Senin, 19 Desember 2016
Burung Pipit dan Nabi Ibrahim a.s
Nabi Ibrahim AS menghancurkan patung-patung sesembahan masyarakatnya. Kalau sekarang, ia adalah seorang radikal-ekstremis, anti-toleransi dan jelas-jelas anarkis. Dulu pun kurang lebih sama. Ibrahim pun ditangkap, diadili, disidang di hadapan Raja Namruj dan keputusannya adalah ia harus dibakar hidup-hidup oleh sebuah api besar. Ibrahim pasrah. Tak perlu ia bela diri karena memang ia melakukannya, penuh keyakinan dan bertanggung jawab.
Saat Ibrahim dibakar, konon, seekor burung Pipit terbang dengan membawa setetes air. Sebelum terbang, seekor cecak bertanya kepada si burung:
"Untuk apa kamu bawa air itu?"
"Untuk memadamkan api yang sedang membakar kekasih Allah, Ibrahim," jawab si burung Pipit.
"Hahaha ... tak ada gunanya air yang kamu bawa itu!"
"Aku tahu," kata si burung, "tapi dengan ini aku ingin menegaskan di pihak mana aku berada."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar