงَّูุฏِู َูุถَู ุนََูุง ู ََูุงุณََِููุง. ุงََُّูููู َّ ุฒِุฏَْูุง ุงِْูู َุงَูุง َََِْูููููุง َูุนََْููุง َูุงุบِْูุฑْ ََููุง ََِูููุงِูุฏََْููุง َِููุณَุงุฆِุฑِ ุงْูู ُุณِْูู َِْูู َูุงْูู ُุณِْูู َุงุชِ
Rabu, 18 Juli 2018
10 Sikap Hidup Bahagia - Kajian Dunia Akhirat
1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang blum tentu terjadi,
kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi !
It's all only in your mind.
2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH !!
3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang Ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.
4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.
5. Tidurlah Dengan Nyenyak.
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.
6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.
7. Hiduplah Pada Saat Ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. Demi perbaikan di masa depan.
"Be totally present"
8. Jadilah Pendengar Yang Baik.
Saat menjadi pendengar, anda belajar dan mendapatkan ide-ide baru berbeda dari orang lain.
9. Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif dan terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.
10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar. Sekecil apapun karunia yang Anda terima, akan menghasilkan hal-hal besar & s'lalu membawa Anda kepada Kebahagiaan saat Anda bersyukur.
Tetap Semangat... rubah karakter hidup sehat demi kebahagiaanmu di dunia dan akhirat kelak.
Senin, 16 Juli 2018
SUNNAH ITU BISA BERARTI DAPAT UNTUNG BESAR
Kalau kita ditanya apa arti SUNNAH pasti jawabannya "kalau di kerjakan dapat pahala dan kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa"
Padahal, kalau kita SHALAT "SUNNAH" RAWATIB 12 RAKAAT, Allah menjanjikan rumah di Surga (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² di tinggal???
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" FAJAR, pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" SYURUQ pahalanya seperti haji & umroh sempurna 3X (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" TAHAJUD, Allah angkat karirnya, dibimbing segala urusanya, diberikan solusi semua masalahnya & jika diganggu Allah akan bantu (dalilnya Al Quran)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" DHUHA, itu salah satu wasiat Rasulullah, pengganti sedekah seluruh sendi & pengganti dzikir empat kalimat agung (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita mengerjakan amalan yang "SUNNAH" yaitu berwudhu sebelum tidur, maka Allah titipkan malaikat selama kita tidur & akan dibukakan delapan pintu surga, kita boleh masuk & boleh memilihnya (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita mengerjakan amalan yang "SUNNAH" yaitu membaca doa setelah mendengarkan adzan, maka akan dapat syafa'at dari Rasulullah, diampuni dosanya & do'a kita akan dikabulkan Allah Ta'ala (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita mengerjakan amalan yang "SUNNAH" yaitu membaca Al-Qur'an 10 ayat per hari, maka Allah akan memasukan kita ke surga tertinggi yaitu surga FIRDAUS (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Untuk urusan "SUNNAH" seharusnya mulai saat ini di mindset kita bukan lagi "kalau di kerjakan dapat pahala, dan kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa" tapi diganti menjadi "kalau di kerjakan akan "DAPAT UNTUNG BESAR", dan kalau tidak di kerjakan justru akan "RUGI BESAR"
Kata-kata ah..., itu kan cuma "SUNNAH" adalah bisikan dari SETAN yang terus dihembuskan agar kita tdk melaksanakan amalan² "SUNNAH" tersebut.
Jangan lupa, AJAL atau KEMATIAN akan menjemput kita setiap saat tanpa melihat berapa tahun usia kita
SEMOGA dengan ridha Allรฃh kita semua mendapatkan rahmat, taufiq & hidayah, serta diberikan kemudahan untuk mengamalkan semua amalan² "SUNNAH" tersebut diatas, Aamin Yaa Rabb...
Mudah²an bermanfaat
Padahal, kalau kita SHALAT "SUNNAH" RAWATIB 12 RAKAAT, Allah menjanjikan rumah di Surga (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² di tinggal???
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" FAJAR, pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" SYURUQ pahalanya seperti haji & umroh sempurna 3X (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" TAHAJUD, Allah angkat karirnya, dibimbing segala urusanya, diberikan solusi semua masalahnya & jika diganggu Allah akan bantu (dalilnya Al Quran)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" DHUHA, itu salah satu wasiat Rasulullah, pengganti sedekah seluruh sendi & pengganti dzikir empat kalimat agung (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita mengerjakan amalan yang "SUNNAH" yaitu berwudhu sebelum tidur, maka Allah titipkan malaikat selama kita tidur & akan dibukakan delapan pintu surga, kita boleh masuk & boleh memilihnya (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita mengerjakan amalan yang "SUNNAH" yaitu membaca doa setelah mendengarkan adzan, maka akan dapat syafa'at dari Rasulullah, diampuni dosanya & do'a kita akan dikabulkan Allah Ta'ala (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Kalau kita mengerjakan amalan yang "SUNNAH" yaitu membaca Al-Qur'an 10 ayat per hari, maka Allah akan memasukan kita ke surga tertinggi yaitu surga FIRDAUS (haditsnya shahih)
Yakin nih enggak apa² ditinggal???
Untuk urusan "SUNNAH" seharusnya mulai saat ini di mindset kita bukan lagi "kalau di kerjakan dapat pahala, dan kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa" tapi diganti menjadi "kalau di kerjakan akan "DAPAT UNTUNG BESAR", dan kalau tidak di kerjakan justru akan "RUGI BESAR"
Kata-kata ah..., itu kan cuma "SUNNAH" adalah bisikan dari SETAN yang terus dihembuskan agar kita tdk melaksanakan amalan² "SUNNAH" tersebut.
Jangan lupa, AJAL atau KEMATIAN akan menjemput kita setiap saat tanpa melihat berapa tahun usia kita
SEMOGA dengan ridha Allรฃh kita semua mendapatkan rahmat, taufiq & hidayah, serta diberikan kemudahan untuk mengamalkan semua amalan² "SUNNAH" tersebut diatas, Aamin Yaa Rabb...
Mudah²an bermanfaat
Kamis, 12 Juli 2018
CARA BERDAKWAHNYA PARA SALAF
"BERITAHUKAN AKU SUATU NEGERI LAGI YANG TAK ADA MUSLIMIN DISANA,
AKU INGIN PINDAH KESANA".
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
ุงูุณَّูุงَู ُ ุนََُْูููู ْ َูุฑَุญْู َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُู
INILAH CARA BERDAKWAH YANG DI AJARKAN OLEH RASULULLAH ๏ทบ
Guru kita Al Habib Umar Bin Hafidz menceritakan :
"Aku mendapatkan cerita dari seseorang yang sudah lanjut usianya,
telah meninggal 3 tahun yang lalu, ia tinggal di negeri Uganda".
"Orang tua tersebut berkata :
"Aku mendapatkan surat dari seorang Habib; Al Habib Said Albid,
Beliau menulis surat kepadaku dan bertanya :
"Di Negeri kamu, apakah ada orang yang Beragama Islam?".
"Maka aku menjawab :
"Di Negeriku tidak ada orang Islam, hanya aku saja yang Beragama Islam,
Masyarakatnya semua non Muslim".
Maka Habib Said berkata :
"Tolong, carikan aku tanah di Negerimu itu,
aku mau berdagang di Negerimu dan ingin pindah kekota itu".
Dan Kampung tersebut namanya : "Arwak", berada di perbatasan Kongo dan Zaire".
"Maka aku pun memilihkan tempat untuk di jadikan toko,
dan Habib Said tinggal ditempat itu...
Jika Shalat 5 waktu, kami hanya berdua saja,
karena memang tidak ada seorang Muslim pun bersama kami".
"Kalau ada orang datang ke tokonya untuk membeli Beras,
maka Said menghadiahkan Minyak juga, maka si pembeli pun berkata :
"Mengapa ketika aku membeli Beras, engkau memberiku Minyak juga?".
"Dijawab oleh Habib :
"Ketika engkau memasak Beras, engkau pun juga butuh minyak untuk memasak bumbunya,
maka kuberikan juga Minyaknya untuk mu".
"Kalau ada Orang membeli Teh,
maka Habib menambahkan Gulanya gratis diberikan pada pembelinya itu".
"Ada yang bertanya :
"Aku cuma membeli Teh, kenapa engkau memberikan aku gula juga?".
"Dan Habib menjawab :
"Engkau pun akan memerlukan Gula saat membuat Teh".
"Maka Masyarakat terheran-heran dengan Kebaikan Habib Said itu...
Akhirnya orang-orang pun bertanya pada sang Habib :
"Engkau tinggal disini untuk berdagang,
namun mengapa engkau selalu memberi cuma-cuma kepada kami?
Bukan mencari keuntungan?".
"Setiap kali ditanya maka Habib selalu berkata:
"Agama ku Mengajarkan dan memerintahkan seperti ini dan itu".
"Tertarik dengan yang Habib sampaikan, maka mereka bertanya lagi :
"Apa Agamamu yang mengajarkan Kebaikan seperti itu?
Maka di jawab oleh Habib Said :
"Agama ku Islam dan dijelaskan kepada masyarakat itu tentang Islam".
Sehingga di Negeri itu mulai tersebar tentang Agama Islam,
maka dari situ datanglah para sesepuh di negeri tersebut
menemui Habib Said dan mereka berkata :
"Agama mu ini menarik, kami tertarik dengan Agamamu,
namun kami ini kan orang tua, kami ini jadi contoh Masyarakat disini,
kalau kami mengikuti Agama mu, kami akan malu".
"Maka Habib berkata :
"Kalau begitu,
berikan anak-anak kalian kepada ku, akan aku ajarkan kebaikan tentang Agama Islam".
"Mereka pun memberikan anak-anak nya kepada sang Habib untuk
di Ajarkan Kebaikan Ajaran Agama Islam".
"Maka Habib Said memulai Dakwah nya dengan mengenalkan Islam,
mengajarkan Ngaji, Shalat dan Akhlak-Akhlak yang Mulia".
"Ketika keluarga mereka melihat perubahan pada anak-anaknya semakin baik
dan santun serta Mulia Akhlaknya kepada orang-tua mereka, dan dalam lingkungannya,
maka para sesepuh pun, menemui Habib Said dan ingin mengikuti Agama Islam".
"Ketika semakin banyak masyarakat yang memasuki Agama Islam,
mulailah didirikan Masjid dan Shalat Jum'ah Berjamaah di Masjid itu".
"Dan Alhamdulillah, aku (Al Habib Umar bin Hafidz) sudah datang ke Negeri tersebut,
aku ditunjukkan ini tokonya dulu dan Masjid yang didirikannya untuk Shalat Jum'ah".
"Karena negeri tersebut terlalu jauh dari kota,
maka tidak ada sumber listrik memasuki negeri itu, dan kalau malam tiba,
mereka memakai obor untuk menunjukkan tempat tempat itu".
"Ketika Muslimin telah tersebar dikota itu dan Shalat Jum'ah juga telah berjalan,
maka Habib Said Albid berkata kepada temannya:
"Di negeri ini Muslimin telah tersebar luas dan Shalat Jum'ah telah berjalan...
Beritahukan aku suatu Negeri lagi yang tak ada Muslimin disana, aku ingin pindah kesana".
Catatan :
"Hingga saat ini di Negeri Arwak 100% penduduknya semuanya Beragama Islam".
"Inilah cara Berda'wah yang di Ajarkan oleh Rasulullah ๏ทบ, jalannya para Salafunashalihin.
JIKA INGIN MENYENANGKAN HATI NABI ๏ทบ,
MAKA TELADANILAH CARA BERDAKWAHNYA PARA SALAF".
"Al Habib Umar Bin Hafidz"
AKU INGIN PINDAH KESANA".
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
ุงูุณَّูุงَู ُ ุนََُْูููู ْ َูุฑَุญْู َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُู
INILAH CARA BERDAKWAH YANG DI AJARKAN OLEH RASULULLAH ๏ทบ
Guru kita Al Habib Umar Bin Hafidz menceritakan :
"Aku mendapatkan cerita dari seseorang yang sudah lanjut usianya,
telah meninggal 3 tahun yang lalu, ia tinggal di negeri Uganda".
"Orang tua tersebut berkata :
"Aku mendapatkan surat dari seorang Habib; Al Habib Said Albid,
Beliau menulis surat kepadaku dan bertanya :
"Di Negeri kamu, apakah ada orang yang Beragama Islam?".
"Maka aku menjawab :
"Di Negeriku tidak ada orang Islam, hanya aku saja yang Beragama Islam,
Masyarakatnya semua non Muslim".
Maka Habib Said berkata :
"Tolong, carikan aku tanah di Negerimu itu,
aku mau berdagang di Negerimu dan ingin pindah kekota itu".
Dan Kampung tersebut namanya : "Arwak", berada di perbatasan Kongo dan Zaire".
"Maka aku pun memilihkan tempat untuk di jadikan toko,
dan Habib Said tinggal ditempat itu...
Jika Shalat 5 waktu, kami hanya berdua saja,
karena memang tidak ada seorang Muslim pun bersama kami".
"Kalau ada orang datang ke tokonya untuk membeli Beras,
maka Said menghadiahkan Minyak juga, maka si pembeli pun berkata :
"Mengapa ketika aku membeli Beras, engkau memberiku Minyak juga?".
"Dijawab oleh Habib :
"Ketika engkau memasak Beras, engkau pun juga butuh minyak untuk memasak bumbunya,
maka kuberikan juga Minyaknya untuk mu".
"Kalau ada Orang membeli Teh,
maka Habib menambahkan Gulanya gratis diberikan pada pembelinya itu".
"Ada yang bertanya :
"Aku cuma membeli Teh, kenapa engkau memberikan aku gula juga?".
"Dan Habib menjawab :
"Engkau pun akan memerlukan Gula saat membuat Teh".
"Maka Masyarakat terheran-heran dengan Kebaikan Habib Said itu...
Akhirnya orang-orang pun bertanya pada sang Habib :
"Engkau tinggal disini untuk berdagang,
namun mengapa engkau selalu memberi cuma-cuma kepada kami?
Bukan mencari keuntungan?".
"Setiap kali ditanya maka Habib selalu berkata:
"Agama ku Mengajarkan dan memerintahkan seperti ini dan itu".
"Tertarik dengan yang Habib sampaikan, maka mereka bertanya lagi :
"Apa Agamamu yang mengajarkan Kebaikan seperti itu?
Maka di jawab oleh Habib Said :
"Agama ku Islam dan dijelaskan kepada masyarakat itu tentang Islam".
Sehingga di Negeri itu mulai tersebar tentang Agama Islam,
maka dari situ datanglah para sesepuh di negeri tersebut
menemui Habib Said dan mereka berkata :
"Agama mu ini menarik, kami tertarik dengan Agamamu,
namun kami ini kan orang tua, kami ini jadi contoh Masyarakat disini,
kalau kami mengikuti Agama mu, kami akan malu".
"Maka Habib berkata :
"Kalau begitu,
berikan anak-anak kalian kepada ku, akan aku ajarkan kebaikan tentang Agama Islam".
"Mereka pun memberikan anak-anak nya kepada sang Habib untuk
di Ajarkan Kebaikan Ajaran Agama Islam".
"Maka Habib Said memulai Dakwah nya dengan mengenalkan Islam,
mengajarkan Ngaji, Shalat dan Akhlak-Akhlak yang Mulia".
"Ketika keluarga mereka melihat perubahan pada anak-anaknya semakin baik
dan santun serta Mulia Akhlaknya kepada orang-tua mereka, dan dalam lingkungannya,
maka para sesepuh pun, menemui Habib Said dan ingin mengikuti Agama Islam".
"Ketika semakin banyak masyarakat yang memasuki Agama Islam,
mulailah didirikan Masjid dan Shalat Jum'ah Berjamaah di Masjid itu".
"Dan Alhamdulillah, aku (Al Habib Umar bin Hafidz) sudah datang ke Negeri tersebut,
aku ditunjukkan ini tokonya dulu dan Masjid yang didirikannya untuk Shalat Jum'ah".
"Karena negeri tersebut terlalu jauh dari kota,
maka tidak ada sumber listrik memasuki negeri itu, dan kalau malam tiba,
mereka memakai obor untuk menunjukkan tempat tempat itu".
"Ketika Muslimin telah tersebar dikota itu dan Shalat Jum'ah juga telah berjalan,
maka Habib Said Albid berkata kepada temannya:
"Di negeri ini Muslimin telah tersebar luas dan Shalat Jum'ah telah berjalan...
Beritahukan aku suatu Negeri lagi yang tak ada Muslimin disana, aku ingin pindah kesana".
Catatan :
"Hingga saat ini di Negeri Arwak 100% penduduknya semuanya Beragama Islam".
"Inilah cara Berda'wah yang di Ajarkan oleh Rasulullah ๏ทบ, jalannya para Salafunashalihin.
JIKA INGIN MENYENANGKAN HATI NABI ๏ทบ,
MAKA TELADANILAH CARA BERDAKWAHNYA PARA SALAF".
"Al Habib Umar Bin Hafidz"
Selasa, 10 Juli 2018
LORONG WAKTU SETELAH KEMATIAN
Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.
Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.
Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"
Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.
Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.
Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.
lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.
Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Allah Maafkan aku..
Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.
Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.
Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
Ya Allah maafkanlah aku..
Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.
Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..
Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.
Air mataku tak bisaku bendung lagi.
Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.
Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak..
Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf.. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku..
keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan sekali..........
Maka perhatikanlah dan perlakukanlah keluarga kita dengan sangat baik....
Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.
Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"
Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.
Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.
Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.
lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.
Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Allah Maafkan aku..
Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.
Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.
Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
Ya Allah maafkanlah aku..
Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.
Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..
Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.
Air mataku tak bisaku bendung lagi.
Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.
Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak..
Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf.. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku..
keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan sekali..........
Maka perhatikanlah dan perlakukanlah keluarga kita dengan sangat baik....
Selasa, 03 Juli 2018
PESAN ALAM
Kalau ingin menangkap ayam, jangan dikejar, nanti kita akan lelah dan ayam pun makin menjauh. Berikanlah ia beras dan makanan, nanti dengan mudah ia datang dengan rela.
Begitulah Rejeki, melangkahlah dengan baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu, nanti kita akan lelah tanpa hasil. Keluarkanlah sedekah, nanti rezeki akan datang menghampir tepat waktu.
Kalau ingin memelihara kupu-kupu,
Jangan tangkap kupu-kupunya,
pasti ia akan terbang.
Tetapi tanamlah bunga.
Maka kupu-kupu
akan datang sendiri
dan membentangkan sayap-sayapnya yang indah.
Bahkan bukan hanya kupu-kupu yang datang,
tetapi kawanan yang lain juga datang
lebah, capung. dan lainnya, juga akan datang
menambah warna warni keindahan.
Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini.
Ketika kita menginginkan
Kebahagiaan dan Keberuntungan,
Tanamkan kebaikan demi kebaikan,
kejujuran demi kejujuran,
Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan datang sebagai anugerah.
Oleh karena itu, selagi kita masih diberi hidup,
mari kita membangun taman-taman bunga kita, bunga kebajikan dan bunga kejujuran.
Begitulah Rejeki, melangkahlah dengan baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu, nanti kita akan lelah tanpa hasil. Keluarkanlah sedekah, nanti rezeki akan datang menghampir tepat waktu.
Kalau ingin memelihara kupu-kupu,
Jangan tangkap kupu-kupunya,
pasti ia akan terbang.
Tetapi tanamlah bunga.
Maka kupu-kupu
akan datang sendiri
dan membentangkan sayap-sayapnya yang indah.
Bahkan bukan hanya kupu-kupu yang datang,
tetapi kawanan yang lain juga datang
lebah, capung. dan lainnya, juga akan datang
menambah warna warni keindahan.
Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini.
Ketika kita menginginkan
Kebahagiaan dan Keberuntungan,
Tanamkan kebaikan demi kebaikan,
kejujuran demi kejujuran,
Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan datang sebagai anugerah.
Oleh karena itu, selagi kita masih diberi hidup,
mari kita membangun taman-taman bunga kita, bunga kebajikan dan bunga kejujuran.
Air Kelapa dan Batu Ginjal
HANCURKAN BATU GINJAL DENGAN AIR KELAPA
Tuhan Maha Adil.
Orang kaya mengatasi batu ginjal sampai harus ke Amerika. Ini pengalaman Pak Dahlan Iskan yang ditulis hari ini dalam Disway.id.
Orang miskin, cukup dengan minum kelapa hijau. Tokcer. Segar, lezat, dan ampuh.
Batu ginjal luruh berkeping-keping seperti gamping disiram air. Lalu keluar deras bersama air kencing.
Ini pengalaman saya dan entah berapa banyak yang sudah membuktikan.
Sebetulnya sebagian tulisan ini adalah komentar saya atas tulisan Pak Dahlan yang dishare hari ini. Gara-gara ini ada beberapa teman yang inbox minta resepnya.
Baiklah. Sebelumnya ijinkan saya berkisah dulu.
Pada tahun 2001, sore maghrib itu, saya mengalami sakit yang luar biasa saat buang air kecil. Mampet. Panas dingin menahan sakitnya. Air kencing sampai berdarah.
Ternyata itu yang disebut batu ginjal.
Sebelumnya saya hanya melihat kakak saya sampai menangis menderita hal yang sama. Setelah mencoba berbagai obat dan tidak mempan, kakak saya itu akhirnya mendapat resep jitu. Resep para leluhur.
Dengan resep tersebut, saya sembuh. Tidak pakai lama. Minum abis maghrib, di pagi subuh saat buar air kecil mak byooor. Amazing tenan.
Beberapa tahun berikutnya, saat mudik lebaran, ada kerabat yang bercerita kalau mau operasi batu ginjal. Rasa sakit dia rasakan makin sakit saja. Itu karena ditambah dengan memikirkan biaya operasinya.
Saya katakan: "Tenang. Nggak usah cemas". Lalu saya berikan resep ampuh pemunah batu kristal itu.
Lebaran tahun berikutnya, ia bercerita dengan penuh suka cita. Resep yang saya berikan itu telah membebaskan dia dari meja operasi. Kisah itu pun viral di desa sana.
Begitulah. Setiap ada yang menderita batu ginjal, saya berikan resep ini. Entah sudah berapa banyak orang. Dan sejauh ini belum ada yang gagal.
Nah. Ini dia resep mujarab penghancur batu ginjal itu.
Silahkan petik, manjat pohonnya, atau beli kelapa hijau di pasar. Biar tidak repot mintalah penjual sekalian memangkas bagian atasnya agar nanti mudah membuat lubang.
Oh iya. Anda harus paham. Yang namanya kelapa hijau asli, sabutnya justru berwarna merah seperti di foto ini.
Caranya, masaklah air di panci hingga mendidih. Setelah mendidih matikan kompor. Kemudian masukkan kelapa hijau itu utuh ke dalam panci berisi air mendidih itu. Lalu tutup. Diamkan selama 10 menit.
Selama 10 menit itu, silahkan dibolak-balik posisinya agar merata. Setelah itu, angkat kelapa hijau dari panci. Segera lubangi ujung atas kelapa itu dan tuangkan airnya ke dalam gelas.
Sekarang minum airnya. Rasanya sungguh lezat dan segar. Setelah itu, silahkan tidur.
Saat terbangun di pagi subuh, Anda akan terasa ingin buang air. Kini warna air kencing itu bukan coklat atau kuning lagi.
Tetapi berwarna serperti air susu. Itu adalah batu ginjal yang sudah hancur.
Lakukan hal itu maksimal tiga kali saja. Pengalaman saya, dengan dua kali minum, batu itu sudah hilang.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155704160161864&id=593706863
Tuhan Maha Adil.
Orang kaya mengatasi batu ginjal sampai harus ke Amerika. Ini pengalaman Pak Dahlan Iskan yang ditulis hari ini dalam Disway.id.
Orang miskin, cukup dengan minum kelapa hijau. Tokcer. Segar, lezat, dan ampuh.
Batu ginjal luruh berkeping-keping seperti gamping disiram air. Lalu keluar deras bersama air kencing.
Ini pengalaman saya dan entah berapa banyak yang sudah membuktikan.
Sebetulnya sebagian tulisan ini adalah komentar saya atas tulisan Pak Dahlan yang dishare hari ini. Gara-gara ini ada beberapa teman yang inbox minta resepnya.
Baiklah. Sebelumnya ijinkan saya berkisah dulu.
Pada tahun 2001, sore maghrib itu, saya mengalami sakit yang luar biasa saat buang air kecil. Mampet. Panas dingin menahan sakitnya. Air kencing sampai berdarah.
Ternyata itu yang disebut batu ginjal.
Sebelumnya saya hanya melihat kakak saya sampai menangis menderita hal yang sama. Setelah mencoba berbagai obat dan tidak mempan, kakak saya itu akhirnya mendapat resep jitu. Resep para leluhur.
Dengan resep tersebut, saya sembuh. Tidak pakai lama. Minum abis maghrib, di pagi subuh saat buar air kecil mak byooor. Amazing tenan.
Beberapa tahun berikutnya, saat mudik lebaran, ada kerabat yang bercerita kalau mau operasi batu ginjal. Rasa sakit dia rasakan makin sakit saja. Itu karena ditambah dengan memikirkan biaya operasinya.
Saya katakan: "Tenang. Nggak usah cemas". Lalu saya berikan resep ampuh pemunah batu kristal itu.
Lebaran tahun berikutnya, ia bercerita dengan penuh suka cita. Resep yang saya berikan itu telah membebaskan dia dari meja operasi. Kisah itu pun viral di desa sana.
Begitulah. Setiap ada yang menderita batu ginjal, saya berikan resep ini. Entah sudah berapa banyak orang. Dan sejauh ini belum ada yang gagal.
Nah. Ini dia resep mujarab penghancur batu ginjal itu.
Silahkan petik, manjat pohonnya, atau beli kelapa hijau di pasar. Biar tidak repot mintalah penjual sekalian memangkas bagian atasnya agar nanti mudah membuat lubang.
Oh iya. Anda harus paham. Yang namanya kelapa hijau asli, sabutnya justru berwarna merah seperti di foto ini.
Caranya, masaklah air di panci hingga mendidih. Setelah mendidih matikan kompor. Kemudian masukkan kelapa hijau itu utuh ke dalam panci berisi air mendidih itu. Lalu tutup. Diamkan selama 10 menit.
Selama 10 menit itu, silahkan dibolak-balik posisinya agar merata. Setelah itu, angkat kelapa hijau dari panci. Segera lubangi ujung atas kelapa itu dan tuangkan airnya ke dalam gelas.
Sekarang minum airnya. Rasanya sungguh lezat dan segar. Setelah itu, silahkan tidur.
Saat terbangun di pagi subuh, Anda akan terasa ingin buang air. Kini warna air kencing itu bukan coklat atau kuning lagi.
Tetapi berwarna serperti air susu. Itu adalah batu ginjal yang sudah hancur.
Lakukan hal itu maksimal tiga kali saja. Pengalaman saya, dengan dua kali minum, batu itu sudah hilang.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155704160161864&id=593706863
Minggu, 01 Juli 2018
AMAZING FROZEN GRATED LEMON
Bekukan lemon yang sudah dicuci bersih di dalam freezer.....
Setelah beku, parut kulit lemon tanpa memotongnya, dan taburi di atas makanan Anda, pada sayuran, salad, es krim, sup, sereal, mie, saus spaghetti, beras, sushi, hidangan ikan, ... daftar ini tak ada habisnya...
Semua makanan akan mendapatkan rasa indah yang tak terduga...!
Mungkin anda berpikir jus lemon hanya mengandung vitamin C.....??
Tidak lagi.....!!!
Apa keuntungan utama dari menggunakan parutan kulit lemon selain menambah rasa baru pada hidangan anda...?
Kulit lemon mengandung 5-10x lebih banyak vitamin daripada jus lemon...
Dan itulah yang telah Anda sia siakan selama ini...
Kulit lemon meremajakan kesehatan dengan memberantas unsur-unsur beracun dalam tubuh...!
Manfaat mengejutkan dari lemon adalah kemampuan ajaibnya untuk membunuh sel-sel kanker10.000 kali lebih kuat dari kemoterapi.....!!!
Mengapa kita tidak tahu tentang itu...?
Karena ada laboratorium tertarik untuk membuat versi sintetis yang akan memberi mereka keuntungan besar...!
Rasanya menyenangkan dan tidak memberi efek mengerikan seperti kemoterapi...!
Berapa banyak orang yang telah dan akan mati, sementara rahasia ini tetap tersimpan dan dijaga ketat, supaya tidak mengancam kekayaan multijutawan perusahaan besar...?
Tanaman ini adalah obat yang terbukti melawan kanker dari semua jenis...
Juga sebagai spektrum anti mikroba terhadap infeksi bakteri dan jamur, efektif terhadap parasit internal dan cacing, mengatur tekanan darah dan anti depresan, memerangi stres dan gangguan saraf...
Sumber informasi menarik ini berasal dari salah satu produsen obat terbesar di dunia, yang mengatakan bahwa setelah lebih dari 20 tes laboratorium sejak tahun 1970, mengungkapkan bahwa ekstrak lemon menghancurkan sel-sel ganas dari 12 kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru dan pankreas ... !!!
Senyawa pohon ini menunjukkan efek 10.000 kali lebih baik dari produk adriamycin , obat kemoterapi yang biasanya digunakan di dunia , dan memperlambat pertumbuhan sel kanker...!!!
Dan bahkan yang lebih mencengangkan :
jenis terapi dengan ekstrak lemon hanya menghancurkan sel-sel kanker ganas dan tidak mempengaruhi sel-sel sehat.....!!!
Jadi , cuci bersih lemon , bekukan dalam freezer, dan parut.
Seluruh tubuh Anda akan mencintai Anda untuk itu.....!!
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Share ke teman -teman
Insya Alloh Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang dengan sharing ini.
PASTIKAN BELI LEMON BILA KE PASAR
๐๐ Pemusnah Sel Kanker ๐๐
Air lemon panas boleh menolong anda seumur hidup.
Harus baca dan sebarkan walau anda sibuk.
1. ๐ Lemon panas membunuh sel kanker.
2. ๐ 2-3 irisan lemon dicelupkan dalam 1 gelas air panas, boleh menjadi air alkaline.
3. ๐ Bermanfaat bagi tubuh, diminum tiap hari sangat bermanfaat bagi siapa saja.
4. ๐ Air lemon yang panas akan menghasilkan sejenis zat anti kanker yg terasa pahit, menjadi obat kanker yang ampuh dalam pengobatan modern.
5. ๐ Air lemon dingin hanya mengandung vitamin C.
6. ๐ Ibarat buah tomat, harus dimasak terlebih dahulu baru boleh muncul Lycopene yg bermanfaat.
7. ๐ Air lemon panas terbukti boleh menekan pembengkakan dan tumor dan boleh mengatasi segala jenis tumor.
8. ๐ Lemon Extract boleh melemahkan sel kanker ganas tapi tidak merusak sel normal.
9. ๐ Citric Acid dan C Polifenol yg terdapat dalam juice lemon boleh menyesuaikan tekanan darah dan mencegah penyumbatan saluran darah, menyesuaikan sirkulasi darah, mengurangi penggumpalan darah.
10. ๐ Habis baca harus beritahu orang lain, sebarkan kasih sayang.
Sekian, selamat mencoba dan hidup lebih sehat
Setelah beku, parut kulit lemon tanpa memotongnya, dan taburi di atas makanan Anda, pada sayuran, salad, es krim, sup, sereal, mie, saus spaghetti, beras, sushi, hidangan ikan, ... daftar ini tak ada habisnya...
Semua makanan akan mendapatkan rasa indah yang tak terduga...!
Mungkin anda berpikir jus lemon hanya mengandung vitamin C.....??
Tidak lagi.....!!!
Apa keuntungan utama dari menggunakan parutan kulit lemon selain menambah rasa baru pada hidangan anda...?
Kulit lemon mengandung 5-10x lebih banyak vitamin daripada jus lemon...
Dan itulah yang telah Anda sia siakan selama ini...
Kulit lemon meremajakan kesehatan dengan memberantas unsur-unsur beracun dalam tubuh...!
Manfaat mengejutkan dari lemon adalah kemampuan ajaibnya untuk membunuh sel-sel kanker10.000 kali lebih kuat dari kemoterapi.....!!!
Mengapa kita tidak tahu tentang itu...?
Karena ada laboratorium tertarik untuk membuat versi sintetis yang akan memberi mereka keuntungan besar...!
Rasanya menyenangkan dan tidak memberi efek mengerikan seperti kemoterapi...!
Berapa banyak orang yang telah dan akan mati, sementara rahasia ini tetap tersimpan dan dijaga ketat, supaya tidak mengancam kekayaan multijutawan perusahaan besar...?
Tanaman ini adalah obat yang terbukti melawan kanker dari semua jenis...
Juga sebagai spektrum anti mikroba terhadap infeksi bakteri dan jamur, efektif terhadap parasit internal dan cacing, mengatur tekanan darah dan anti depresan, memerangi stres dan gangguan saraf...
Sumber informasi menarik ini berasal dari salah satu produsen obat terbesar di dunia, yang mengatakan bahwa setelah lebih dari 20 tes laboratorium sejak tahun 1970, mengungkapkan bahwa ekstrak lemon menghancurkan sel-sel ganas dari 12 kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru dan pankreas ... !!!
Senyawa pohon ini menunjukkan efek 10.000 kali lebih baik dari produk adriamycin , obat kemoterapi yang biasanya digunakan di dunia , dan memperlambat pertumbuhan sel kanker...!!!
Dan bahkan yang lebih mencengangkan :
jenis terapi dengan ekstrak lemon hanya menghancurkan sel-sel kanker ganas dan tidak mempengaruhi sel-sel sehat.....!!!
Jadi , cuci bersih lemon , bekukan dalam freezer, dan parut.
Seluruh tubuh Anda akan mencintai Anda untuk itu.....!!
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Share ke teman -teman
Insya Alloh Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang dengan sharing ini.
PASTIKAN BELI LEMON BILA KE PASAR
๐๐ Pemusnah Sel Kanker ๐๐
Air lemon panas boleh menolong anda seumur hidup.
Harus baca dan sebarkan walau anda sibuk.
1. ๐ Lemon panas membunuh sel kanker.
2. ๐ 2-3 irisan lemon dicelupkan dalam 1 gelas air panas, boleh menjadi air alkaline.
3. ๐ Bermanfaat bagi tubuh, diminum tiap hari sangat bermanfaat bagi siapa saja.
4. ๐ Air lemon yang panas akan menghasilkan sejenis zat anti kanker yg terasa pahit, menjadi obat kanker yang ampuh dalam pengobatan modern.
5. ๐ Air lemon dingin hanya mengandung vitamin C.
6. ๐ Ibarat buah tomat, harus dimasak terlebih dahulu baru boleh muncul Lycopene yg bermanfaat.
7. ๐ Air lemon panas terbukti boleh menekan pembengkakan dan tumor dan boleh mengatasi segala jenis tumor.
8. ๐ Lemon Extract boleh melemahkan sel kanker ganas tapi tidak merusak sel normal.
9. ๐ Citric Acid dan C Polifenol yg terdapat dalam juice lemon boleh menyesuaikan tekanan darah dan mencegah penyumbatan saluran darah, menyesuaikan sirkulasi darah, mengurangi penggumpalan darah.
10. ๐ Habis baca harus beritahu orang lain, sebarkan kasih sayang.
Sekian, selamat mencoba dan hidup lebih sehat
Sabtu, 30 Juni 2018
Moringa Oelivera
Di Eropa dan Amerika sedang happening sekali disebutnya Miracle Tree
Ternyata itu di Indonesia namanya pohon KELOR
Khasiatnya Tidak Ada Yang Menandingi...
Kandungan Vitamin dan Mineralnya... daun KELOR ter-Tinggi diantara buah atau sayuran...
- Vit C nya dalam daun KELOR kadar yang sama adalah 3x buah Jeruk...
- Proteinnya 3x
- Kalsiumnya 7X dibanding Susu
Di Jerman di jual Ekstraknya dalam kapsul Sangat Mahal... namanya Kapsul Mohinga ....
Hanya dengan makan daun KELOR saja...
semua kebutuhan nutrisi telah terpenuhi...
dan mudah terserap tubuh
karena pada dasarnya manusia dari struktur pencernaan adalah HERBIVORA / pemakan daun2an.
Alhamdulillah ...
Murah dan menyembuhkan segala penyakit...
diantaranya...
- Kanker Stadium 4
- Jantung
- Diabetes
- Kolesterol
- Asam Urat
dan...
- Penyakit Degeneratif lain... dan hebatnya nikmat dimakan...
Pohon yang mudah ditanam dan karena khasiatnya luarbiasa
maka alangkah baiknya ditanam di rumah, di kantor, di taman umum
langsung di tanah atau di pot.
Ketika di konfirmasi kebenaran konten ini kepada Prof. Rudy Purwanto (IPB)
Beliau membenarkan konten ini
Beliau katakan bahwa KELOR
merupakan tanaman yang istimewa untuk obat.
Ternyata
untuk sehat tidak harus mahal
tidak perlu perawatan kesehatan ke luar negeri bukan ... ?
Bisa dimulai dari pekarangan rumah kita
MORINGA OLIVERA udah diakui oleh FAO
#melanxingHebring
#LseHerba
POHON AJAIB KELOR telah dinobatkan oleh WHO sebagai pohon ajaib
Seiring berjalannya waktu penelitian ilmiah tentang manfaat daun kelor yang didengungkan sejak dahulu pun diteliti secara ilmiah. Seorang ahli obat tradisional, Gunter Harnisch dalam pengantar buku mengenai kejaiban pohon kelor menyebutkan keunggulan tanaman kelor berdasarkan beberapa penelitian seperti diungkapkan Peneliti Senior Bidang Etnobotani Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Eko B. Walujo dalam Seminar Ilmiah Tanaman Obat Kelor di Kantor Badan POM, Jakarta pada Rabu (12/8/2015).
Berikut keunggulan tanaman kelor dibandingkan sayuran yang lain:
- 2X lebih banyak dari protein pada kedelai.
- 6X lebih banyak dari Vitamin C pada jeruk.
- 4X lebih banyak dari Vitamin A pada wortel.
- 4X lebih banyak dari kalsium pada susu.
- 7X lebih banyak dari kalium pada pisang.
- 7X lebih banyak dari vitamin B1 dan B2 pada ragi.
- 6X lebih banyak dari polifenol pada anggur merah.
- 4X lebih banyak dari asam folat pada hati sapi.
- 4X lebih banyak dari vitamin E pada gandum.
- 2X lebih banyak dari serat pada gandum.
- 1,5X lebih banyak dari asam amino esensial pada telur
- 25X lebih banyak dari zat besi pada bayam.
Manfaat Daun Kelor :
1. Menurunkan tekanan darah tinggi.
2. Mengurangi kolesterol
3. Meningkatkan kinerja jantung
4. Menurunkan kadar gula dlm darah / diabetes
5. Sebagai Antioksidan, mengeluarkan racun dlm tubuh
6. Anti kanker, tumor
7. Mencegah kerusakan hati dan ginjal
8. Mengatasi kemandulan
9. Menyembuhkan penyakit SPLENOMEGALI yaitu terjadinya pembengkakan pada limpa
10. Mempercepat produksi sel darah merah ( baik diminum untuk ibu2 pasca kelahiran).
11. Memperkuat Rahim
12. Membantu meringankan sakit pegal karena asam urat dan rematik.
Semoga bermanfaat...๐
Ternyata itu di Indonesia namanya pohon KELOR
Khasiatnya Tidak Ada Yang Menandingi...
Kandungan Vitamin dan Mineralnya... daun KELOR ter-Tinggi diantara buah atau sayuran...
- Vit C nya dalam daun KELOR kadar yang sama adalah 3x buah Jeruk...
- Proteinnya 3x
- Kalsiumnya 7X dibanding Susu
Di Jerman di jual Ekstraknya dalam kapsul Sangat Mahal... namanya Kapsul Mohinga ....
Hanya dengan makan daun KELOR saja...
semua kebutuhan nutrisi telah terpenuhi...
dan mudah terserap tubuh
karena pada dasarnya manusia dari struktur pencernaan adalah HERBIVORA / pemakan daun2an.
Alhamdulillah ...
Murah dan menyembuhkan segala penyakit...
diantaranya...
- Kanker Stadium 4
- Jantung
- Diabetes
- Kolesterol
- Asam Urat
dan...
- Penyakit Degeneratif lain... dan hebatnya nikmat dimakan...
Pohon yang mudah ditanam dan karena khasiatnya luarbiasa
maka alangkah baiknya ditanam di rumah, di kantor, di taman umum
langsung di tanah atau di pot.
Ketika di konfirmasi kebenaran konten ini kepada Prof. Rudy Purwanto (IPB)
Beliau membenarkan konten ini
Beliau katakan bahwa KELOR
merupakan tanaman yang istimewa untuk obat.
Ternyata
untuk sehat tidak harus mahal
tidak perlu perawatan kesehatan ke luar negeri bukan ... ?
Bisa dimulai dari pekarangan rumah kita
MORINGA OLIVERA udah diakui oleh FAO
#melanxingHebring
#LseHerba
POHON AJAIB KELOR telah dinobatkan oleh WHO sebagai pohon ajaib
Seiring berjalannya waktu penelitian ilmiah tentang manfaat daun kelor yang didengungkan sejak dahulu pun diteliti secara ilmiah. Seorang ahli obat tradisional, Gunter Harnisch dalam pengantar buku mengenai kejaiban pohon kelor menyebutkan keunggulan tanaman kelor berdasarkan beberapa penelitian seperti diungkapkan Peneliti Senior Bidang Etnobotani Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Eko B. Walujo dalam Seminar Ilmiah Tanaman Obat Kelor di Kantor Badan POM, Jakarta pada Rabu (12/8/2015).
Berikut keunggulan tanaman kelor dibandingkan sayuran yang lain:
- 2X lebih banyak dari protein pada kedelai.
- 6X lebih banyak dari Vitamin C pada jeruk.
- 4X lebih banyak dari Vitamin A pada wortel.
- 4X lebih banyak dari kalsium pada susu.
- 7X lebih banyak dari kalium pada pisang.
- 7X lebih banyak dari vitamin B1 dan B2 pada ragi.
- 6X lebih banyak dari polifenol pada anggur merah.
- 4X lebih banyak dari asam folat pada hati sapi.
- 4X lebih banyak dari vitamin E pada gandum.
- 2X lebih banyak dari serat pada gandum.
- 1,5X lebih banyak dari asam amino esensial pada telur
- 25X lebih banyak dari zat besi pada bayam.
Manfaat Daun Kelor :
1. Menurunkan tekanan darah tinggi.
2. Mengurangi kolesterol
3. Meningkatkan kinerja jantung
4. Menurunkan kadar gula dlm darah / diabetes
5. Sebagai Antioksidan, mengeluarkan racun dlm tubuh
6. Anti kanker, tumor
7. Mencegah kerusakan hati dan ginjal
8. Mengatasi kemandulan
9. Menyembuhkan penyakit SPLENOMEGALI yaitu terjadinya pembengkakan pada limpa
10. Mempercepat produksi sel darah merah ( baik diminum untuk ibu2 pasca kelahiran).
11. Memperkuat Rahim
12. Membantu meringankan sakit pegal karena asam urat dan rematik.
Semoga bermanfaat...๐
Langganan:
Postingan (Atom)



