Jumat, 08 Desember 2017
Hikmah Berteman dan Bersaudara
Hikmah berteman dan bersaudara dengan berbagai Karakter :*
1. Ada TEMAN yang bersifat keras,
dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas.*
2. Ada TEMAN yang lembut,
dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.
3. Ada TEMAN yang cuek dan masa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.
4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita *berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.
5. Ada TEMAN yang jahat & hanya memanfaatkan kebaikan orang lain,
sebenarnya dia adalah orang yg membuat *kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.
Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik & mendidik kita
Perlu kita tau
"Besi menajamkan besi dan manusia memandaikan sesamanya".
Tanpa orang-orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman & tidak berkembang.
Bersyukurlah kepada ALLAH SWT
selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita.
Karena Allah tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.
Karena karakter orang seperti diatas tadi secara tidak langsung selain melatih kesabaran kita, juga membuat kita semakin DEWASA & BIJAKSANA
Ketika ada *orang bicara mengenai kita di belakang, itu adalah tanda bahwa kita sudah ada di depan mereka
Saat *orang bicara merendahkan diri kita, itu adalah tabda bahwa kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka
Saat *orang bicara dengan nada iri mengenai kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka.
Saat *orang bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari mereka.
```☂Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi Dengan Payung membuat kita bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai Tujuan.✊```
Orang pintar bisa gagal,
Orang hebat bisa jatuh,
Tetapi orang yang RENDAH HATI & SABAR
dalam segala hal akan selalu mendapat jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena kokoh pijakannya.
~--------------------------------------------~
INDAHNYA KEBERSAMAAN
TAHUKAH ANTUM
🐪 Sudah tahukah antum bahwa Rasulullah tdk pernah meninggalkan sholat berjamaah, sejak shalat diwajibkan malam isra mi'raj hingga shalat terakhir dalam hidup beliau?
🐪 Tahukah antum bahwa banyak di antara para ulama yg seumur hidupnya tidak pernah shalat fardhu sendirian dan selalu berjamaah sampai akhir hayat mereka?
🐪 Tahukah antum bahwa diantara mereka ada yg rela walaupun harus membayar orang demi menemani shalat berjamaah?
🐪 Tahukah antum bahwa ada sebagian ulama yg pernah menangis selama 40 hari krn merasa rugi yg amat mendalam sebab tertinggal satu sholat fardhu berjamaah saja?
🐪 Tahukah antum antum bahwa Imam Said bin Musayyib selama 40 tahun tidak ketinggalan takbiratulihramnya imam?
🐪 Tahukah antum bahwa bila antum shalat berjamaah maka sholat antum dapat dipastikan diterima oleh اَللّهُ ?
🐪 Tahukah antum bahwa khusus utk shalat isya dan subuh berjamaah berpahala seperti shalat setengah malam dan semalam suntuk?
🐪 Tahukah antum bahwa orang yg shalat subuh berjamaah, maka dihari itu kehidupannya dibawah perlindungan اَللّهُ ? Artinya, bila ada orang yg mengusiknya maka dia berurusan langsng dgn اَللّهُ ?
🐪 Tahukah antum bahwa shalat subuh dan ashar berjamaah disaksikan oleh malaikat siang dan malam?
🐪 Tahukah antum bahwa perjalanan ke masjid merupakan ciri keimanan seseorang, setiap langkah menghapus dosa dan menaikkan derajat?
🐪 Tahukah antum bahwa Abdullah bin Ummi Maktum yang buta diwajibkan shalat berjamaah di masjid?
🐪 Tahukah antum bahwa shalat berjamaah pahalanya 27 kali lipat?
🐪 Tahukah antum bahwa karena begitu sakralnya shalat berjamaah sehingga dalam madzhab hanafi difatwakan bahwa hukum shalat berjamaah adalah wajib?
🐪 Tahukah antum bahwa setan akan leluasa berkuasa di sebuah perkampungan, bila penghuninya tdk ada yg sholat berjamaah?
🐫Tahukah antum bahwa dalam suatu hadits, Rasulullah SAW sempat mengancam bahkan Rasulullah SAW gregetan kepada orang yg meninggalkan shalat berjamaah hingga berkeinginan membakar rumah mereka?
🐪 Tahukah antum bahwa sahabat Ibnu Mas'ud RA, pernah mengatakan "kami saksikan saat Nabi Muhammad SAW masih hidup tidak seorangpun, ada yg meninggalkan sholat berjamaah kecuali hanya orang2 munafik tulen"?
🐪 Tahukah antum bahwa bila antum menyebar info ini maka antum tdk akan rugi atau menjadi hina, malahan, insya اَللّهُ akan berpotensi mendapat kebaikan yg tak terhingga? Semoga mendapat hidayah bersama.
*آمين يا رب العالمين. ...*
Selasa, 04 Juli 2017
THE LAST LECTURE (Pengajaran Terakhir)
Karya Ausberg
KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK, terdiri atas
1. Personality
2. Community
3. Life.
Berikut penjelasannya:
A. PERSONALITY:
B. COMMUNITY:
C. LIFE
So, be happy
Mati tdk menunnggu Tua....Mati tidak menunggu sakit...nikmati hidup....sebelum hidup tidak bisa di nikmati.
#motivasi
KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK, terdiri atas
1. Personality
2. Community
3. Life.
Berikut penjelasannya:
A. PERSONALITY:
- Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.
- Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
- Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
- Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
- Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.
- Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).
- Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
- Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
- Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.
- Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa ini.
- Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
- Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.
- Senyumlah dan tertawalah.
- Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.
B. COMMUNITY:
- Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
- Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
- Ampuni setiap orang untuk segala hal
- Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
- Coba untuk membuat............. paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
- Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
- Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik
C. LIFE
- Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
- Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.
- Lakukan hal yang benar.
- Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.
- Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!.
- Yang terbaik belumlah tiba.
- Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.
- Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.
- Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita.
So, be happy
Mati tdk menunnggu Tua....Mati tidak menunggu sakit...nikmati hidup....sebelum hidup tidak bisa di nikmati.
#motivasi
Kamis, 22 Juni 2017
Ayat² Rukyah
----------------------------------------------------------------------------
*(الآيات الرقية الشرعية. من الكتاب والسنة. الشاملة.)*
----------------------------------------------------------------------------
*Ayat-ayat Ruqyah Syar'iyyah Minal-Kitaab was-Sunnah Lengkap.*
----------------------------------------------------------------------------
01. Al-Faatihah : 01-07.
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ﴿١} ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٢﴾ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ﴿٣}مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ﴿٧﴾
02. Al-Baqarah : 01-05.
الٓمٓ ﴿١﴾ ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾
03. Al-Baqarah : 102
وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ﴿١٠٢﴾
04. Al-Baqarah : 137
فَإِنْ ءَامَنُوا۟ بِمِثْلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا هُمْ فِى شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ ﴿١٣٧﴾
05. Al-Baqarah : 164
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ﴿١٦٤﴾
06. Al-Baqarah 255-257
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾ لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿٢٥٦﴾ ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿٢٥٧﴾
07. Al-Baqarah : 284-286
لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٨٤﴾ ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ ﴿٢٨٦﴾
08. ali-Imran : 01-10
الٓمٓ ﴿١﴾ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ﴿٢﴾ نَزَّلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ ﴿٣﴾ مِن قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ ٱلْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ ذُو ٱنتِقَامٍ ﴿٤﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَىْءٌ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ ﴿٥﴾ هُوَ ٱلَّذِى يُصَوِّرُكُمْ فِى ٱلْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَآءُ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ﴿٦﴾ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ ﴿٧﴾ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ ﴿٨﴾ رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ ﴿٩﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَن تُغْنِىَ عَنْهُمْ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ وَقُودُ ٱلنَّارِ ﴿١٠﴾
09. ali-Imran : 18-19
شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ﴿١٨﴾ إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ ﴿١٩﴾
10. ali-Imran : 85
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ ﴿٨٥﴾
11. ali-Imran : 173-174
ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ ﴿١٧٣﴾ فَٱنقَلَبُوا۟ بِنِعْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوٓءٌ وَٱتَّبَعُوا۟ رِضْوَٰنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ ﴿١٧٤﴾
12. ali-Imran : 190-191
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ﴿١٩٠﴾ ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ﴿١٩١﴾
13. an-Nissaa' : 54-56
أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا ﴿٥٤﴾ فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا ﴿٥٥﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا ﴿٥٦﴾
14. Al-An'aam : 17
وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ﴿١٧﴾
15. Al-A'raaf : 54-56
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٥٤﴾ ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ ﴿٥٥﴾ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿٥٦﴾
16. al-A'raaf : 117-122
۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ ﴿١١٧﴾ فَوَقَعَ ٱلْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿١١٨﴾ فَغُلِبُوا۟ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُوا۟ صَٰغِرِينَ ﴿١١٩﴾ وَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ ﴿١٢٠﴾ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿١٢١﴾ رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ﴿١٢٢﴾
17. at-Taubah : 01
بَرَآءَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلَّذِينَ عَٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿١﴾
18. at-Taubah : 14
قَٰتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ ﴿١٤﴾
19. at-Taubah : 26
ثُمَّ أَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْكَٰفِرِينَ ﴿٢٦﴾
20. at-Taubah : 40
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٤٠﴾
21. Al-Israa : 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢﴾
22. Al-Kahfi : 39
وَلَوْلَآ إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالًا وَوَلَدًا ﴿٣٩﴾
23. Thahaarah : 65-69
قَالُوا۟ يَٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَىٰ ﴿٦٥﴾ قَالَ بَلْ أَلْقُوا۟ ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ ﴿٦٦﴾ فَأَوْجَسَ فِى نَفْسِهِۦ خِيفَةً مُّوسَىٰ ﴿٦٧﴾ قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْأَعْلَىٰ ﴿٦٨﴾ وَأَلْقِ مَا فِى يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوٓا۟ ۖ إِنَّمَا صَنَعُوا۟ كَيْدُ سَٰحِرٍ ۖ وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ ﴿٦٩﴾
24. Al-Mu'minuun : 97-98
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ ﴿٩٧﴾ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ ﴿٩٨﴾
25. Al-Mu'minuun : 115-118
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ ﴿١١٥﴾ فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ ﴿١١٦﴾ وَمَن يَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١١٧﴾ وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ ﴿١١٨﴾
26. Yaasiin : 01-09
يسٓ ﴿١﴾ وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ ﴿٢﴾ إِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿٣﴾ عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٤﴾ تَنزِيلَ ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿٥﴾ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ ﴿٦﴾ لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٧﴾ إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ ﴿٨﴾ وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ ﴿٩﴾
27. Ash-Shooffaat : 01-10
وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفًّا ﴿١﴾ فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجْرًا ﴿٢﴾ فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكْرًا ﴿٣﴾ إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَٰحِدٌ ﴿٤﴾ رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ ٱلْمَشَٰرِقِ ﴿٥﴾ إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ ﴿٦﴾ وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَٰنٍ مَّارِدٍ ﴿٧﴾ لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلْمَلَإِ ٱلْأَعْلَىٰ وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ ﴿٨﴾ دُحُورًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ ﴿٩﴾ إِلَّا مَنْ خَطِفَ ٱلْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌ ثَاقِبٌ ﴿١٠﴾
28. Ash-Shooffaat : 11-18
فَٱسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَآ ۚ إِنَّا خَلَقْنَٰهُم مِّن طِينٍ لَّازِبٍۭ ﴿١١﴾ بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ ﴿١٢﴾ وَإِذَا ذُكِّرُوا۟ لَا يَذْكُرُونَ ﴿١٣﴾ وَإِذَا رَأَوْا۟ ءَايَةً يَسْتَسْخِرُونَ ﴿١٤﴾ وَقَالُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ ﴿١٥﴾ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿١٦﴾ أَوَءَابَآؤُنَا ٱلْأَوَّلُونَ ﴿١٧﴾ قُلْ نَعَمْ وَأَنتُمْ دَٰخِرُونَ ﴿١٨﴾
29. Fushilat : 44
وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ ﴿٤٤﴾
30. Al-Ahqaaf : 29-32
وَإِذْ صَرَفْنَآ إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقُرْءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓا۟ أَنصِتُوا۟ ۖ فَلَمَّا قُضِىَ وَلَّوْا۟ إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ ﴿٢٩﴾ قَالُوا۟ يَٰقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٣٠﴾ يَٰقَوْمَنَآ أَجِيبُوا۟ دَاعِىَ ٱللَّهِ وَءَامِنُوا۟ بِهِۦ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٣١﴾ وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِىَ ٱللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءُ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ ﴿٣٢﴾
31. Al-Fath : 04
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿٤﴾
32. Al-Fath : 26
إِذْ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ ٱلتَّقْوَىٰ وَكَانُوٓا۟ أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا ﴿٢٦﴾
33. Ar-Rahmaan : 31-35
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ ﴿٣١﴾ فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٢﴾ يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ إِنِ ٱسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا۟ مِنْ أَقْطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ فَٱنفُذُوا۟ ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَٰنٍ ﴿٣٣﴾ فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٤﴾ يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ ﴿٣٥﴾
34. Al-Hasyr : 21-24
لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُۥ خَٰشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١﴾ هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ ﴿٢٢﴾ هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٢٣﴾ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ﴿٢٤﴾
35. Al-Mulk : 01-04
تَبَٰرَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ﴿١﴾ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ ﴿٢﴾ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ طِبَاقًا ۖ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٍ ۖ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ ﴿٣﴾ ثُمَّ ٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ ٱلْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ ﴿٤﴾
36. al-Qolam : 51-52
وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَٰرِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا۟ ٱلذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجْنُونٌ ﴿٥١﴾ وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَٰلَمِينَ ﴿٥٢﴾
37. Al-Jinn : 01-09
قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ ٱسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَقَالُوٓا۟ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا ﴿١﴾ يَهْدِىٓ إِلَى ٱلرُّشْدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦ ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًا ﴿٢﴾ وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةً وَلَا وَلَدًا ﴿٣﴾ وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطًا ﴿٤﴾ وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن تَقُولَ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ﴿٥﴾ وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا ﴿٦﴾ وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا۟ كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ ٱللَّهُ أَحَدًا ﴿٧﴾ وَأَنَّا لَمَسْنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدْنَٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا ﴿٨﴾ وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَٰعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَن يَسْتَمِعِ ٱلْءَانَ يَجِدْ لَهُۥ شِهَابًا رَّصَدًا ﴿٩﴾
38. Al-Kaafiruun : 01-06
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١﴾ لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿٦﴾
39. Al-Ikhlas : 01-04
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤﴾
40. Al-Falaq : 01-05
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
41. An-Naas : 01-06
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ ٱلنَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ﴿٦﴾
----------------------------------------------------------------------------
*الرقية الشرعية من السنة النبوية.*
----------------------------------------------------------------------------
١. بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك، ومن شر كل نفس أو عين حاسد، ألله يشفيك، بسم الله أرقيك.
٢. بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا فى السماء وهو السميع العليم.
٣. أسأل الله العظيم، رب العرش العظيم أن يشفيك. ٧x
٤. بسم الله (٣x), أعوذ بغزة الله وقدرته من شر ما أجد و أحاذر (٧x).
٥. اللهم رب الناس أذهب الباءس، إشفه، أنت الشافي، لا شفاء إلا شفاؤك، شفاء لا يغادر سقما.
٦. أعوذ بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة، ومن كل عين لامة.
٧. أعوذ بكلمات الله التامة من غضبه وشر عباده، ومن همزات الشياطين، و أن يحضرون.
٨. أعوذ بكلمات الله التامة التي لا يجاوزهن بر ولا فاجر، من شر ما خلق وبرأ وذرأ، ومن شر ما ينزل من السماء ومن شر ما يعرج فيها، ومن شر ما ذرأ في الأرض، ومن شر ما يخرج منها، ومن شر فتن الليل والنهار، ومن شر كل طارق إلا طارقا بخير يا رحمان.
٩. اللهم رب السموات السبع ورب العرش العظيم، ربنا ورب كل شيء فالق الحب والنوى، ومنزل التوراة والإنجيل والقرأن، أعوذ بك من شر كل شيء أنت أخذ بناصيته، أنت الأول فليس قبلك شئ، وأنت الآخر فليس بعدك شيء، وأنت الظاهر فليس فوقك شيء، وأنت الباطن فليس دونك شيء.
١٠. اللهم ذو السلطان العظيم، والمن القديم، ذو الوجه الكريم، ولي الكلمات التامات، والدعوات المستجابات، اللهم اشفني من أنفس الجن و أعين الإنس.
--------------------------------------------------------------
*(الآيات الرقية الشرعية. من الكتاب والسنة. الشاملة.)*
----------------------------------------------------------------------------
*Ayat-ayat Ruqyah Syar'iyyah Minal-Kitaab was-Sunnah Lengkap.*
----------------------------------------------------------------------------
01. Al-Faatihah : 01-07.
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ﴿١} ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٢﴾ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ﴿٣}مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ﴿٧﴾
02. Al-Baqarah : 01-05.
الٓمٓ ﴿١﴾ ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾
03. Al-Baqarah : 102
وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ﴿١٠٢﴾
04. Al-Baqarah : 137
فَإِنْ ءَامَنُوا۟ بِمِثْلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا هُمْ فِى شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ ﴿١٣٧﴾
05. Al-Baqarah : 164
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ﴿١٦٤﴾
06. Al-Baqarah 255-257
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾ لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿٢٥٦﴾ ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿٢٥٧﴾
07. Al-Baqarah : 284-286
لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٨٤﴾ ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ ﴿٢٨٦﴾
08. ali-Imran : 01-10
الٓمٓ ﴿١﴾ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ﴿٢﴾ نَزَّلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ ﴿٣﴾ مِن قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ ٱلْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ ذُو ٱنتِقَامٍ ﴿٤﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَىْءٌ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ ﴿٥﴾ هُوَ ٱلَّذِى يُصَوِّرُكُمْ فِى ٱلْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَآءُ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ﴿٦﴾ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ ﴿٧﴾ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ ﴿٨﴾ رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ ﴿٩﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَن تُغْنِىَ عَنْهُمْ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ وَقُودُ ٱلنَّارِ ﴿١٠﴾
09. ali-Imran : 18-19
شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ﴿١٨﴾ إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ ﴿١٩﴾
10. ali-Imran : 85
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ ﴿٨٥﴾
11. ali-Imran : 173-174
ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ ﴿١٧٣﴾ فَٱنقَلَبُوا۟ بِنِعْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوٓءٌ وَٱتَّبَعُوا۟ رِضْوَٰنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ ﴿١٧٤﴾
12. ali-Imran : 190-191
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ﴿١٩٠﴾ ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ﴿١٩١﴾
13. an-Nissaa' : 54-56
أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا ﴿٥٤﴾ فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا ﴿٥٥﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا ﴿٥٦﴾
14. Al-An'aam : 17
وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ﴿١٧﴾
15. Al-A'raaf : 54-56
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٥٤﴾ ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ ﴿٥٥﴾ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿٥٦﴾
16. al-A'raaf : 117-122
۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ ﴿١١٧﴾ فَوَقَعَ ٱلْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿١١٨﴾ فَغُلِبُوا۟ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُوا۟ صَٰغِرِينَ ﴿١١٩﴾ وَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ ﴿١٢٠﴾ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿١٢١﴾ رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ﴿١٢٢﴾
17. at-Taubah : 01
بَرَآءَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلَّذِينَ عَٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿١﴾
18. at-Taubah : 14
قَٰتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ ﴿١٤﴾
19. at-Taubah : 26
ثُمَّ أَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْكَٰفِرِينَ ﴿٢٦﴾
20. at-Taubah : 40
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٤٠﴾
21. Al-Israa : 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢﴾
22. Al-Kahfi : 39
وَلَوْلَآ إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالًا وَوَلَدًا ﴿٣٩﴾
23. Thahaarah : 65-69
قَالُوا۟ يَٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَىٰ ﴿٦٥﴾ قَالَ بَلْ أَلْقُوا۟ ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ ﴿٦٦﴾ فَأَوْجَسَ فِى نَفْسِهِۦ خِيفَةً مُّوسَىٰ ﴿٦٧﴾ قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْأَعْلَىٰ ﴿٦٨﴾ وَأَلْقِ مَا فِى يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوٓا۟ ۖ إِنَّمَا صَنَعُوا۟ كَيْدُ سَٰحِرٍ ۖ وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ ﴿٦٩﴾
24. Al-Mu'minuun : 97-98
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ ﴿٩٧﴾ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ ﴿٩٨﴾
25. Al-Mu'minuun : 115-118
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ ﴿١١٥﴾ فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ ﴿١١٦﴾ وَمَن يَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١١٧﴾ وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ ﴿١١٨﴾
26. Yaasiin : 01-09
يسٓ ﴿١﴾ وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ ﴿٢﴾ إِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿٣﴾ عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٤﴾ تَنزِيلَ ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿٥﴾ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ ﴿٦﴾ لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٧﴾ إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ ﴿٨﴾ وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ ﴿٩﴾
27. Ash-Shooffaat : 01-10
وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفًّا ﴿١﴾ فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجْرًا ﴿٢﴾ فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكْرًا ﴿٣﴾ إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَٰحِدٌ ﴿٤﴾ رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ ٱلْمَشَٰرِقِ ﴿٥﴾ إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ ﴿٦﴾ وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَٰنٍ مَّارِدٍ ﴿٧﴾ لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلْمَلَإِ ٱلْأَعْلَىٰ وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ ﴿٨﴾ دُحُورًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ ﴿٩﴾ إِلَّا مَنْ خَطِفَ ٱلْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌ ثَاقِبٌ ﴿١٠﴾
28. Ash-Shooffaat : 11-18
فَٱسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَآ ۚ إِنَّا خَلَقْنَٰهُم مِّن طِينٍ لَّازِبٍۭ ﴿١١﴾ بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ ﴿١٢﴾ وَإِذَا ذُكِّرُوا۟ لَا يَذْكُرُونَ ﴿١٣﴾ وَإِذَا رَأَوْا۟ ءَايَةً يَسْتَسْخِرُونَ ﴿١٤﴾ وَقَالُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ ﴿١٥﴾ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿١٦﴾ أَوَءَابَآؤُنَا ٱلْأَوَّلُونَ ﴿١٧﴾ قُلْ نَعَمْ وَأَنتُمْ دَٰخِرُونَ ﴿١٨﴾
29. Fushilat : 44
وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ ﴿٤٤﴾
30. Al-Ahqaaf : 29-32
وَإِذْ صَرَفْنَآ إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقُرْءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓا۟ أَنصِتُوا۟ ۖ فَلَمَّا قُضِىَ وَلَّوْا۟ إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ ﴿٢٩﴾ قَالُوا۟ يَٰقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٣٠﴾ يَٰقَوْمَنَآ أَجِيبُوا۟ دَاعِىَ ٱللَّهِ وَءَامِنُوا۟ بِهِۦ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٣١﴾ وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِىَ ٱللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءُ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ ﴿٣٢﴾
31. Al-Fath : 04
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿٤﴾
32. Al-Fath : 26
إِذْ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ ٱلتَّقْوَىٰ وَكَانُوٓا۟ أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا ﴿٢٦﴾
33. Ar-Rahmaan : 31-35
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ ﴿٣١﴾ فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٢﴾ يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ إِنِ ٱسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا۟ مِنْ أَقْطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ فَٱنفُذُوا۟ ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَٰنٍ ﴿٣٣﴾ فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٤﴾ يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ ﴿٣٥﴾
34. Al-Hasyr : 21-24
لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُۥ خَٰشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١﴾ هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ ﴿٢٢﴾ هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٢٣﴾ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ﴿٢٤﴾
35. Al-Mulk : 01-04
تَبَٰرَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ﴿١﴾ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ ﴿٢﴾ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ طِبَاقًا ۖ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٍ ۖ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ ﴿٣﴾ ثُمَّ ٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ ٱلْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ ﴿٤﴾
36. al-Qolam : 51-52
وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَٰرِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا۟ ٱلذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجْنُونٌ ﴿٥١﴾ وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَٰلَمِينَ ﴿٥٢﴾
37. Al-Jinn : 01-09
قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ ٱسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَقَالُوٓا۟ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا ﴿١﴾ يَهْدِىٓ إِلَى ٱلرُّشْدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦ ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًا ﴿٢﴾ وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةً وَلَا وَلَدًا ﴿٣﴾ وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطًا ﴿٤﴾ وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن تَقُولَ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ﴿٥﴾ وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا ﴿٦﴾ وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا۟ كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ ٱللَّهُ أَحَدًا ﴿٧﴾ وَأَنَّا لَمَسْنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدْنَٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا ﴿٨﴾ وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَٰعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَن يَسْتَمِعِ ٱلْءَانَ يَجِدْ لَهُۥ شِهَابًا رَّصَدًا ﴿٩﴾
38. Al-Kaafiruun : 01-06
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١﴾ لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿٦﴾
39. Al-Ikhlas : 01-04
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤﴾
40. Al-Falaq : 01-05
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
41. An-Naas : 01-06
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ ٱلنَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ﴿٦﴾
----------------------------------------------------------------------------
*الرقية الشرعية من السنة النبوية.*
----------------------------------------------------------------------------
١. بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك، ومن شر كل نفس أو عين حاسد، ألله يشفيك، بسم الله أرقيك.
٢. بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا فى السماء وهو السميع العليم.
٣. أسأل الله العظيم، رب العرش العظيم أن يشفيك. ٧x
٤. بسم الله (٣x), أعوذ بغزة الله وقدرته من شر ما أجد و أحاذر (٧x).
٥. اللهم رب الناس أذهب الباءس، إشفه، أنت الشافي، لا شفاء إلا شفاؤك، شفاء لا يغادر سقما.
٦. أعوذ بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة، ومن كل عين لامة.
٧. أعوذ بكلمات الله التامة من غضبه وشر عباده، ومن همزات الشياطين، و أن يحضرون.
٨. أعوذ بكلمات الله التامة التي لا يجاوزهن بر ولا فاجر، من شر ما خلق وبرأ وذرأ، ومن شر ما ينزل من السماء ومن شر ما يعرج فيها، ومن شر ما ذرأ في الأرض، ومن شر ما يخرج منها، ومن شر فتن الليل والنهار، ومن شر كل طارق إلا طارقا بخير يا رحمان.
٩. اللهم رب السموات السبع ورب العرش العظيم، ربنا ورب كل شيء فالق الحب والنوى، ومنزل التوراة والإنجيل والقرأن، أعوذ بك من شر كل شيء أنت أخذ بناصيته، أنت الأول فليس قبلك شئ، وأنت الآخر فليس بعدك شيء، وأنت الظاهر فليس فوقك شيء، وأنت الباطن فليس دونك شيء.
١٠. اللهم ذو السلطان العظيم، والمن القديم، ذو الوجه الكريم، ولي الكلمات التامات، والدعوات المستجابات، اللهم اشفني من أنفس الجن و أعين الإنس.
--------------------------------------------------------------
Rabu, 19 April 2017
BERIMAN, BERDAYA, BERMANFAAT MEMBUAT ANDA BERHARGA
🍂 🍂
_Assalamu’alaykum Wr. Wb._
Sahabatku…
Hari ini saya ingin berbagi dengan Anda tentang 3 hal.
*Anda akan dihargai oleh siapa pun* termasuk diri Anda sendiri menghargai diri Anda, saudara Anda, sahabat Anda, rekan Anda, masyarakat Anda sangat menghargai *ketika Anda memiliki 3 hal: iman, berdaya, bermanfaat.*
💎 *Iman* adalah keyakinan. Kalau Anda yakin, maka Anda akan berani menghadapi masalah apa pun yang diberikan oleh Allah kepada Anda karena orang yakin adalah orang yang percaya. Dan orang yang percaya akan senantiasa tahu bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkannya, karena Anda yakin. *Karena yakinlah Anda melakukan apa pun yang terbaik dan Anda berani menghadapi apa pun karena Anda yakin bahwa dengan menghadapinya Allah bersama Anda dan Allah tidak akan pernah meninggalkan Anda.*
💎 *Berdaya*. Dengan berdaya, orang menghargai Anda karena Anda punya kekuatan, kemampuan, keahlian. *Dengan berdaya, Anda akan mampu bersinergi dengan daya-daya yang lain di sekitar Anda.* Berdayalah, punyailah kekuatan, punyailah kemampuan, dan punyailah skill yang membuat Anda terhargai dan dihargai. Berdaya.
💎 *Bermanfaat*. Ketika Anda sudah yakin dan Anda berdaya, maka Anda akan memiliki nilai manfaat, nilai fungsi, nilai guna *karena manfaat inilah yang akan dirasakan oleh orang di sekitar Anda*. Apalah artinya Anda memiliki suatu keilmuan, skill namun tidak memiliki manfaat, hanya dirasakan oleh diri Anda. *Itu egois.*
Jadi sekali lagi, kalau iman/keyakinan itu sebagaimana akar; berdaya sebagaimana batang yang sebagaimana kokoh, dan manfaat adalah sebagaimana buah, maka yakinlah *sebuah pohon akan sempurna ketika memiliki 3 hal tadi selain dia kuat, kokoh, dan dia juga memiliki buah.*
Salam sukses✊ _Wassalamu’alaykum Wr. Wb._
(Aris Ahmad Jaya, 19 April 2017)
_Assalamu’alaykum Wr. Wb._
Sahabatku…
Hari ini saya ingin berbagi dengan Anda tentang 3 hal.
*Anda akan dihargai oleh siapa pun* termasuk diri Anda sendiri menghargai diri Anda, saudara Anda, sahabat Anda, rekan Anda, masyarakat Anda sangat menghargai *ketika Anda memiliki 3 hal: iman, berdaya, bermanfaat.*
💎 *Iman* adalah keyakinan. Kalau Anda yakin, maka Anda akan berani menghadapi masalah apa pun yang diberikan oleh Allah kepada Anda karena orang yakin adalah orang yang percaya. Dan orang yang percaya akan senantiasa tahu bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkannya, karena Anda yakin. *Karena yakinlah Anda melakukan apa pun yang terbaik dan Anda berani menghadapi apa pun karena Anda yakin bahwa dengan menghadapinya Allah bersama Anda dan Allah tidak akan pernah meninggalkan Anda.*
💎 *Berdaya*. Dengan berdaya, orang menghargai Anda karena Anda punya kekuatan, kemampuan, keahlian. *Dengan berdaya, Anda akan mampu bersinergi dengan daya-daya yang lain di sekitar Anda.* Berdayalah, punyailah kekuatan, punyailah kemampuan, dan punyailah skill yang membuat Anda terhargai dan dihargai. Berdaya.
💎 *Bermanfaat*. Ketika Anda sudah yakin dan Anda berdaya, maka Anda akan memiliki nilai manfaat, nilai fungsi, nilai guna *karena manfaat inilah yang akan dirasakan oleh orang di sekitar Anda*. Apalah artinya Anda memiliki suatu keilmuan, skill namun tidak memiliki manfaat, hanya dirasakan oleh diri Anda. *Itu egois.*
Jadi sekali lagi, kalau iman/keyakinan itu sebagaimana akar; berdaya sebagaimana batang yang sebagaimana kokoh, dan manfaat adalah sebagaimana buah, maka yakinlah *sebuah pohon akan sempurna ketika memiliki 3 hal tadi selain dia kuat, kokoh, dan dia juga memiliki buah.*
Salam sukses✊ _Wassalamu’alaykum Wr. Wb._
(Aris Ahmad Jaya, 19 April 2017)
Senin, 17 April 2017
Makan Buah di saat Perut Kosong
Ini akan membuka mata Anda! Baca : sampai akhir dan kemudian mengirimkannya ke semua e-daftar Anda. Saya baru saja melakukannya !
Dr Stephen Mak memperlakukan pasien sakit kanker terminal oleh cara "un-ortodoks" dan banyak pasien sembuh.
Sebelum ia menggunakan energi matahari untuk membersihkan penyakit pasiennya, ia percaya pada penyembuhan alami dalam tubuh terhadap penyakit. Lihat artikelnya di bawah ini.
Ini adalah salah satu strategi untuk menyembuhkan kanker.
Sampai akhir, tingkat keberhasilan saya dalam menyembuhkan kanker adalah sekitar 80%.
Pasien kanker tidak akan meninggal. Obat untuk kanker sudah ditemukan - dalam cara kita makan buah-buahan.
Ini adalah apakah Anda percaya atau tidak.
Saya minta maaf untuk ratusan pasien kanker yang meninggal di bawah perawatan konvensional.
MAKAN BUAH
Kita semua berpikir makan buah berarti hanya membeli buah-buahan, memotongnya dan hanya memasukkannya ke dalam mulut kita.
Ini tidak semudah yang Anda pikirkan. Ini penting untuk mengetahui bagaimana dan kapan * * untuk makan buah-buahan.
Apa cara yang benar makan buah-buahan?
ITU BERARTI TIDAK MAKAN BUAH-BUAHAN SETELAH MAKANAN ANDA!
BUAH-BUAHAN HARUS DIMAKAN PADA PERUT KOSONG
Jika Anda makan buah pada saat perut kosong, itu akan memainkan peran utama untuk mendetoksifikasi sistem anda, menyediakan Anda dengan banyak energi untuk menurunkan berat badan dan kegiatan kehidupan lainnya.
BUAH ADALAH MAKANAN PALING PENTING.
Katakanlah Anda makan dua potong roti dan kemudian sepotong buah.
Potongan buah siap untuk pergi langsung melalui lambung ke dalam usus, tetapi dicegah karena roti diproses terlebih dahulu sebelum buah.
Sementara itu seluruh makan roti & buah membusuk dan fermentasi dan berubah menjadi asam.
Saat buah masuk dan berkontak dengan makanan di perut dan pencernaan jus, seluruh massa makanan mulai merusak.
Jadi silahkan makan buah-buahan Anda pada saat * perut kosong* atau sebelum makan Anda!
Anda telah mendengar orang mengeluh:
Setiap kali aku makan semangka aku bersendawa, ketika aku makan durian perutku kembung, ketika saya makan pisang terasa seperti pengen lari ke toilet, dll .. dll ..
Sebenarnya semua ini tidak akan muncul jika Anda makan buah pada waktu perut kosong.
Buah bercampur dengan makanan lain akan menghasilkan gas dan karenanya Anda akan bersendawa.
rambut putih, botak, gugup dan lingkaran hitam di bawah mata semua ini akan * TIDAK * terjadi jika Anda mengambil buah pada waktu perut kosong.
Tidak ada hal seperti beberapa buah-buahan, seperti jeruk dan lemon bersifat asam, karena semua buah-buahan menjadi basa dalam tubuh kita, menurut Dr Herbert Shelton yang melakukan penelitian mengenai hal ini.
Jika Anda telah menguasai cara yang benar makan buah-buahan, Anda memiliki * RAHASIA * keindahan, umur panjang, kesehatan, energi, kebahagiaan dan berat badan normal.
Bila Anda perlu minum jus buah - hanya minum jus buah segar * *, TIDAK dari kaleng, kemasan atau botol.
Bahkan tidak minum jus yang telah dimasak.
Jangan makan buah dimasak karena Anda tidak mendapatkan nutrisi sama sekali.
Anda hanya mendapatkan rasanya.
Memasak menghancurkan semua vitamin.
Tapi makan buah utuh lebih baik daripada minum jus.
Jika Anda harus minum jus buah segar, minumlah seteguk demi seteguk secara perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur dengan air liur Anda sebelum menelannya.
Anda dapat terapi buah 3 hari untuk membersihkan atau detoksifikasi tubuh Anda.
Hanya makan buah dan minum jus buah segar sepanjang
3 hari.
Dan Anda akan terkejut ketika teman Anda memberitahu Anda bagaimana Anda terlihat berseri-seri!
*KIWI:*
Kecil tapi perkasa.
Ini adalah sumber yang baik dari potassium, magnesium, vitamin E & serat.
Kandungan vitamin C-nya adalah dua kali lipat dari jeruk.
*BUAH APEL:*
Satu apel sehari dapat menghindarkan dari penyakit?
Meskipun sebuah apel memiliki kandungan vitamin C rendah, ia memiliki antioksidan & flavonoid yang meningkatkan aktivitas vitamin C dengan demikian membantu untuk menurunkan resiko kanker usus, serangan jantung & stroke.
*STROBERI:*
Buah pelindung.
Stroberi memiliki total kekuatan antioksidan tertinggi di antara buah-buahan utama & melindungi tubuh dari penyebab kanker, darah kapal-penyumbatan dan radikal bebas.
*JERUK :*
Obat yang paling manis.
Mengambil 2-4 jeruk dalam sehari dapat membantu agar pilek menjauh, menurunkan kolesterol, mencegah dan melarutkan batu ginjal serta mengurangi resiko kanker usus.
*SEMANGKA:*
Pemadam Haus terhebat. Terdiri dari 92% air, juga dikemas dengan dosis raksasa glutathione, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.
Mereka juga merupakan sumber utama Likopen oksidan melawan kanker.
Nutrisi lain yang ditemukan dalam semangka adalah vitamin C & Potasium.
*JAMBU & PEPAYA:*
Top penghargaan untuk vitamin C. Mereka adalah pemenang yang jelas untuk konten vitamin C tinggi mereka.
Jambu biji juga kaya serat, yang membantu mencegah sembelit.
Pepaya kaya akan karoten; ini baik untuk mata Anda.
Minum air dingin atau minuman dingin setelah makan = Kanker
Dapatkah Anda percaya ini?
Bagi mereka yang suka minum air dingin atau minuman dingin, artikel ini mungkin berguna untuk Anda.
Memang terasa segar minum segelas air dingin atau minuman dingin setelah makan.
Namun, air dingin atau minuman akan memadatkan minyak yang baru saja dimakan.
Ini akan memperlambat pencernaan.
Setelahnya 'endapan' ini bereaksi dengan asam, akan merusak dan diserap usus lebih cepat dari pada makanan padat.
Ini akan berbaris dalam usus besar.
Sangat segera, ini akan berubah menjadi LEMAK dan menyebabkan KANKER!
Cara terbaik adalah untuk minum sup panas atau air hangat setelah makan.
Catatan penting tentang serangan jantung.
SERANGAN JANTUNG (INI BUKAN LELUCON!)
Perempuan harus tahu bahwa tidak setiap gejala serangan jantung akan merasakan sakit pada lengan kiri.
Menyadari rasa sakit di garis rahang.
Anda mungkin tidak pernah memiliki nyeri dada pertama selama serangan jantung.
Mual dan berkeringat intens juga gejala umum.
60% orang yang mengalami serangan jantung saat mereka tertidur tidak akan bangun lagi.
Rasa sakit di rahang bisa membangunkan Anda dari tidur nyenyak.
Mari berhati-hati dan waspada. Semakin banyak kita tahu, semakin lebih baik kesempatan kita bisa bertahan hidup.
Seorang ahli jantung mengatakan:
jika semua orang yang mendapatkan artikel ini mengirimkannya ke 10 orang, kami yakin setidaknya dapat menyelamatkan 1 nyawa.
Jadi mari kita semua melakukan minimal 1 pekerjaan yang baik hari ini.
🍌🍎🍏🍊🍋🍒🍇🍉
SELAMAT BERBAGI PADA SAUDARA2 N SAHABAT2 KITA👍🏼😃
Sabtu, 15 April 2017
HASIL TIDAK AKAN MENGKHIANATI PROSES
_Assalamu’alaykum Wr. Wb._
Apa kabar sahabatku? 😊…
Semoga hari-hari ini adalah hari bahagia, hari berkontribusi, dan hari yang penuh arti.
Saya ingin berbagi dengan Anda tentang *kekuatan sebuah proses*. *Hasil tidak pernah mengkhianati proses*.
Sahabatku… banyak orang yang ingin bahagia dengan cara instant, dengan cara membuat orang lain tidak bahagia.
Sebagian lagi ingin sukses dengan cara yang cepat, dengan cara membuat orang lain terhambat kesuksesannya.
Bahkan sebagian yang lain menghalalkan semua cara sehingga cara-cara yang secara prinsip menyalahi tata aturan agama, tata aturan Negara, mereka libas dan mereka halalkan. Sekali lagi, hasil tidak pernah mengkhianati proses.
_Tahukah Anda apakah yang membedakan orang yang berproses dengan orang yang tiba-tiba mencapai finish tanpa melalui sebuah proses?_ Anda bayangkan, seseorang yang mendapatkan ijazah dengan belajar sekian lama 4-5 tahun di sebuah perguruan tinggi, tentu mereka sangat menikmati suasana wisuda, bercengkrama dengan teman-temannya, berdiskusi, bercerita tentang masa lalu, tentang perjalanan, tentang kehidupan, remedial, setiap langkah terasakan indah, karena mereka adalah pelaku dari sebuah proses menuju ke wisuda.
Bayangkan dengan seseorang yang tiba-tiba mendapatkan ijazah palsu sehingga dia pun ikut wisuda dan dia duduk di antara orang-orang yang melalui sebuah proses, tentu dia akan merasa asing. Ketika dia ditanya jurusan apa? Dia pun gelagapan. Ditanya temannya siapa? Pembimbingnya siapa? Atau bahkan ketika ditanya masuk tahun berapa? Dia pasti gelagapan. Kenapa? Karena dia tidak melalui sebuah proses untuk mendapatkan hasil akhir.
Begitu pun kita, saya dan Anda. *Ketika Anda ingin menjadi orang yang sukses dan memiliki sejarah, maka pastikan bahwa Anda adalah manusia-manusia yang berani membayar harganya melalui sebuah proses yang Anda investasikan dari waktu, tenaga, biaya, korban perasaan, dan lain-lain.*
Jadi ingat baik-baik! *ketika Anda ingin menjadi sesuatu, maka pastikan bahwa Anda adalah orang-orang yang siap melalui sebuah proses karena hasil tidak pernah mengkhianati proses. Ketika proses Anda adalah yang terbaik, Allah akan menunjukan jalan, memudahkan jalan, dan memberikan hasil yang terbaik untuk Anda.*
Namun sebaliknya, manakala Anda tidak melalui sebuah proses dan tiba-tiba ingin mendapatkan hasil seperti orang-orang yang korupsi atau pun orang-orang yang membeli ijazah-ijazah palsu atau sang penipu-penipu yang ingin mendapatkan *sesuatu yang hebat dengan cara mengorbankan banyak hal tanpa proses baik, maka sesungguhnya mereka telah menipu dirinya sendiri dan Insyaa Allah mereka pun akan tertipu.*
Sekali lagi, *kalau kita melakukan sebuah proses dan kita mengalami kegagalan, sesungguhnya kita tidak sedang mengalami kegagalan*… KITA SEDANG MENUJU KE SEBUAH TITIK YANG LEBIH BAIK🏃🏃. *Saya dan Anda tidak pernah gagal, yang gagal adalah peristiwanya*. Seorang gadis yang menggoreng tempe dan tempenya gosong, yang gosong adalah tempenya, bukan gadisnya.
Jadi sekali lagi, yang gagal adalah peristiwanya, bukan kita. *Kita adalah sosok pelaku, sedangkan peristiwanya bisa diulang lagi dengan cara yang berbeda.*
_Wassalamu’alaykum Wr. Wb._
(Aris Ahmad Jaya, 15 April 2017)
Rabu, 12 April 2017
Walisongo Adalah Utusan Khalifah Utsmaniyah
Yg terlupakan dalam sejarah emas Umat Islam...
**
Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Kondisi ini tidak lepas dari peranan para ulama yang disebut sebagai Walisongo (sembilan wali). Sedikit orang yang mengetahui siapa sebenarnya Walisongo dan berasal dari mana kah mereka.
Sebuah kitab bernama Kanzul Hum karya Ibnu Bathutah yang sekarang disimpan di museum Istana Turki di Istanbul menyebutkan bahwa Walisongo datang ke Indonesia atas perintah Sultan Muhammad I untuk menyebarkan agama Islam.
Pada tahun 1404 M (808 H) Sultan mengirim surat kepada para pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah dengan maksud untuk meminta sejumlah ulama agar diberangkatkan ke pulau Jawa. Para ulama yang dimaksud adalah mereka yang memiliki kemampuan dalam segala bidang agar nantinya akan memudahkan proses penyebaran Islam.
Dengan keterangan di dalam kitab tersebut kita menjadi tahu bahwa sebenarnya Walisongo adalah para ulama yang sengaja diutus Sultan pada masa kekhalifahan Utsmani. Saat itu terdapat 6 angkatan keberangkatan yang masing-masing terdiri dari sembilan orang. Jadi jumlah sebenarnya bukan sembilan ulama tetapi jauh lebih banyak.
Angkatan satu dipimpin oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim asal Turki yang berangkat pada tahun 1400an. Beliau adalah ulama yang memiliki keahlian dalam bidang politik dan sistem pengairan. Dengan berbekal keahlian tersebut maka beliau menjadi peletak dasar berdirinya kesultanan di pulau Jawa dan juga berhasil memajukan pertanian di pulau ini.
Angkatan pertama ini juga terdiri dari dua orang ulama yang berasal dari Palestina yaitu Maulana Hasanuddin dan Sultan Aliudin. Dua orang ulama ini berdakwah di Banten dan mendirikan kesultanan Banten. Maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat Banten yang merupakan keturunan dari Sultan Hasanuddin memiliki hubungan secara biologis dengan rakyat Palestina.
Selain itu ada Syekh Ja'far Shadiq yang diberi julukan sebagai Sunan Kudus dan Syarif Hidayatullah yang disebut sebagai Sunan Gunung Jati. Kedua ulama ini juga berasal dari Palestina. Dalam proses dakwah beliau, Sunan Kudus membangun sebuah kota di Jawa Tengah yang kemudian disebut kota Kudus. Nama kota tersebut berasal dari kata Al Quds (Jerusalem).
Masyarakat Nusantara pertama kali mengenal Islam pada abad 7 Masehi atau abad 1 Hijriah. Pengaruh Islam sangat besar pada situasi politik saat itu. Dengan semakin berkembangnya ajaran Islam di Nusantara ketika itu, maka bermunculan lah berbagai kerajaan dan kesultanan Islam seperti Kesultanan Peureulak, Samudera Pasai, Aceh Darussalam, Palembang, Ternate, Tidore, Bacan (Maluku), Pontianak, Bulungan, Tanjungpura, Mempawah, Kutai, Sambas, Banjar, Pasir, dan Sintang.
Sedangkan kesultanan yang berdiri di Jawa di antaranya adalah Demak, Pajang, Cirebon, dan Banten. Di Sulawesi, syariat Islam diterapkan dalam institusi kerajaan Gowa Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu. Di Daerah Nusa Tenggara hukum Islam diterapkan dalam kesultanan Bima.
*Perjalanan Dakwah Wali Songo*
Sebelum tiba di tanah Jawa, pada umumnya para ulama ini singgah terlebih dahulu di Pasai. Penguasa Samudera Pasai yang hidup pada tahun 1349-1406 Masehi, Sultan Zainal Abidin Bahiyan Syah adalah orang yang mengantarkan Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishaq ke Tanah Jawa.
Sejak tahun 1463 Masehi semakin banyak ulama Jawa yang menggantikan ulama yang telah wafat atau berhijrah ke tempat lain. Para ulama pengganti tersebut di antaranya:
- Raden Paku (Sunan Giri)
Beliau adalah putra Maulana Ishaq dengan Dewi Sekardadu yang merupakan putri dari Prabu Menak Sembuyu Raja Blambangan.
- Raden Said (Sunan Kalijaga)
Beliau adalah putra Bupati Tuban, Adipati Wilatikta atau disebut juga Raden Sahur. Berdasarkan sejarah masyarakat Cirebon, julukan Kalijaga berasal dari nama salah satu desa di Cirebon bernama Kalijaga. Saat Raden Said bermukim di desa tersebut, beliau sering berdiam diri dengan berendam di kali (jaga kali).
- Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang)
Beliau adalah putra dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila. Nama Bonang berasal dari nama sebuah desa di Rembang.
- Raden Qasim Dua (Sunan Drajad)
Seperti halnya Sunan Bonang, beliau juga adalah putra Sunan Ampel. Dengan demikian Sunan Drajad adalah saudara dari Sunan Bonang.
Para ulama diberi gelar Raden yang berasal dari kata Rahadian dan berarti Tuanku, maka dapat disimpulkan bahwa saat itu dakwah Islam telah berjalan dengan baik dan mendapat kehormatan dari kalangan pembesar Kerajaan Majapahit.
*Para Ulama Penyebar Agama Islam Di Nusantara*
Wali Songo Angkatan Ke-1, tahun 1404 M/808 H. Terdiri dari:
1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.
2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.
4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.
5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.
6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.
8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.
9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli ruqyah.
Wali Songo Angkatan ke-2, tahun 1436 M, terdiri dari :
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Maulana Ishaq, asal Samarqand, Rusia Selatan
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Maulana Hasanuddin, asal Palestina
8. Maulana 'Aliyuddin, asal Palestina
9. Syekh Subakir, asal Persia Iran.
Wali Songo Angkatan ke-3, 1463 M, terdiri dari:
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
Wali Songo Angkatan ke-4,1473 M, terdiri dari :
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
Wali Songo Angkatan ke-5,1478 M, terdiri dari :
1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Syaikh Siti Jenar, asal Persia, Iran
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
Wali Songo Angkatan ke-6,1479 M, terdiri dari :
1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Tembayat, asal Pandanarang
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
*Hubungan Kesultanan Nusantara Dengan Kerajaan Islam di Turki dan Arab*
Hubungan antara kerajaan Islam Aceh dengan Khilafah Utsmaniyah juga dapat diketahui dari keterangan seorang sejarahwan, Bernard Lewis, yang mengungkapkan bahwa pada tahun 1563 Masehi pembesar kerajaan Aceh mengutus seseorang ke Istanbul guna meminta bantuan melawan Portugis. Dia berusaha meyakinkan Khilafah bahwa raja-raja di kawasan tersebut telah bersedia memeluk Islam jika Khalifah Utsmaniyah mau menolong mereka.
Namun sayangnya pada saat itu Kekhalifahan Utsmaniyah sedang mengalami berbagai permasalahan genting yaitu pengepungan Malta dan Szigetvar di Hungaria dan mangkatnya Sultan Sulaiman Agung. Setelah terhambat selama dua bulan akhirnya mereka membentuk sebuah armada perang yang terdiri dari 19 unit kapal perang dan beberapa kapal pengangkut persenjataan dan persediaan untuk dikirim ke Aceh.
Hal yang disayangkan adalah sebagian besar kapal tersebut tidak pernah tiba di Aceh. Kapal-kapal tersebut dialihkan untuk tugas yang lebih mendesak yaitu memulihkan kekuasaan Utsmaniyah di Yaman. Kapal yang tiba di Aceh hanya dua unit saja dan langsung digunakan untuk mengusir Portugis. Catatan Sejarah mengenai hal ini dapat ditemukan dalam berbagai arsip dokumen negara Turki dan buku-buku yang ditulis oleh sejarahwan dunia.
Selain itu dalam Bustanus Salatin karangan Nuruddin ar-Raniri juga disebutkan bahwa kesultanan Aceh telah menerima bantuan militer dari Khalifah Utsmaniyah berupa senjata disertai pengajar yang khusus dikirim untuk mengajarkan cara pemakaiannya.
Kaitan antara kesultanan Banten dengan kerajaan di Timur Tengah juga dapat terlihat dari gelar-gelar kehormatan yang diberikan kepada para pembesar kerajaan Islam di Nusantara. Gelar tersebut di antaranya:
- Kesultanan Banten
Abdul Qadir dianugerahi gelar Sultan Abulmafakir Mahmud Abdul Kadir oleh Syarif Zaid, Syarif Mekkah saat itu.
- Kesultanan Mataram
Pangeran Rangsang memperoleh gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Matarami dari Syarif Mekah pada tahun 1641 Masehi.
Pada tahun 1652 hubungan antara kesultanan Aceh dan Turki juga semakin erat dengan adanya pengiriman utusan Aceh ke Turki dalam upaya meminta bantuan meriam. Khalifah Utsmaniyah mengirim 500 orang pasukan Turki untuk mengawal pengiriman meriam dan amunisi.
Selanjutnya pada tahun 1567, Sultan Salim II mengirim armada ke Sumatera. Melihat kedekatan antara kaum muslimin di Nusantara dengan Kekhalifahan Utsmaniyah, seorang pejabat pemerintahan kolonial Belanda, Snouck Hurgronje, mengatakan, "Di kota Mekah terletak jantung kehidupan agama kepulauan Nusantara, yang setiap detik selalu memompakan darah segar ke seluruh penduduk Muslim di Nusantara."
Menjelang abad modern pun hubungan tersebut masih terjalin baik, terbukti pada akhir abad 20 konsulat Turki di Jakarta pernah membagikan Al Quran atas nama Sultan Turki. Istanbul juga pernah mencetak tafsir Al Quran berbahasa melayu karangan Abdur Rauf Sinkili. Pada halaman depan tafsir al Quran tersebut tertulis "Dicetak oleh Sultan Turki, raja seluruh orang Islam." Pada saat itu yang disebut Sultan Turki adalah Khalifah yang merupakan pemimpin Khilafah Utsmaniyah berpusat di Turki.
Snouck Hurgronje juga pernah mengatakan bahwa pada umumnya rakyat di Indonesia terutama mereka yang tinggal di pelosok daerah di seluruh tanah air, memandang Stambol (sebutan untuk Khalifah Utsmaniyah) masih sebagai raja bagi seluruh orang mukmin yang saat itu kekuasaannya agak berkurang karena adanya penguasaan orang kafir di Indonesia.
Melihat fakta-fakta sejarah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa memang Nusantara pada jaman dahulu adalah bagian dari khilafah baik saat kekuasaan Khilafah Abbasiyah Mesir maupun Khilafah Utsmaniyah Turki.
Berdasarkan bentuk kekhalifahan saat itu, Syarif Mekah adalah seorang gubernur pada masa Khilafah Abbasiyah dan Khilafah Utsmaniyah untuk daerah Hijaz. Karena itu penganugerahan gelar sultan kepada para pembesar kerajaan Islam di Nusantara lebih merupakan pengukuhan sebagai penguasa Islam dan bukan gelar semata.
*Sejarah Masuknya Agama Islam Di Indonesia*
Sebelum kita mengenal beberapa teori tentang penyebaran Islam di Nusantara, perlu di perhatikan bahwa Politik Luar Negeri Negara Khilafah terdiri dari dua; Da’wah dan Jihad. Awalnya negeri yang ditargetkan akan diberi dakwah, ketika menerima maka tidak ada perang di sana. Namun, ketika menolak, maka akan terjadi Jihad dan Futuhat (Pembebasan). Dua hal ini adalah politik Luar Negeri, dimana di setiap perkembangan akan disampaikan kepada Khalifah.
Itu pula yang terjadi di Indonesia. Jika penyebaran Islam di lakukan oleh pedagang semata, bukan Da’i atau utusan, maka apakah akan ada laporan kepada Khalifah? Lalu, apakah penyebaran lewat jalur perdagangan merupakan Politik Luar Negeri? Apakah penyebaran Islam dengan jalur perdagangan hanya propaganda untuk menutupi bahwa Nusantara pernah menjadi fokus dakwah Islam dan menjadi bagian dari Khilafah?
Dari teori Islamisasi oleh Arab dan China, Hamka dalam bukunya Sejarah Umat Islam Indonesia, mengaitkan dua teori Islamisasi tersebut. Islam datang ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Penyebarannya pun bukan dilakukan oleh para pedagang dari Persia atau India, melainkan dari Arab. Sumber versi ini banyak ditemukan dalam literatur-literatur China yang terkenal, seperti buku sejarah tentang China yang berjudul Chiu Thang Shu.
Menurut buku ini, orang-orang Ta Shih, sebutan bagi orang-orang Arab, pernah mengadakan kunjungan diplomatik ke China pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah. 4 tahun kemudian, dinasti yang sama menerima delegasi dari Tan Mi Mo Ni, sebutan untuk Amirul Mukminin. Selanjutnya, buku itu menyebutkan, bahwa delegasi Tan Mi Mo Ni tersebut merupakan utusan yang dikirim oleh khalifah yang ketiga. Ini berarti bahwa Amirul Mukminin yang dimaksud adalah Khalifah Utsman bin Affan.
Pada masa berikutnya, delegasi-delegasi muslim yang dikirim ke China semakin bertambah. Pada masa Khilafah Umayyah saja, terdapat sebanyak 17 delegasi yang datang ke China. Kemudian pada masa Dinasti Abbasiyah, ada sekitar 18 delegasi yang pernah dikirim ke China.
Bahkan pada pertengahan abad ke-7 Masehi, sudah terdapat perkampungan-perkampungan muslim di daerah Kanton dan Kanfu. Sumber tentang versi ini juga dapat diperoleh dari catatan-catatan para peziarah Budha-China yang sedang berkunjung ke India. Mereka biasanya menumpang kapal orang-orang Arab yang kerap melakukan kunjungan ke China sejak abad ketujuh. Tentu saja, untuk sampai ke daerah tujuan, kapal-kapal itu melewati jalur pelayaran Nusantara.
Beberapa catatan lain menyebutkan, delegasi-delegasi yang dikirim China itu sempat mengunjungi Zabaj atau Sribuza, sebutan lain dari Sriwijaya. Umumnya mereka mengenal kebudayaan Budha Sriwijaya yang sangat terkenal pada masa itu. Kunjungan ini dikisahkan oleh Ibnu Abd al-Rabbih, ia menyebutkan bahwa sejak tahun 100 hijriah atau 718 Masehi, sudah terjalin hubungan diplomatik yang cukup baik antara Raja Sriwijaya, Sri Indravarman dengan Khalifah Umar Ibnu Abdul Aziz.
Lebih jauh, dalam literatur China itu disebutkan bahwa perjalanan para delegasi itu tidak hanya terbatas di Sumatera saja, tetapi sampai pula ke daerah-daerah di Pulau Jawa. Pada tahun 674-675 Masehi, orang-orang Ta Shi (Arab) yang dikirim ke China itu meneruskan perjalanan ke Pulau Jawa. Menurut sumber ini, mereka berkunjung untuk mengadakan pengamatan terhadap Ratu Shima, penguasa Kerajaan Kalingga, yang terkenal sangat adil itu.
Pada periode berikutnya, proses Islamisasi di Jawa dilanjutkan oleh Wali Songo. Mereka adalah para muballig yang paling berjasa dalam mengislamkan masyarakat Jawa. Dalam Babad Tanah Djawi disebutkan, para Wali Songo itu masing-masing memiliki tugas untuk menyebarkan Islam ke seluruh pelosok Jawa melalui tiga wilayah penting. Wilayah pertama adalah Surabaya, Gresik, dan Lamongan di Jawa Timur.
Wilayah kedua adalah, Demak, Kudus, dan Muria di Jawa Tengah. Dan wilayah ketiga adalah, Cirebon di Jawa Barat. Dalam berdakwah, para Wali Songo itu menggunakan jalur-jalur tradisi yang sudah dikenal oleh orang-orang Indonesia kuno. Yakni melekatkan nilai-nilai Islam pada praktik dan kebiasaan tradisi setempat. Dengan demikian, tampak bahwa ajaran Islam sangat luwes, mudah dan sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa saat itu.
Selain berdakwah dengan tradisi, para Wali Songo itu juga mendirikan pesantren-pesantren, yang digunakan sebagai tempat untuk menelaah ajaran-ajaran Islam. Pesantren Ampel Denta dan Giri Kedanton, adalah dua lembaga pendidikan yang paling penting di masa itu. Bahkan dalam pesantren Giri di Gresik, Jawa Timur itu, Sunan Giri berhasil mendidik ribuan santri yang akhirnya dikirim ke beberapa daerah di Nusa Tenggara dan wilayah Indonesia Timur lainnya.
*Penjajah Belanda Menghapuskan Jejak Khilafah*
Pada masa penjajahan, Belanda berusaha menghapuskan penerapan syariah Islam oleh hampir seluruh kesultanan Islam di Indonesia. Salah satu langkah penting yang dilakukan Belanda adalah menyusupkan pemikiran dan politik sekuler melalui Snouck Hurgronye. Dia menyatakan dengan tegas bahwa musuh kolonialisme bukanlah Islam sebagai agama.
Dari pandangan Snouck tersebut penjajah Belanda kemudian berupaya melemahkan dan menghancurkan Islam dengan 3 cara. Pertama: memberangus politik dan institusi politik/pemerintahan Islam. Dihapuslah kesultanan Islam. Contohnya adalah Banten. Sejak Belanda menguasai Batavia, Kesultanan Islam Banten langsung diserang dan dihancurkan. Seluruh penerapan Islam dicabut, lalu diganti dengan peraturan kolonial Belanda.
Kedua: melalui kerjasama raja/sultan dengan penjajah Belanda. Hal ini tampak di Kerajaan Islam Demak. Pelaksanaan syariah Islam bergantung pada sikap sultannya. Di Kerajaan Mataram, misalnya, penerapan Islam mulai menurun sejak Kerajaan Mataram dipimpin Amangkurat I yang bekerjasama dengan Belanda.
Ketiga: dengan menyebar para orientalis yang dipelihara oleh pemerintah penjajah. Pemerintah Belanda membuat Kantoor voor Inlandsche zaken yang lebih terkenal dengan kantor agama (penasihat pemerintah dalam masalah pribumi). Kantor ini bertugas membuat ordonansi (UU) yang mengebiri dan menghancurkan Islam. Salah satu pimpinannya adalah Snouck Hurgronye.
Dikeluarkanlah: Ordonansi Peradilan Agama tahun 1882, yang dimaksudkan agar politik tidak mencampuri urusan agama (sekularisasi); Ordonansi Pendidikan, yang menempatkan Islam sebagai saingan yang harus dihadapi; Ordonansi Guru tahun 1905 yang mewajibkan setiap guru agama Islam memiliki izin; Ordonansi Sekolah Liar tahun 1880 dan 1923, yang merupakan percobaan untuk membunuh sekolah-sekolah Islam. Sekolah Islam didudukkan sebagai sekolah liar.
Demikianlah, syariat Islam mulai diganti oleh penjajah Belanda dengan hukum-hukum sekuler. Hukum-hukum sekuler ini terus berlangsung hingga sekarang. Maka tidak salah jika dikatakan bahwa hukum-hukum yang berlaku di negeri ini saat ini merupakan warisan dari penjajah, sesuatu yang justru seharusnya dienyahkan oleh kaum Muslim, sebagaimana mereka dulu berhasil mengenyahkan sang penjajah: Belanda.
**
Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Kondisi ini tidak lepas dari peranan para ulama yang disebut sebagai Walisongo (sembilan wali). Sedikit orang yang mengetahui siapa sebenarnya Walisongo dan berasal dari mana kah mereka.
Sebuah kitab bernama Kanzul Hum karya Ibnu Bathutah yang sekarang disimpan di museum Istana Turki di Istanbul menyebutkan bahwa Walisongo datang ke Indonesia atas perintah Sultan Muhammad I untuk menyebarkan agama Islam.
Pada tahun 1404 M (808 H) Sultan mengirim surat kepada para pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah dengan maksud untuk meminta sejumlah ulama agar diberangkatkan ke pulau Jawa. Para ulama yang dimaksud adalah mereka yang memiliki kemampuan dalam segala bidang agar nantinya akan memudahkan proses penyebaran Islam.
Dengan keterangan di dalam kitab tersebut kita menjadi tahu bahwa sebenarnya Walisongo adalah para ulama yang sengaja diutus Sultan pada masa kekhalifahan Utsmani. Saat itu terdapat 6 angkatan keberangkatan yang masing-masing terdiri dari sembilan orang. Jadi jumlah sebenarnya bukan sembilan ulama tetapi jauh lebih banyak.
Angkatan satu dipimpin oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim asal Turki yang berangkat pada tahun 1400an. Beliau adalah ulama yang memiliki keahlian dalam bidang politik dan sistem pengairan. Dengan berbekal keahlian tersebut maka beliau menjadi peletak dasar berdirinya kesultanan di pulau Jawa dan juga berhasil memajukan pertanian di pulau ini.
Angkatan pertama ini juga terdiri dari dua orang ulama yang berasal dari Palestina yaitu Maulana Hasanuddin dan Sultan Aliudin. Dua orang ulama ini berdakwah di Banten dan mendirikan kesultanan Banten. Maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat Banten yang merupakan keturunan dari Sultan Hasanuddin memiliki hubungan secara biologis dengan rakyat Palestina.
Selain itu ada Syekh Ja'far Shadiq yang diberi julukan sebagai Sunan Kudus dan Syarif Hidayatullah yang disebut sebagai Sunan Gunung Jati. Kedua ulama ini juga berasal dari Palestina. Dalam proses dakwah beliau, Sunan Kudus membangun sebuah kota di Jawa Tengah yang kemudian disebut kota Kudus. Nama kota tersebut berasal dari kata Al Quds (Jerusalem).
Masyarakat Nusantara pertama kali mengenal Islam pada abad 7 Masehi atau abad 1 Hijriah. Pengaruh Islam sangat besar pada situasi politik saat itu. Dengan semakin berkembangnya ajaran Islam di Nusantara ketika itu, maka bermunculan lah berbagai kerajaan dan kesultanan Islam seperti Kesultanan Peureulak, Samudera Pasai, Aceh Darussalam, Palembang, Ternate, Tidore, Bacan (Maluku), Pontianak, Bulungan, Tanjungpura, Mempawah, Kutai, Sambas, Banjar, Pasir, dan Sintang.
Sedangkan kesultanan yang berdiri di Jawa di antaranya adalah Demak, Pajang, Cirebon, dan Banten. Di Sulawesi, syariat Islam diterapkan dalam institusi kerajaan Gowa Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu. Di Daerah Nusa Tenggara hukum Islam diterapkan dalam kesultanan Bima.
*Perjalanan Dakwah Wali Songo*
Sebelum tiba di tanah Jawa, pada umumnya para ulama ini singgah terlebih dahulu di Pasai. Penguasa Samudera Pasai yang hidup pada tahun 1349-1406 Masehi, Sultan Zainal Abidin Bahiyan Syah adalah orang yang mengantarkan Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishaq ke Tanah Jawa.
Sejak tahun 1463 Masehi semakin banyak ulama Jawa yang menggantikan ulama yang telah wafat atau berhijrah ke tempat lain. Para ulama pengganti tersebut di antaranya:
- Raden Paku (Sunan Giri)
Beliau adalah putra Maulana Ishaq dengan Dewi Sekardadu yang merupakan putri dari Prabu Menak Sembuyu Raja Blambangan.
- Raden Said (Sunan Kalijaga)
Beliau adalah putra Bupati Tuban, Adipati Wilatikta atau disebut juga Raden Sahur. Berdasarkan sejarah masyarakat Cirebon, julukan Kalijaga berasal dari nama salah satu desa di Cirebon bernama Kalijaga. Saat Raden Said bermukim di desa tersebut, beliau sering berdiam diri dengan berendam di kali (jaga kali).
- Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang)
Beliau adalah putra dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila. Nama Bonang berasal dari nama sebuah desa di Rembang.
- Raden Qasim Dua (Sunan Drajad)
Seperti halnya Sunan Bonang, beliau juga adalah putra Sunan Ampel. Dengan demikian Sunan Drajad adalah saudara dari Sunan Bonang.
Para ulama diberi gelar Raden yang berasal dari kata Rahadian dan berarti Tuanku, maka dapat disimpulkan bahwa saat itu dakwah Islam telah berjalan dengan baik dan mendapat kehormatan dari kalangan pembesar Kerajaan Majapahit.
*Para Ulama Penyebar Agama Islam Di Nusantara*
Wali Songo Angkatan Ke-1, tahun 1404 M/808 H. Terdiri dari:
1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.
2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.
4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.
5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.
6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.
8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.
9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli ruqyah.
Wali Songo Angkatan ke-2, tahun 1436 M, terdiri dari :
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Maulana Ishaq, asal Samarqand, Rusia Selatan
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Maulana Hasanuddin, asal Palestina
8. Maulana 'Aliyuddin, asal Palestina
9. Syekh Subakir, asal Persia Iran.
Wali Songo Angkatan ke-3, 1463 M, terdiri dari:
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
Wali Songo Angkatan ke-4,1473 M, terdiri dari :
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
Wali Songo Angkatan ke-5,1478 M, terdiri dari :
1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Syaikh Siti Jenar, asal Persia, Iran
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
Wali Songo Angkatan ke-6,1479 M, terdiri dari :
1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Tembayat, asal Pandanarang
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
*Hubungan Kesultanan Nusantara Dengan Kerajaan Islam di Turki dan Arab*
Hubungan antara kerajaan Islam Aceh dengan Khilafah Utsmaniyah juga dapat diketahui dari keterangan seorang sejarahwan, Bernard Lewis, yang mengungkapkan bahwa pada tahun 1563 Masehi pembesar kerajaan Aceh mengutus seseorang ke Istanbul guna meminta bantuan melawan Portugis. Dia berusaha meyakinkan Khilafah bahwa raja-raja di kawasan tersebut telah bersedia memeluk Islam jika Khalifah Utsmaniyah mau menolong mereka.
Namun sayangnya pada saat itu Kekhalifahan Utsmaniyah sedang mengalami berbagai permasalahan genting yaitu pengepungan Malta dan Szigetvar di Hungaria dan mangkatnya Sultan Sulaiman Agung. Setelah terhambat selama dua bulan akhirnya mereka membentuk sebuah armada perang yang terdiri dari 19 unit kapal perang dan beberapa kapal pengangkut persenjataan dan persediaan untuk dikirim ke Aceh.
Hal yang disayangkan adalah sebagian besar kapal tersebut tidak pernah tiba di Aceh. Kapal-kapal tersebut dialihkan untuk tugas yang lebih mendesak yaitu memulihkan kekuasaan Utsmaniyah di Yaman. Kapal yang tiba di Aceh hanya dua unit saja dan langsung digunakan untuk mengusir Portugis. Catatan Sejarah mengenai hal ini dapat ditemukan dalam berbagai arsip dokumen negara Turki dan buku-buku yang ditulis oleh sejarahwan dunia.
Selain itu dalam Bustanus Salatin karangan Nuruddin ar-Raniri juga disebutkan bahwa kesultanan Aceh telah menerima bantuan militer dari Khalifah Utsmaniyah berupa senjata disertai pengajar yang khusus dikirim untuk mengajarkan cara pemakaiannya.
Kaitan antara kesultanan Banten dengan kerajaan di Timur Tengah juga dapat terlihat dari gelar-gelar kehormatan yang diberikan kepada para pembesar kerajaan Islam di Nusantara. Gelar tersebut di antaranya:
- Kesultanan Banten
Abdul Qadir dianugerahi gelar Sultan Abulmafakir Mahmud Abdul Kadir oleh Syarif Zaid, Syarif Mekkah saat itu.
- Kesultanan Mataram
Pangeran Rangsang memperoleh gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Matarami dari Syarif Mekah pada tahun 1641 Masehi.
Pada tahun 1652 hubungan antara kesultanan Aceh dan Turki juga semakin erat dengan adanya pengiriman utusan Aceh ke Turki dalam upaya meminta bantuan meriam. Khalifah Utsmaniyah mengirim 500 orang pasukan Turki untuk mengawal pengiriman meriam dan amunisi.
Selanjutnya pada tahun 1567, Sultan Salim II mengirim armada ke Sumatera. Melihat kedekatan antara kaum muslimin di Nusantara dengan Kekhalifahan Utsmaniyah, seorang pejabat pemerintahan kolonial Belanda, Snouck Hurgronje, mengatakan, "Di kota Mekah terletak jantung kehidupan agama kepulauan Nusantara, yang setiap detik selalu memompakan darah segar ke seluruh penduduk Muslim di Nusantara."
Menjelang abad modern pun hubungan tersebut masih terjalin baik, terbukti pada akhir abad 20 konsulat Turki di Jakarta pernah membagikan Al Quran atas nama Sultan Turki. Istanbul juga pernah mencetak tafsir Al Quran berbahasa melayu karangan Abdur Rauf Sinkili. Pada halaman depan tafsir al Quran tersebut tertulis "Dicetak oleh Sultan Turki, raja seluruh orang Islam." Pada saat itu yang disebut Sultan Turki adalah Khalifah yang merupakan pemimpin Khilafah Utsmaniyah berpusat di Turki.
Snouck Hurgronje juga pernah mengatakan bahwa pada umumnya rakyat di Indonesia terutama mereka yang tinggal di pelosok daerah di seluruh tanah air, memandang Stambol (sebutan untuk Khalifah Utsmaniyah) masih sebagai raja bagi seluruh orang mukmin yang saat itu kekuasaannya agak berkurang karena adanya penguasaan orang kafir di Indonesia.
Melihat fakta-fakta sejarah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa memang Nusantara pada jaman dahulu adalah bagian dari khilafah baik saat kekuasaan Khilafah Abbasiyah Mesir maupun Khilafah Utsmaniyah Turki.
Berdasarkan bentuk kekhalifahan saat itu, Syarif Mekah adalah seorang gubernur pada masa Khilafah Abbasiyah dan Khilafah Utsmaniyah untuk daerah Hijaz. Karena itu penganugerahan gelar sultan kepada para pembesar kerajaan Islam di Nusantara lebih merupakan pengukuhan sebagai penguasa Islam dan bukan gelar semata.
*Sejarah Masuknya Agama Islam Di Indonesia*
Sebelum kita mengenal beberapa teori tentang penyebaran Islam di Nusantara, perlu di perhatikan bahwa Politik Luar Negeri Negara Khilafah terdiri dari dua; Da’wah dan Jihad. Awalnya negeri yang ditargetkan akan diberi dakwah, ketika menerima maka tidak ada perang di sana. Namun, ketika menolak, maka akan terjadi Jihad dan Futuhat (Pembebasan). Dua hal ini adalah politik Luar Negeri, dimana di setiap perkembangan akan disampaikan kepada Khalifah.
Itu pula yang terjadi di Indonesia. Jika penyebaran Islam di lakukan oleh pedagang semata, bukan Da’i atau utusan, maka apakah akan ada laporan kepada Khalifah? Lalu, apakah penyebaran lewat jalur perdagangan merupakan Politik Luar Negeri? Apakah penyebaran Islam dengan jalur perdagangan hanya propaganda untuk menutupi bahwa Nusantara pernah menjadi fokus dakwah Islam dan menjadi bagian dari Khilafah?
Dari teori Islamisasi oleh Arab dan China, Hamka dalam bukunya Sejarah Umat Islam Indonesia, mengaitkan dua teori Islamisasi tersebut. Islam datang ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Penyebarannya pun bukan dilakukan oleh para pedagang dari Persia atau India, melainkan dari Arab. Sumber versi ini banyak ditemukan dalam literatur-literatur China yang terkenal, seperti buku sejarah tentang China yang berjudul Chiu Thang Shu.
Menurut buku ini, orang-orang Ta Shih, sebutan bagi orang-orang Arab, pernah mengadakan kunjungan diplomatik ke China pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah. 4 tahun kemudian, dinasti yang sama menerima delegasi dari Tan Mi Mo Ni, sebutan untuk Amirul Mukminin. Selanjutnya, buku itu menyebutkan, bahwa delegasi Tan Mi Mo Ni tersebut merupakan utusan yang dikirim oleh khalifah yang ketiga. Ini berarti bahwa Amirul Mukminin yang dimaksud adalah Khalifah Utsman bin Affan.
Pada masa berikutnya, delegasi-delegasi muslim yang dikirim ke China semakin bertambah. Pada masa Khilafah Umayyah saja, terdapat sebanyak 17 delegasi yang datang ke China. Kemudian pada masa Dinasti Abbasiyah, ada sekitar 18 delegasi yang pernah dikirim ke China.
Bahkan pada pertengahan abad ke-7 Masehi, sudah terdapat perkampungan-perkampungan muslim di daerah Kanton dan Kanfu. Sumber tentang versi ini juga dapat diperoleh dari catatan-catatan para peziarah Budha-China yang sedang berkunjung ke India. Mereka biasanya menumpang kapal orang-orang Arab yang kerap melakukan kunjungan ke China sejak abad ketujuh. Tentu saja, untuk sampai ke daerah tujuan, kapal-kapal itu melewati jalur pelayaran Nusantara.
Beberapa catatan lain menyebutkan, delegasi-delegasi yang dikirim China itu sempat mengunjungi Zabaj atau Sribuza, sebutan lain dari Sriwijaya. Umumnya mereka mengenal kebudayaan Budha Sriwijaya yang sangat terkenal pada masa itu. Kunjungan ini dikisahkan oleh Ibnu Abd al-Rabbih, ia menyebutkan bahwa sejak tahun 100 hijriah atau 718 Masehi, sudah terjalin hubungan diplomatik yang cukup baik antara Raja Sriwijaya, Sri Indravarman dengan Khalifah Umar Ibnu Abdul Aziz.
Lebih jauh, dalam literatur China itu disebutkan bahwa perjalanan para delegasi itu tidak hanya terbatas di Sumatera saja, tetapi sampai pula ke daerah-daerah di Pulau Jawa. Pada tahun 674-675 Masehi, orang-orang Ta Shi (Arab) yang dikirim ke China itu meneruskan perjalanan ke Pulau Jawa. Menurut sumber ini, mereka berkunjung untuk mengadakan pengamatan terhadap Ratu Shima, penguasa Kerajaan Kalingga, yang terkenal sangat adil itu.
Pada periode berikutnya, proses Islamisasi di Jawa dilanjutkan oleh Wali Songo. Mereka adalah para muballig yang paling berjasa dalam mengislamkan masyarakat Jawa. Dalam Babad Tanah Djawi disebutkan, para Wali Songo itu masing-masing memiliki tugas untuk menyebarkan Islam ke seluruh pelosok Jawa melalui tiga wilayah penting. Wilayah pertama adalah Surabaya, Gresik, dan Lamongan di Jawa Timur.
Wilayah kedua adalah, Demak, Kudus, dan Muria di Jawa Tengah. Dan wilayah ketiga adalah, Cirebon di Jawa Barat. Dalam berdakwah, para Wali Songo itu menggunakan jalur-jalur tradisi yang sudah dikenal oleh orang-orang Indonesia kuno. Yakni melekatkan nilai-nilai Islam pada praktik dan kebiasaan tradisi setempat. Dengan demikian, tampak bahwa ajaran Islam sangat luwes, mudah dan sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa saat itu.
Selain berdakwah dengan tradisi, para Wali Songo itu juga mendirikan pesantren-pesantren, yang digunakan sebagai tempat untuk menelaah ajaran-ajaran Islam. Pesantren Ampel Denta dan Giri Kedanton, adalah dua lembaga pendidikan yang paling penting di masa itu. Bahkan dalam pesantren Giri di Gresik, Jawa Timur itu, Sunan Giri berhasil mendidik ribuan santri yang akhirnya dikirim ke beberapa daerah di Nusa Tenggara dan wilayah Indonesia Timur lainnya.
*Penjajah Belanda Menghapuskan Jejak Khilafah*
Pada masa penjajahan, Belanda berusaha menghapuskan penerapan syariah Islam oleh hampir seluruh kesultanan Islam di Indonesia. Salah satu langkah penting yang dilakukan Belanda adalah menyusupkan pemikiran dan politik sekuler melalui Snouck Hurgronye. Dia menyatakan dengan tegas bahwa musuh kolonialisme bukanlah Islam sebagai agama.
Dari pandangan Snouck tersebut penjajah Belanda kemudian berupaya melemahkan dan menghancurkan Islam dengan 3 cara. Pertama: memberangus politik dan institusi politik/pemerintahan Islam. Dihapuslah kesultanan Islam. Contohnya adalah Banten. Sejak Belanda menguasai Batavia, Kesultanan Islam Banten langsung diserang dan dihancurkan. Seluruh penerapan Islam dicabut, lalu diganti dengan peraturan kolonial Belanda.
Kedua: melalui kerjasama raja/sultan dengan penjajah Belanda. Hal ini tampak di Kerajaan Islam Demak. Pelaksanaan syariah Islam bergantung pada sikap sultannya. Di Kerajaan Mataram, misalnya, penerapan Islam mulai menurun sejak Kerajaan Mataram dipimpin Amangkurat I yang bekerjasama dengan Belanda.
Ketiga: dengan menyebar para orientalis yang dipelihara oleh pemerintah penjajah. Pemerintah Belanda membuat Kantoor voor Inlandsche zaken yang lebih terkenal dengan kantor agama (penasihat pemerintah dalam masalah pribumi). Kantor ini bertugas membuat ordonansi (UU) yang mengebiri dan menghancurkan Islam. Salah satu pimpinannya adalah Snouck Hurgronye.
Dikeluarkanlah: Ordonansi Peradilan Agama tahun 1882, yang dimaksudkan agar politik tidak mencampuri urusan agama (sekularisasi); Ordonansi Pendidikan, yang menempatkan Islam sebagai saingan yang harus dihadapi; Ordonansi Guru tahun 1905 yang mewajibkan setiap guru agama Islam memiliki izin; Ordonansi Sekolah Liar tahun 1880 dan 1923, yang merupakan percobaan untuk membunuh sekolah-sekolah Islam. Sekolah Islam didudukkan sebagai sekolah liar.
Demikianlah, syariat Islam mulai diganti oleh penjajah Belanda dengan hukum-hukum sekuler. Hukum-hukum sekuler ini terus berlangsung hingga sekarang. Maka tidak salah jika dikatakan bahwa hukum-hukum yang berlaku di negeri ini saat ini merupakan warisan dari penjajah, sesuatu yang justru seharusnya dienyahkan oleh kaum Muslim, sebagaimana mereka dulu berhasil mengenyahkan sang penjajah: Belanda.
Selasa, 28 Maret 2017
Revolusi Industri yg ke-4. Selamat datang di Era Eksponensial
Perangkat lunak akan menggeser industri tradisional dlm 5-10 thn ke dpn.
# *Uber* hanyalah sebuah perangkat lunak, mrk tdk memiliki armada sendiri, kini menjadi perusahaan taksi terbesar di dunia.
# *Airbnb* skrg menjadi perusahaan perhotelan terbesar di dunia, walaupun mrk tdk memiliki properti apapun.
*ARTIFICIAL INTELLEGENCE*
_Kecerdasan Buatan_
Komputer secara eksponensial menjadi lbh baik dlm mengerti dunia ini.
Tahun ini, sebuah komputer mengalahkan Go Player terbaik di dunia, 10 thn lbh cepat dr perkiraan.
Di AS, pengacara2 muda sdh kesulitan mencari pekerjaan krn *IBM Watson*, di mana anda bisa mendapatkan saran mengenai hukum dlm hitungan detik (sejauh ini hanya utk hal2 dasar), dgn keakuratannya 90%, dibandingkan jika dikerjakan manusia yg hanya 70%.
Jadi, jika anda skrg menekuni hukum, berhentilah.
Di masa depan, jumlah pengacara di dunia akan berkurang hingga 90% nya, hanya spesialis yg akan bertahan.
*IBM Watson* telah menolong perawat mendiagnosa kanker, 4x lbh akurat drpd manusia.
Facebook kini memiliki perangkat lunak pengenal pola yg dpt mengenali wajah jauh lbh akurat dr manusia.
Di thn 2030, komputer akan lbh cerdas dr manusia.
*AUTONOMOUS CAR*
_Mobil dg kemudi otomatis_
Thn 2018 nanti, mobil otonom pertama di dunia akan diluncurkan utk umum.
Sekitar thn 2020, keseluruhan industri otomotif akan bergeser.
Anda akan tdk ingin memiliki mobil lagi.
Anda akan ‘menelpon’ sebuah mobil utk anda, yg kemudian akan menjemput & mengantar anda ke tujuan.
Anda tdk akan perlu memarkirkan mobil anda, anda hanya akan membayar jarak yg anda tempuh, dan dpt lbh produktif selama perjalanan.
Anak2 kita tdk perlu lagi mendapatkan SIM atau memiliki mobil sendiri.
Hal ini akan mengubah banyak kota krn akan terjadi pengurangan 90-95% mobil karenanya.
Kita dpt mengalih fungsikan tempat parkir menjadi taman.
1,2 juta org di dunia meninggal setiap tahunnya akibat kecelakaan mobil.
Sekarang ini kita mengalami 1 kecelakaan per 100.000 km, dgn adanya mobil otonom, angka ini akan turun drastis menjadi 1 kecelakaan per 10 juta km.
Ini akan menyelamatkan sejuta jiwa per tahunnya.
Banyak perusahaan mobil akan bangkrut.
Perusahaan mobil tradisional dgn pendekatan evolusinya akan menciptakan mobil yg lbh baik, sedangkan perusahaan teknologi (Tesla, Apple, Google) dgn pendekatan revolusinya akan membangun *‘komputer beroda’*.
Banyak engineer Volkswagen & Audi, sangat ketakutan dgn *Tesla*.
Perusahaan asuransi akan mendapatkan banyak masalah, krn tanpa kecelakaan, asuransi akan menjadi 100x lbh murah.
Bisnis model asuransi kendaraan akan punah.
Real estate akan berubah, krn jika anda bisa bekerja dlm perjalanan, org akan pindah jauh2 utk tinggal di tempat yg lbh indah.
Mobil elektrik akan menjadi barang umum di th 2020 nanti.
Perkotaan akan menjadi tidak sebising skrg krn mobil sdh menggunakan listrik.
Listrik akan menjadi makin ramah lingkungan & murah; produksi tenaga surya bertumbuh secara eksponensial selama 30 thn ini, tetapi baru skrg2 ini akan terlihat dampaknya.
Tahun lalu, lbh banyak tenaga surya yg dipasang dibandingkan tenaga fosil (migas, batubara).
Harga tenaga surya akan turun jauh hingga semua perusahaan batu bara akan gulung tikar di th 2025.
Dengan adanya listrik murah, air akan ikut menjadi murah.
Proses desalinasi kini hanya membutuhkan 2kWh/m3.
Kita tdk akan mengalami lagi kelangkaan air di sebagian besar tempat, hanya mungkin air minum saja yg akan langka.
Bayangkan apa yg mungkin terjadi jika air bersih dpt diakses oleh siapa saja secara gratis.
*HEALTH*
_Kesehatan_
Harga *Tricoder X* akan diumumkan thn ini.
Akan ada banyak perusahaan yg membangun peralatan medis (nama “Tricoder” diambil dr Star Trek) yg akan bekerja melalui smartphone anda, memindai retina anda, mengambil sampel darah anda, dan mendeteksi nafas anda.
Alat ini kemudian akan menganalisa 54 tanda-tanda biologis yg dpt mengidentifikasi hampir segala jenis penyakit.
Harganya murah, shg dlm bbrp tahun saja, setiap org di dunia akan mendapatkan akses kedokteran kelas dunia secara hampir gratis.
Semoga bermanfaat 🙏🏻
Senin, 20 Maret 2017
Manfaat Medis Dibalik Lamanya Ruku’ dan Sujud Dalam Sholat
Shalat lima waktu merupakan perintah yang wajib dijalankan oleh Umat Islam. Kekhusukkan dalam menjalankan salat sangat penting untuk mendapatkan manfaat baik secara agama maupun medis. Ada orang yang dalam salatnya begitu khusuk dan menikmati setiap gerakan-gerakannya.
Namun ada pula yang cepat-cepat agar salat segera selesai. Dua gerakan yang biasanya dilakukan secara kilat ada saat ruku dan sujud. Karena urusan dunia biasanya manusia mempercepat dua gerakan ini agar salat cepat selesai.
Padahal dua gerakan ini memiliki manfaat besar dari segi medis. Jika dilakukan secara cepat, maka manfaat medis dari gerakan ruku dan sujud ini tidak didapatkan secara maksimal. Manfaat medis apa yang dimaksud? Berikut ini ulasannya.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperlama gerakan ruku dan sujud. Menurut Rasulullah lamanya dua gerakan tersebut dapat menggugurkan dosa. Suatu hari Abdullah bin Umar -rodhiallohu anhuma- melihat seorang pemuda sedang shalat, dia memanjangkan shalatnya dan melamakannya, maka beliau bertanya: siapa yang tahu orang itu? Maka ada yang menjawab: Saya.
Beliaupun mengatakan: seandainya aku mengenalnya, tentu aku akan menyuruhnya untuk memanjangkan ruku’ dan sujudnya, karena aku pernah mendengar Nabi -Shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
“Sungguh, jika seorang hamba berdiri untuk shalat; semua dosanya didatangkan, dan diletakkan di atas pundaknya. Maka setiap kali dia ruku’ dan sujud, dosa-dosa tersebut menjadi berjatuhan”. (Lihat Silsilah shahihah: 1398, sanadnya shahih).
Dari hadist di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa semakin lama ruku’ dan sujud, maka akan semakin banyak dosa yang akan dilepaskan dari diri manusia. Ternyata tidak hanya dari segi agama saja gerakan yang lama dan khusuk ini memberikan manfaat. Dari segi kesehatan pun, memperlama ternyata gerakan ruku’ dan sujud juga memiliki manfaat besar.
Ruku’ menjadi salah satu gerakan yang ternyata miliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Ruku’ yang sempurna bisa di tandai apabila kita meletakan gelas di punggung maka tidak akan tumpah sebab antara kepala dan tulang belakang atau punggung sejajar.
Selain itu, posisi ruku’ yang sempurna ini juga bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi punggung sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf dan posisi jantung sejajar dengan otak sehingga bagian tengah badan kita bisa teraliri darah dengan sempurna.
Posisi tangan tertumpu pada lutut ini sangat bermanfaat untuk merelaksasikan pada otot-otot bahu sampai ke bawah. Menerut penelitian posisi ruku ini juga sangat bermanfaat untuk melatih kemih sehingga terhindar dari penyakit prostat.
Sementara itu, sujud juga menjadi gerakan dalam shalat yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki dan dahi pada lantai. Posisi sujud ini berguna juga untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan daerah ini kaya akan kandungan oksigen yang bisa mengalir secara maksimal ke otak.
Aliran tersebut sangat berpengaruh terhadap daya pikir seseorang. Oleh seban itu, ada baiknya melakukan sujud dengan tuma’ninah, yakni tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi yang demikian ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
Demikianlah ulasan mengenai faedah di balik lamanya ruku’ dan sujud dalam shalat. Jika ingin dosa berguguran, maka lakukan anjuran Rasulullah ini. Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang selalu beriman dan beramal shalat.
Sumber :
http://islamidia.com/inilah-manfaat-medis-dibalik-lamanya-ruku-dan-sujud-dalam-sholat/
WUDLU & GETAH BENING
💦💦 ** 💦💦
Bersyukurlah bagi yang sering berwudhu dengan benar, selain untuk membersihkan diri sebelum melakukan sholat, ternyata Allah Subhaanahu Wata'ala, membebaskan kita dari sakit kanker.... Lho koq bisa...!!? kemarin, ada Pelatihan mengenai "Pendeteksian Kanker melalui mata (sclera dan iris) dibimbing langsung oleh ahli sclera, iris dan pupil mata, satu-satunya ahli di Indonesia, Bapak Arman Sibuea.
Pada Kanker Getah Bening, sistem pembiakannya melalui saluran getah bening yang berada di seluruh tubuh manusia dan sangat cepat menjalarnya....
Ternyata..., melakukan wudhu dengan benar, maka tidak hanya suci dan bersih, jiwa dan raga kita, bahkan Allah Subhaanahu Wata'ala menambahkan bonus sehat dari kanker kelenjar getah bening. Wudhu yang benar adalah betul-betul mengusap muka, telinga, kepala/ubun-ubun, sela-sela jari tangan dan kaki. Tanpa sadar, saat kita membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki serta telinga, kita telah melakukan pijatan pada bagian-bagian badan tersebut, dan di area itu (sela jari kaki dan tangan, telinga) adalah tempat titik syaraf kelenjar getah beningnya diaktifkan. MasyaaAllooh, minimal 5 X sehari kita lakukan, bagaimana tidak sehat kita...!!? Jangan sia-siakan diri kita... Bila kita berwudhu hanya sekedar membasahi dengan air saja dan tidak memanfaatkannya.
Ketahuilah... Wahai Saudaraku... Berwudhu adalah terapi yang mudah, murah dan sehat penuh manfaat...
SHARE ke saudara dan teman2
Copas dari group whatsapp kedokteran islam
Sekolah Herbalis Muslim Zona Malang Raya
✒Turut Mempublikasikan
🍒"Forum Kesehatan"🍒
Bersyukurlah bagi yang sering berwudhu dengan benar, selain untuk membersihkan diri sebelum melakukan sholat, ternyata Allah Subhaanahu Wata'ala, membebaskan kita dari sakit kanker.... Lho koq bisa...!!? kemarin, ada Pelatihan mengenai "Pendeteksian Kanker melalui mata (sclera dan iris) dibimbing langsung oleh ahli sclera, iris dan pupil mata, satu-satunya ahli di Indonesia, Bapak Arman Sibuea.
Pada Kanker Getah Bening, sistem pembiakannya melalui saluran getah bening yang berada di seluruh tubuh manusia dan sangat cepat menjalarnya....
Ternyata..., melakukan wudhu dengan benar, maka tidak hanya suci dan bersih, jiwa dan raga kita, bahkan Allah Subhaanahu Wata'ala menambahkan bonus sehat dari kanker kelenjar getah bening. Wudhu yang benar adalah betul-betul mengusap muka, telinga, kepala/ubun-ubun, sela-sela jari tangan dan kaki. Tanpa sadar, saat kita membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki serta telinga, kita telah melakukan pijatan pada bagian-bagian badan tersebut, dan di area itu (sela jari kaki dan tangan, telinga) adalah tempat titik syaraf kelenjar getah beningnya diaktifkan. MasyaaAllooh, minimal 5 X sehari kita lakukan, bagaimana tidak sehat kita...!!? Jangan sia-siakan diri kita... Bila kita berwudhu hanya sekedar membasahi dengan air saja dan tidak memanfaatkannya.
Ketahuilah... Wahai Saudaraku... Berwudhu adalah terapi yang mudah, murah dan sehat penuh manfaat...
SHARE ke saudara dan teman2
Copas dari group whatsapp kedokteran islam
Sekolah Herbalis Muslim Zona Malang Raya
✒Turut Mempublikasikan
🍒"Forum Kesehatan"🍒
Reframing 2
Esai (43)
Reframing adalah upaya untuk membingkai ulang sebuah kejadian, dengan mengubah sudut pandang. Orang sering menyebutnya berpikir positif. Petik manfaatnya, ambil hikmahnya. Maka, sesuatu yang negatif bisa tampak bermanfaat dan membahagiakan. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman; ”Aku di sisi persangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya ketika dia mengingatKu.” (Rowahu Bukhory). Dan Jabir meriwayatkan hadits yang didapat 3 hari sebelum Rasulullah SAW wafat. Beliau bersabda, ”Janganlah salah satu kalian meninggal, kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah.” (Rowahu Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan dan kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih dan teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu. Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum dan berkata kepada sang ibu; "Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan". Ibu itu kemudian menutup matanya. "Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu. Bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorang pun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau-canda dan tawa-ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu dan kotoran di sana. Artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu." Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tersebut. "Sekarang bukalah mata ibu." Ibu itu membuka matanya. "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda," ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".
Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor. Karena setiap melihat jejak sepatu di sana, ia tahu, keluarga yang dikasihinya ada di rumah. Ia di kelilingi orang-orang yang terkasih.
Kawan, banyak hal yang kita keluhkan dan kita permasalahkan, terkadang hanya karena kesalahan kecil. Yaitu kesalahan bagaimana kita memandangnya. Kebanyakan kita memandang seperti diri kita bukan apa adanya. Dan banyak dipengaruhi faktor-fakto negatif, dibanding positif. Jadi, bukan hanya kaca matanya saja yang harus bersih, letak sudut pandang pun sangat menentukan.
SAPMB AJKH
Reframing adalah upaya untuk membingkai ulang sebuah kejadian, dengan mengubah sudut pandang. Orang sering menyebutnya berpikir positif. Petik manfaatnya, ambil hikmahnya. Maka, sesuatu yang negatif bisa tampak bermanfaat dan membahagiakan. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman; ”Aku di sisi persangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya ketika dia mengingatKu.” (Rowahu Bukhory). Dan Jabir meriwayatkan hadits yang didapat 3 hari sebelum Rasulullah SAW wafat. Beliau bersabda, ”Janganlah salah satu kalian meninggal, kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah.” (Rowahu Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan dan kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih dan teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu. Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum dan berkata kepada sang ibu; "Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan". Ibu itu kemudian menutup matanya. "Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu. Bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorang pun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau-canda dan tawa-ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu dan kotoran di sana. Artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu." Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tersebut. "Sekarang bukalah mata ibu." Ibu itu membuka matanya. "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda," ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".
Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor. Karena setiap melihat jejak sepatu di sana, ia tahu, keluarga yang dikasihinya ada di rumah. Ia di kelilingi orang-orang yang terkasih.
Kawan, banyak hal yang kita keluhkan dan kita permasalahkan, terkadang hanya karena kesalahan kecil. Yaitu kesalahan bagaimana kita memandangnya. Kebanyakan kita memandang seperti diri kita bukan apa adanya. Dan banyak dipengaruhi faktor-fakto negatif, dibanding positif. Jadi, bukan hanya kaca matanya saja yang harus bersih, letak sudut pandang pun sangat menentukan.
SAPMB AJKH
Jumat, 17 Maret 2017
REZEKI KURMA BUSUK
Jika tiba-tiba rezeki "down", saya selalu akan ingat kembali akan Abdul Rahman bin Auf dengan kisah kurma busuknya.
Kata Rasulullah saw, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.
Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun memutar kepala berfikir, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin lagi supaya dapat masuk syurga lebih awal.
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat r.hum tadi dengan harga kurma bagus.
Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf.
Sahabat gembira.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira.
Semua happy!
Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdul Rahman bin Auf r.a gembira juga sebab...
jatuh miskin!
MasyaAllah..hebat.
Coba kalau kita?
Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.
Abdul Rahman bin Auf r.a berasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.
Namun.. MasyaAllah... Rencana Allah itu memang terbaik..
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !
Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat harga kurma biasa.
Allahuakbar..
Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?
ALLAH swt lah yang Memberi Rezeki.
Ibroh dari kisah ini sangat special buat kita, sebab ini membuat kiya harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah.
Bukan hanya karna usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak.
Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...
We plan,
but Allah has also planned everything for us.
So, If something goes wrong, it went wrong for a good reason.
Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita.
TIGA LANGKAH CERDAS MENGHADAPI RASA TAKUT
🍂 ** 🍂
_Assalamu’alaykum Wr. Wb._
Sahabatku sekalian….
Hari ini saya ingin berbagi dengan Anda tentang *bagaimana menghadapi rasa takut.*
Banyak orang yang terhambat kehidupannya karena dia menunda sesuatu yang harus dikerjakannya.
Banyak orang yang seharusnya hari ini sudah mencapai kesuksesan tertentu, namun dia belum merasakan kesuksesannya dikarenakan menunda sesuatu yang harus dilakukannya.
Setelah saya bertemu dengan orang-orang yang merasakan tertundanya kesuksesan, maka _saya simpulkan sebagian mereka *bukanlah orang yang sebenernya tidak mampu*, *bukanlah orang yang tidak punya kompetensi*, namun *sebagian besar mereka adalah orang-orang yang takut beresiko, kurang memiliki kemauan yang kuat, atau merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang pasti merasakan kegagalan* dan akhirnya takut merasakan gagal itu terjadi dengan cara tidak melakukan sesuatu yang beresiko gagal._
Anda... sesungguhnya mampu *menghadapi rasa takut itu dengan 3 LANGKAH CERDAS:*
🕺 *Hadapilah rasa takut dengan cara menghadapinya*
Maksudnya adalah ketika Anda berani melakukan langkah 🏃🏿yang pertama, maka sesungguhnya akan muncul langkah kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.
*Prinsip rasa takut itu akan kalah manakala Anda menghadapi rasa takut itu dengan cara menghadapinya.*
Ketika Anda takut bertemu dengan seseorang, temuilah orang itu.
Ketika Anda takut berdiri di depan umum, berdirilah di depan umum dan berbicaralah.
Bahkan ketika Anda takut untuk melakukan sesuatu yang selama ini Anda takutkan, maka *rumusnya sederhana: Lakukanlah!*✊🏼 Dan di situ Anda menemukan jalan bagaimana menghadapinya
🕺🕺 *Carilah teman yang memiliki pengalaman sama untuk menghadapi rasa takut sebagaimana takut Anda.*
Bisa jadi teman Anda adalah orang yang dulu merasakan rasa takut sebagaimana takut yang Anda rasakan, akhirnya dia berani dan memiliki rumus menghadapinya. Maka dengan memiliki teman seperti itu *otomatis Anda bisa belajar dengan lebih cepat*. Bisa belajar dengan lebih cepat bagaimana menghadapi rasa takut karena dia punya rumus dan telah berhasil menaklukan rasa takut itu. *Inilah perlunya kawan, perlunya sahabat yang bisa jadi dari situ Anda bisa ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sesuai dengan diri Anda.*
🕺🕺🕺 *Perbesar kapasitas diri Anda, pengetahuan Anda, ilmu Anda, kemampuan Anda, sehingga rasa takut itu menjadi lebih kecil daripada kemampuan Anda.* Persis sebagaimana rumus yang saya berikan:
P = F / A
P= Pressure (tekanan hidup); F= Force (gaya); A= Area (kapasitas hidup)
Jadi sekali lagi ketika Anda ingin menghadapi rasa takut itu, pertama: hadapi saja; kedua: cari teman yang pernah merasakan rasa takut sebagaimana yang Anda rasakan dan dia telah berhasil menghadapinya; ketiga: perbesar kapasitas diri Anda.
Mudah-mudahan bermanfaat. *Sesungguhnya Allah menghadirkan rasa takut untuk memberitahu Anda bahwa saatnya Anda belajar kembali agar lebih luas pengetahuan Anda, lebih luas ilmu Anda, dan lebih luas kapasitas Anda.*
_Wassalamu’alaykum Wr. Wb._
(Aris Ahmad Jaya, 17 Mar 2017)
_Assalamu’alaykum Wr. Wb._
Sahabatku sekalian….
Hari ini saya ingin berbagi dengan Anda tentang *bagaimana menghadapi rasa takut.*
Banyak orang yang terhambat kehidupannya karena dia menunda sesuatu yang harus dikerjakannya.
Banyak orang yang seharusnya hari ini sudah mencapai kesuksesan tertentu, namun dia belum merasakan kesuksesannya dikarenakan menunda sesuatu yang harus dilakukannya.
Setelah saya bertemu dengan orang-orang yang merasakan tertundanya kesuksesan, maka _saya simpulkan sebagian mereka *bukanlah orang yang sebenernya tidak mampu*, *bukanlah orang yang tidak punya kompetensi*, namun *sebagian besar mereka adalah orang-orang yang takut beresiko, kurang memiliki kemauan yang kuat, atau merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang pasti merasakan kegagalan* dan akhirnya takut merasakan gagal itu terjadi dengan cara tidak melakukan sesuatu yang beresiko gagal._
Anda... sesungguhnya mampu *menghadapi rasa takut itu dengan 3 LANGKAH CERDAS:*
🕺 *Hadapilah rasa takut dengan cara menghadapinya*
Maksudnya adalah ketika Anda berani melakukan langkah 🏃🏿yang pertama, maka sesungguhnya akan muncul langkah kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.
*Prinsip rasa takut itu akan kalah manakala Anda menghadapi rasa takut itu dengan cara menghadapinya.*
Ketika Anda takut bertemu dengan seseorang, temuilah orang itu.
Ketika Anda takut berdiri di depan umum, berdirilah di depan umum dan berbicaralah.
Bahkan ketika Anda takut untuk melakukan sesuatu yang selama ini Anda takutkan, maka *rumusnya sederhana: Lakukanlah!*✊🏼 Dan di situ Anda menemukan jalan bagaimana menghadapinya
🕺🕺 *Carilah teman yang memiliki pengalaman sama untuk menghadapi rasa takut sebagaimana takut Anda.*
Bisa jadi teman Anda adalah orang yang dulu merasakan rasa takut sebagaimana takut yang Anda rasakan, akhirnya dia berani dan memiliki rumus menghadapinya. Maka dengan memiliki teman seperti itu *otomatis Anda bisa belajar dengan lebih cepat*. Bisa belajar dengan lebih cepat bagaimana menghadapi rasa takut karena dia punya rumus dan telah berhasil menaklukan rasa takut itu. *Inilah perlunya kawan, perlunya sahabat yang bisa jadi dari situ Anda bisa ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sesuai dengan diri Anda.*
🕺🕺🕺 *Perbesar kapasitas diri Anda, pengetahuan Anda, ilmu Anda, kemampuan Anda, sehingga rasa takut itu menjadi lebih kecil daripada kemampuan Anda.* Persis sebagaimana rumus yang saya berikan:
P = F / A
P= Pressure (tekanan hidup); F= Force (gaya); A= Area (kapasitas hidup)
Jadi sekali lagi ketika Anda ingin menghadapi rasa takut itu, pertama: hadapi saja; kedua: cari teman yang pernah merasakan rasa takut sebagaimana yang Anda rasakan dan dia telah berhasil menghadapinya; ketiga: perbesar kapasitas diri Anda.
Mudah-mudahan bermanfaat. *Sesungguhnya Allah menghadirkan rasa takut untuk memberitahu Anda bahwa saatnya Anda belajar kembali agar lebih luas pengetahuan Anda, lebih luas ilmu Anda, dan lebih luas kapasitas Anda.*
_Wassalamu’alaykum Wr. Wb._
(Aris Ahmad Jaya, 17 Mar 2017)
Senin, 13 Maret 2017
100 ribu dan 5 Selimut
_Assalaamu'@laikum_
*Kisah teladan*
Seorang lelaki tua, pakaian lusuhnya menampakkan jelas kefaqiran yang ia alami.
Ia memasuki sebuah toko untuk membeli selimut.
Ia membutuhkan 5 buah selimut untuk keluarganya di musim dingin ini.
Tapi uang yang ia miliki hanya 100 ribu.
Sudah berkeliling di pasar tapi tidak ada penjual toko yang menjual harga 100 ribu untuk 5 selimut.
Putus asa ia memasuki toko terakhir yang lebih megah di pasar tersebut
Dengan suara ragu lelaki tua bertanya:
"Saya membutuhkan 5 selimut... tapi saya hanya punya uang 100 ribu .. apakah bapak menjualnya ?"
Pemilik toko berkata :
"Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah, hanya 25 ribu per buah. Kalau bapak beli 4 buah akan mendapat bonus 1 buah."
Lega...
Terpancar diwajah lelaki tua itu.
Segera ia mengulurkan lembaran uang 100 ribu miliknya.
Dengan wajah berseri sambil membawa selimut ia berlalu pergi.
Anak si pedagang yang sedari tadi duduk memperhatikan ini berkata :
"Ayah .... Ko bisa ?? bukankah kemarin Ayah mengatakan selimut itu jenis selimut termahal di toko ini, kalau tidak salah kemarin Ayah mengatakannya seharga 250 ribu per helainya...!??"
Si Ayah dari anak itu tersenyum dan menjawab :
"Benar sekali, kemarin kita menjualnya 250 ribu kepada pembeli yang lain tidak kurang sedikitpun.
Kemarin kita berdagang dengan manusia.
Hari ini kita berdagang dengan ALLAH.
Ayah ingin keluarga laki-laki tua tadi dapat terhindar dari dingin di musim dingin ini
Ayah berharap ALLAH _menyelamatkan_ keluarga kita dari panasnya api neraka di akhirat nanti.
Sesungguhnya.. kalaulah tidak karena menjaga harga diri laki-laki tua tadi, Ayah tidak ingin menerima darinya uang sedikitpun.
Ayah tidak ingin ia merasa menerima sedekah sehingga merasa malu dihadapan kita disini."
Si Anak tersenyum mengambil hikmah atas pelajaran berharga yang diperoleh hari ini dari Ayahanda nya.
Sampai di rumah, Sang lelaki tua disambut istrinya dengan gembira, kemudian membuka bungkusan selimut, dan terkejut.
"Astaghfirullah, darimana ayah dapat uang beli selimut mahal ini ?"
"Dari uang yg ibu kasih tadi" jawabnya sambil merebahkan diri di lantai, kelelahan.
"Tidak mungkin dg 100rb, dapatkan selimut ini, jangankan 5, satu buah aja gak dapat."
Percakapan ini didengar sang anak, dan menghampiri. Kemudian dia memeriksa selimut tsb.
"Ini harganya 250rb, ayaahh"
Si ayah bangkit melihat label harga yg dilihatkan anaknya.
"Sepertinya si pemilik toko salah, tadi dia bilang harganya 25rb, karena ayah beli 4, dapat bonus 1". Cerita sang ayah.
Semua terpaku diam...
"Besok ayah hantarkan lagi ke toko itu, jangan dipakai dulu ya" sang ibu memecah kesunyian.
"Ayah kelihatan capek, aku saja yang hantarkan sekarang. Di toko mana ayah beli selimut ini ?" Sahut anaknya.
"Kenapa harus sekarang nak ? tadi ibu lihat kamu lagi menjahit pesanan bu Kino untuk besok" tanya ibunya
"Ibu, kasihan si pedagang itu bu, kalau nanti dia jual lagi ke orang lain dg harga segitu, soal jahitan itu, bisa saya selesaikan nanti malam" jawab si anak.
Sang ayah tersenyum bahagia dan bangga, kemudian menjelaskan toko tempat dia membeli selimut.
Sang anak mengayuh sepeda menuju pasar.
"Silahkan masuk nona" sapa ramah seorang pemuda saat melihat gadis muda celingak-celinguk di depan tokonya.
"Maaf bang, tadi adakah Abang menjual selimut ini kepada seorang tua ? Saya anaknya mau mengembalikan selimut ini" tanyanya.
Dari bungkusannya si pemuda sudah tahu bahwa itu memang selimut yg dijual ayahnya tadi.
"Maaf nona, apakah ada barang yg rusak ? Saya akan ganti dg yg lain"
"Oh, tidak, saya mau kembalikan bukan karena rusak, tapi Abang salah lihat harga, di label ini 250rb, bukan 25rb."
Si pemuda berpikir sejenak, sambil pura2 memeriksa selimut tsb.
"Terimakasih... nona telah _menyelamatkan_ saya dari kerugian besar, coba bayangkan jika semua itu (sambil menunjuk tumpukan selimut) saya jual 25rb, berapa besar kerugian saya. Untuk itu saya hadiahkan selimut ini untuk ayah nona."
"Alhamdulillah, benar yg dibilang anak saya, harap diterima kembali uang ini." Sang ayah yg dari tadi hanya menonton, menimpali sambil menyodorkan uang 100rb ke anak tsb.
"Eee"
"Jangan menolak nona, ini sekedar ucapan terimakasih saja, nona telah _menyelamatkan_ kami jauh lebih besar dari ini, bawalah selimut tsb pulang, dan tolong kembalikan uang ini kepada ayahmu."
Saudaraku...
Sungguh untuk bermuamalah yang benar kepada ALLAH, butuh seni dan akhlaq yang tinggi. Semoga kita bisa mencontoh akhlaq mulia dari kisah ini.
Aamiin..
*Kisah teladan*
Seorang lelaki tua, pakaian lusuhnya menampakkan jelas kefaqiran yang ia alami.
Ia memasuki sebuah toko untuk membeli selimut.
Ia membutuhkan 5 buah selimut untuk keluarganya di musim dingin ini.
Tapi uang yang ia miliki hanya 100 ribu.
Sudah berkeliling di pasar tapi tidak ada penjual toko yang menjual harga 100 ribu untuk 5 selimut.
Putus asa ia memasuki toko terakhir yang lebih megah di pasar tersebut
Dengan suara ragu lelaki tua bertanya:
"Saya membutuhkan 5 selimut... tapi saya hanya punya uang 100 ribu .. apakah bapak menjualnya ?"
Pemilik toko berkata :
"Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah, hanya 25 ribu per buah. Kalau bapak beli 4 buah akan mendapat bonus 1 buah."
Lega...
Terpancar diwajah lelaki tua itu.
Segera ia mengulurkan lembaran uang 100 ribu miliknya.
Dengan wajah berseri sambil membawa selimut ia berlalu pergi.
Anak si pedagang yang sedari tadi duduk memperhatikan ini berkata :
"Ayah .... Ko bisa ?? bukankah kemarin Ayah mengatakan selimut itu jenis selimut termahal di toko ini, kalau tidak salah kemarin Ayah mengatakannya seharga 250 ribu per helainya...!??"
Si Ayah dari anak itu tersenyum dan menjawab :
"Benar sekali, kemarin kita menjualnya 250 ribu kepada pembeli yang lain tidak kurang sedikitpun.
Kemarin kita berdagang dengan manusia.
Hari ini kita berdagang dengan ALLAH.
Ayah ingin keluarga laki-laki tua tadi dapat terhindar dari dingin di musim dingin ini
Ayah berharap ALLAH _menyelamatkan_ keluarga kita dari panasnya api neraka di akhirat nanti.
Sesungguhnya.. kalaulah tidak karena menjaga harga diri laki-laki tua tadi, Ayah tidak ingin menerima darinya uang sedikitpun.
Ayah tidak ingin ia merasa menerima sedekah sehingga merasa malu dihadapan kita disini."
Si Anak tersenyum mengambil hikmah atas pelajaran berharga yang diperoleh hari ini dari Ayahanda nya.
Sampai di rumah, Sang lelaki tua disambut istrinya dengan gembira, kemudian membuka bungkusan selimut, dan terkejut.
"Astaghfirullah, darimana ayah dapat uang beli selimut mahal ini ?"
"Dari uang yg ibu kasih tadi" jawabnya sambil merebahkan diri di lantai, kelelahan.
"Tidak mungkin dg 100rb, dapatkan selimut ini, jangankan 5, satu buah aja gak dapat."
Percakapan ini didengar sang anak, dan menghampiri. Kemudian dia memeriksa selimut tsb.
"Ini harganya 250rb, ayaahh"
Si ayah bangkit melihat label harga yg dilihatkan anaknya.
"Sepertinya si pemilik toko salah, tadi dia bilang harganya 25rb, karena ayah beli 4, dapat bonus 1". Cerita sang ayah.
Semua terpaku diam...
"Besok ayah hantarkan lagi ke toko itu, jangan dipakai dulu ya" sang ibu memecah kesunyian.
"Ayah kelihatan capek, aku saja yang hantarkan sekarang. Di toko mana ayah beli selimut ini ?" Sahut anaknya.
"Kenapa harus sekarang nak ? tadi ibu lihat kamu lagi menjahit pesanan bu Kino untuk besok" tanya ibunya
"Ibu, kasihan si pedagang itu bu, kalau nanti dia jual lagi ke orang lain dg harga segitu, soal jahitan itu, bisa saya selesaikan nanti malam" jawab si anak.
Sang ayah tersenyum bahagia dan bangga, kemudian menjelaskan toko tempat dia membeli selimut.
Sang anak mengayuh sepeda menuju pasar.
"Silahkan masuk nona" sapa ramah seorang pemuda saat melihat gadis muda celingak-celinguk di depan tokonya.
"Maaf bang, tadi adakah Abang menjual selimut ini kepada seorang tua ? Saya anaknya mau mengembalikan selimut ini" tanyanya.
Dari bungkusannya si pemuda sudah tahu bahwa itu memang selimut yg dijual ayahnya tadi.
"Maaf nona, apakah ada barang yg rusak ? Saya akan ganti dg yg lain"
"Oh, tidak, saya mau kembalikan bukan karena rusak, tapi Abang salah lihat harga, di label ini 250rb, bukan 25rb."
Si pemuda berpikir sejenak, sambil pura2 memeriksa selimut tsb.
"Terimakasih... nona telah _menyelamatkan_ saya dari kerugian besar, coba bayangkan jika semua itu (sambil menunjuk tumpukan selimut) saya jual 25rb, berapa besar kerugian saya. Untuk itu saya hadiahkan selimut ini untuk ayah nona."
"Alhamdulillah, benar yg dibilang anak saya, harap diterima kembali uang ini." Sang ayah yg dari tadi hanya menonton, menimpali sambil menyodorkan uang 100rb ke anak tsb.
"Eee"
"Jangan menolak nona, ini sekedar ucapan terimakasih saja, nona telah _menyelamatkan_ kami jauh lebih besar dari ini, bawalah selimut tsb pulang, dan tolong kembalikan uang ini kepada ayahmu."
Saudaraku...
Sungguh untuk bermuamalah yang benar kepada ALLAH, butuh seni dan akhlaq yang tinggi. Semoga kita bisa mencontoh akhlaq mulia dari kisah ini.
Aamiin..
Minggu, 12 Maret 2017
7 Rahasia Mendidik Anak
By heriUstdz Farid Ahmad!
1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.
2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.
5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.
Share & Like : http://www.beritaislamterbaru.org/2016/03/menyesal-tidak-mengetahuinya-dari-dulu.html
1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.
2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.
5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.
Share & Like : http://www.beritaislamterbaru.org/2016/03/menyesal-tidak-mengetahuinya-dari-dulu.html
Senin, 06 Maret 2017
Karbohidrat tinggi, biang penyakit ?
Mari konsumsi telur puyuh banyak-banyak
*_KOLESTEROL & ASAM URAT_*
Kolesterol telah resmi dihapus sebagai nutrisi buruk oleh Amerika Serikat.
Pertimbangkan lagi untuk memberikan saran kpd pasien
"Jangan banyak makan makanan berlemak, kolesterol.!
Perbanyak sayur dan buah serta air putih"...
Lemak dan kolesterol makanan tidak berkolerasi terhadap kadar kolesterol dalam darah...
Yang harus diwaspadai adalah *KARBOHIDRAT/GULA*..
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/kolesterol-resmi-dihapus-dari-daftar-nutrisi-buruk
@ Mengapa ada orang yang sakit kolesterol?
Dan mengapa penyakit itu akan kambuh saat makan makanan yang mengandung banyak kolesterol?
@ Jawaban saya singkat :
Karena dia makan kolesterol bersama bersama dengan karbohidrat!
@ Silahkan tanya ke mereka...
Makan kambingnya pakai nasi enggak ?
Makan satenya pakai es teh manis apa enggak?
@ Jawabannya pasti :
iyaa.. pakai nasi dan minum yang manis!
@ Jadi bukan salah kolesterol...
Kolesterol baik-baik saja.
Yang salah adalah karbohidrat alias gula.!
@ Begini penjelasannya..,
Karbohidrat dan semua turunannya adalah gula.
Tahu sifat gula, khan?
@ Kalau enggak tahu sifatnya..,
silahkan ambil gula pasir..,
Lalu panaskan....
@ Apakah gula akan meleleh.?
Atau menjadi karamel?
Jawabannya adalah menjadi karamel!
@ Gula yang mengkaramel inilah biang masalahnya.
Karamel gula atau disebut Glycation ini mengikat macam-macam komponen dalam tubuh.
@ Apa saja yang diikat oleh karamel gula.?
Salah tiganya :
*Lemak*,
*Kolesterol*, dan *Asam urat* !
@ Lemak yang terikat oleh glycation akan menyebabkan plak.
Dan plak ini akan menyumbat aliran darah dari jantung ke titik-titik lain.
@ Tersumbat dekat jantung, akan menyebabkan serangan jantung koroner.
@ Tersumbat ke arah otak akan membuat aliran darah ke otak pecah.
Kalau pecah yang kanan anda *stroke*.
Kalau yang kiri anda *lumpuh*.
Kalau yang tengah, anda *Mati*.!.
Itu fakta medis dari orang-orang yang stroke!
@ Kolesterol juga terikat oleh glycation.
Kolesterol yang terikat inilah yang menyebabkan orang sakit kolesterol.
Jadi masalahnya bukan kolesterolnya.., tapi *yang mengikat kolesterol.*
@ Selama kolesterol anda liquid alias cair dan tetap beredar di darah, maka tidak masalah...
Itu kenapa saat kolesterol saya HI alias di atas 350 saya baik-baik saja.
Penyebabnya adalah : kolesterol saya tidak diikat oleh karamel gula!
@ Begitu juga dengan asam urat.
Dia enggak salah...!
Asam urat dibutuhkan tubuh.
Semakin tunggi asam urat maka tinggi juga antioxsidannya.
Anda enggak gampang tepar kalau kena radikal bebas.
@ Tapi mengapa ada orang sakit asam urat?
Saya yakin anda sudah bisa jawab!
Yes...., Karena asam uratnya terikat karamel gula!
*@ Walau asam urat anda tinggi, selama dia tidak terikat, maka anda sehat.*
Saya adalah saksi hidup.
Asam urat saya *14,2* dan saya *sehat walafiat*.
Sampai petugas lab bengong enggak percaya.
@ Mas...., orang asam uratnya 7 aja udah sakit semua.
10 udah ga bisa jalan..!
Tapi mas, ndika asam urat 14,2 kok bugar banget..!.
@ Jawab saya dalam hati :
"karena asam urat saya lancar dalam darah dan enggak terikat karamel gula..!
@ Nah, silahkan tanya kepada orang yang punya asam urat.
Apakah dia konsumsinya *_high carbohidrat_*..?
Jawabannya pasti : *iyaa..!*
@ Nah..., asam urat yang terikat karamel gula akan mengeras di sendi-sendi.
Asam uratnya mengkristal.
Kristal asam urat ini disebut *purin*.!
@ Jadi yang salah adalah yang *mengikat* asam urat dan kolesterol.
Bukan asam urat dan kolesterolnya.!
@ Ada saksi hidup dan sudah dibuktikan sendiri...!
@ Intinya..,
*kurangi/hindari makanan yg tinggi karbohidrat/gula nya*...!
Teruskanlah pesan ini kepada orang lain; Keluarga, Saudara dan Sahabat/teman2
*_KOLESTEROL & ASAM URAT_*
Kolesterol telah resmi dihapus sebagai nutrisi buruk oleh Amerika Serikat.
Pertimbangkan lagi untuk memberikan saran kpd pasien
"Jangan banyak makan makanan berlemak, kolesterol.!
Perbanyak sayur dan buah serta air putih"...
Lemak dan kolesterol makanan tidak berkolerasi terhadap kadar kolesterol dalam darah...
Yang harus diwaspadai adalah *KARBOHIDRAT/GULA*..
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/kolesterol-resmi-dihapus-dari-daftar-nutrisi-buruk
@ Mengapa ada orang yang sakit kolesterol?
Dan mengapa penyakit itu akan kambuh saat makan makanan yang mengandung banyak kolesterol?
@ Jawaban saya singkat :
Karena dia makan kolesterol bersama bersama dengan karbohidrat!
@ Silahkan tanya ke mereka...
Makan kambingnya pakai nasi enggak ?
Makan satenya pakai es teh manis apa enggak?
@ Jawabannya pasti :
iyaa.. pakai nasi dan minum yang manis!
@ Jadi bukan salah kolesterol...
Kolesterol baik-baik saja.
Yang salah adalah karbohidrat alias gula.!
@ Begini penjelasannya..,
Karbohidrat dan semua turunannya adalah gula.
Tahu sifat gula, khan?
@ Kalau enggak tahu sifatnya..,
silahkan ambil gula pasir..,
Lalu panaskan....
@ Apakah gula akan meleleh.?
Atau menjadi karamel?
Jawabannya adalah menjadi karamel!
@ Gula yang mengkaramel inilah biang masalahnya.
Karamel gula atau disebut Glycation ini mengikat macam-macam komponen dalam tubuh.
@ Apa saja yang diikat oleh karamel gula.?
Salah tiganya :
*Lemak*,
*Kolesterol*, dan *Asam urat* !
@ Lemak yang terikat oleh glycation akan menyebabkan plak.
Dan plak ini akan menyumbat aliran darah dari jantung ke titik-titik lain.
@ Tersumbat dekat jantung, akan menyebabkan serangan jantung koroner.
@ Tersumbat ke arah otak akan membuat aliran darah ke otak pecah.
Kalau pecah yang kanan anda *stroke*.
Kalau yang kiri anda *lumpuh*.
Kalau yang tengah, anda *Mati*.!.
Itu fakta medis dari orang-orang yang stroke!
@ Kolesterol juga terikat oleh glycation.
Kolesterol yang terikat inilah yang menyebabkan orang sakit kolesterol.
Jadi masalahnya bukan kolesterolnya.., tapi *yang mengikat kolesterol.*
@ Selama kolesterol anda liquid alias cair dan tetap beredar di darah, maka tidak masalah...
Itu kenapa saat kolesterol saya HI alias di atas 350 saya baik-baik saja.
Penyebabnya adalah : kolesterol saya tidak diikat oleh karamel gula!
@ Begitu juga dengan asam urat.
Dia enggak salah...!
Asam urat dibutuhkan tubuh.
Semakin tunggi asam urat maka tinggi juga antioxsidannya.
Anda enggak gampang tepar kalau kena radikal bebas.
@ Tapi mengapa ada orang sakit asam urat?
Saya yakin anda sudah bisa jawab!
Yes...., Karena asam uratnya terikat karamel gula!
*@ Walau asam urat anda tinggi, selama dia tidak terikat, maka anda sehat.*
Saya adalah saksi hidup.
Asam urat saya *14,2* dan saya *sehat walafiat*.
Sampai petugas lab bengong enggak percaya.
@ Mas...., orang asam uratnya 7 aja udah sakit semua.
10 udah ga bisa jalan..!
Tapi mas, ndika asam urat 14,2 kok bugar banget..!.
@ Jawab saya dalam hati :
"karena asam urat saya lancar dalam darah dan enggak terikat karamel gula..!
@ Nah, silahkan tanya kepada orang yang punya asam urat.
Apakah dia konsumsinya *_high carbohidrat_*..?
Jawabannya pasti : *iyaa..!*
@ Nah..., asam urat yang terikat karamel gula akan mengeras di sendi-sendi.
Asam uratnya mengkristal.
Kristal asam urat ini disebut *purin*.!
@ Jadi yang salah adalah yang *mengikat* asam urat dan kolesterol.
Bukan asam urat dan kolesterolnya.!
@ Ada saksi hidup dan sudah dibuktikan sendiri...!
@ Intinya..,
*kurangi/hindari makanan yg tinggi karbohidrat/gula nya*...!
Teruskanlah pesan ini kepada orang lain; Keluarga, Saudara dan Sahabat/teman2
Daun Pepaya untuk DBD
*Obat DBD telah ditemukan*
Dari Prof. A.A. Mattjik mantan rektor IPB terkait pengobatan Demam Berdarah, krn skrg DBD sdg menggejala mungkin bisa sbg obat alternatif:
KABAR TERKINI, ...
"Obat Demam Berdarah"
Berdasarkanm pengalaman dari seorang anak laki-laki yang telah sembuh dari penyakit demam berdarah.
Setelah sebelumnya mengalami masa kritis di ICU ketika trombositnya mencapai angka 15 dan menghabiskan 15 liter tranfusi darah.
Ayah dari anak tersebut mendapatkan rekomendasi dari temannya tentang Juice Daun Pepaya Mentah.
Setelah minum juice tersebut, trombosit temannya yang semula 45 dengan 25 liter tranfusi darah naik dengan cepat menjadi 135.
Hal ini membuat dokter dan perawat terkejut.
Bahkan keesokan harinya, temannya itu sudah tidak diberikan tranfusi lagi.
Cara membuat Juice tersebut:
2 helai daun pepaya dibersihkan, ditumbuk dan diperas dengan saringan kain.
Akan didapatkan 1 sendok makan per helai daun.
Takarannya 2 sendok makan 1 kali sehari.
Daun jangan dimasak, direbus atau dicuci dengan air panas karena khasiatnya akan hilang.
Ingat:
hanya daunnya saja, bukan batangnya atau getahnya apalagi tanahnya
Rasanya memang pahit sekali, tetapi tetap harus diminum.
Pengalaman lain tentang juice daun pepaya mentah ini didapat oleh seseorang dengan kondisi yang sangat parah.
Orang ini keadaannya sangat kritis, di mana paru-parunya telah mulai diisi air
Karena angka trombositnya yang sangat rendah.
Sampai-sampai dia kesulitan untuk bernafas.
Dokter hanya bisa berkata bahwa kekebalan tubuhnya yang akan bisa membuat dia bertahan.
Untungnya, ibu mertua dari pasien tersebut mendengar tentang juice daun pepaya mentah tersebut.
Setelah diberikan kepada pasien, keesokan hari, trombositnya mulai naik dan demamnya mulai hilang.
Juice itu terus diberikan dan 3 hari berikutnya dia dinyatakan sembuh.
Mohon dikirim ke grup informasi ini karena belakangan ini banyak sekali kasus penyakit demam berdarah. Smoga bermanfaat 🙏
Dari Prof. A.A. Mattjik mantan rektor IPB terkait pengobatan Demam Berdarah, krn skrg DBD sdg menggejala mungkin bisa sbg obat alternatif:
KABAR TERKINI, ...
"Obat Demam Berdarah"
Berdasarkanm pengalaman dari seorang anak laki-laki yang telah sembuh dari penyakit demam berdarah.
Setelah sebelumnya mengalami masa kritis di ICU ketika trombositnya mencapai angka 15 dan menghabiskan 15 liter tranfusi darah.
Ayah dari anak tersebut mendapatkan rekomendasi dari temannya tentang Juice Daun Pepaya Mentah.
Setelah minum juice tersebut, trombosit temannya yang semula 45 dengan 25 liter tranfusi darah naik dengan cepat menjadi 135.
Hal ini membuat dokter dan perawat terkejut.
Bahkan keesokan harinya, temannya itu sudah tidak diberikan tranfusi lagi.
Cara membuat Juice tersebut:
2 helai daun pepaya dibersihkan, ditumbuk dan diperas dengan saringan kain.
Akan didapatkan 1 sendok makan per helai daun.
Takarannya 2 sendok makan 1 kali sehari.
Daun jangan dimasak, direbus atau dicuci dengan air panas karena khasiatnya akan hilang.
Ingat:
hanya daunnya saja, bukan batangnya atau getahnya apalagi tanahnya
Rasanya memang pahit sekali, tetapi tetap harus diminum.
Pengalaman lain tentang juice daun pepaya mentah ini didapat oleh seseorang dengan kondisi yang sangat parah.
Orang ini keadaannya sangat kritis, di mana paru-parunya telah mulai diisi air
Karena angka trombositnya yang sangat rendah.
Sampai-sampai dia kesulitan untuk bernafas.
Dokter hanya bisa berkata bahwa kekebalan tubuhnya yang akan bisa membuat dia bertahan.
Untungnya, ibu mertua dari pasien tersebut mendengar tentang juice daun pepaya mentah tersebut.
Setelah diberikan kepada pasien, keesokan hari, trombositnya mulai naik dan demamnya mulai hilang.
Juice itu terus diberikan dan 3 hari berikutnya dia dinyatakan sembuh.
Mohon dikirim ke grup informasi ini karena belakangan ini banyak sekali kasus penyakit demam berdarah. Smoga bermanfaat 🙏
Kayu MANIS vs KENCING MANIS
Ini kesaksian seorang teman yang baik, Gratis. Jadi tidak perlu berterima kasih pada Klinik. Begini kesaksiannya :
"Saya keturunan dari orang tua penderita diabetes.
Sudah lama mengkonsumsi "Rebusan/Godokan Kayu Manis"
Awalnya saya minum seperlunya, karena tujuannya untuk kesembuhan batuk saya.
Suatu saat saya baca brosur " Sirup Kayu Manis" di sebuah apotek, salah satu faedahnya untuk menurunkan kadar gula dalam darah dan meningkatkan stamina pria.
Karena saya pernah minum rebusan kayu manis sebelumnya, maka saya minum lagi lebih sering.
Dan hasilnya sangat memuaskan. Tes gula terakhir (tanpa puasa), hasilnya 93 !
Saya pernah sarankan ke kawan saya yang sedang naik (400) dibulan puasa ini, beliau minum saat sahur dan saat buka, dalam tempo 3 hari turun ke 155 !!
Sekarang keluarga dan teman-teman yang keturunan sakit gula sudah mengkonsumsi itu.
Hasilnya mereka merasakan lebih segar dan merasa lebih bertenaga.
Kalau mau coba, ini caranya :
*1. Sediakan 3-4 batang kayu manis kering (perbatang sebesar telunjuk).*
*2. Air putih biasa 1 liter (dapat dijadikan 2,5 gelas)*
*3. Kayu Manis direbus dengan air biasa sampai mendidih dan mengeluarkan warna merah, kecilkan apinya, rebus lagi agak lama agar lebih merah airnya.*
*4. Angkat dan tuangkan dalam gelas minum hangat-hangat. Tidak perlu tambahan apa-apa.*
*5. Rebusan dapat diulang dan ditambahkan air dengan menambahkan kayu manis 1 batang saja.*
Bau awal rebusannya agak kuat tapi wangi, rasanya seperti teh tawar.
*Konsumsi 2 X sehari* (bangun tidur dan mau tidur) untuk penderita yang agak tinggi.
Bila sudah turun, untuk tetap mempertahankan / stabilisasi, cukup 1 gelas saat mau tidur (malam).
Mudah-mudahan ber *MANFAAT* bagi yang menderita *DIABETES*({}
Mhn dishare, barang kali ada yang sedang memerlukan nya.
"Saya keturunan dari orang tua penderita diabetes.
Sudah lama mengkonsumsi "Rebusan/Godokan Kayu Manis"
Awalnya saya minum seperlunya, karena tujuannya untuk kesembuhan batuk saya.
Suatu saat saya baca brosur " Sirup Kayu Manis" di sebuah apotek, salah satu faedahnya untuk menurunkan kadar gula dalam darah dan meningkatkan stamina pria.
Karena saya pernah minum rebusan kayu manis sebelumnya, maka saya minum lagi lebih sering.
Dan hasilnya sangat memuaskan. Tes gula terakhir (tanpa puasa), hasilnya 93 !
Saya pernah sarankan ke kawan saya yang sedang naik (400) dibulan puasa ini, beliau minum saat sahur dan saat buka, dalam tempo 3 hari turun ke 155 !!
Sekarang keluarga dan teman-teman yang keturunan sakit gula sudah mengkonsumsi itu.
Hasilnya mereka merasakan lebih segar dan merasa lebih bertenaga.
Kalau mau coba, ini caranya :
*1. Sediakan 3-4 batang kayu manis kering (perbatang sebesar telunjuk).*
*2. Air putih biasa 1 liter (dapat dijadikan 2,5 gelas)*
*3. Kayu Manis direbus dengan air biasa sampai mendidih dan mengeluarkan warna merah, kecilkan apinya, rebus lagi agak lama agar lebih merah airnya.*
*4. Angkat dan tuangkan dalam gelas minum hangat-hangat. Tidak perlu tambahan apa-apa.*
*5. Rebusan dapat diulang dan ditambahkan air dengan menambahkan kayu manis 1 batang saja.*
Bau awal rebusannya agak kuat tapi wangi, rasanya seperti teh tawar.
*Konsumsi 2 X sehari* (bangun tidur dan mau tidur) untuk penderita yang agak tinggi.
Bila sudah turun, untuk tetap mempertahankan / stabilisasi, cukup 1 gelas saat mau tidur (malam).
Mudah-mudahan ber *MANFAAT* bagi yang menderita *DIABETES*({}
Mhn dishare, barang kali ada yang sedang memerlukan nya.
Sabtu, 04 Maret 2017
3 LANGKAH MENUJU SESUATU YANG HEBAT: MENANAM, MEMUPUK, MEMANEN
_Assalamu’alaykum Wr. Wb._
Sahabatku,
Ketika Anda ingin mendapatkan sesuatu yang hebat dalam kehidupan Anda, maka ada *3 langkah yang musti Anda kerjakan:*
🏃*_Pertama_ Anda harus mampu menanam*. Menanam adalah sunnatulloh. Ketika Anda ingin mengharapkan sesuatu yang mampu Anda panen. Ketika Anda ingin menanam, pastikan harus *menanam di tempat yang subur, di tempat yang baik, di tempat yang sesuai dengan kebutuhan tanaman yang Anda tanam*.
🏃*_Kedua_, Anda harus bersedia untuk *memupuk, menjaganya, dan mengambil benalu-benalu atau pun parasit-parasit/tanaman-tanaman lain/rumput yang mengganggu* tanaman Anda.
🏃*_Ketiga*_ Baru Anda siap untuk *memanen dan serta mengolahnya menjadi sesuatu yang Anda inginkan.*
_Saya akan jelaskan satu per satu_
*1. Menanam*, artinya Anda harus *berani berinvestasi.* Investasi atas _waktu_ Anda, investasi atas _tenaga_ Anda, investasi atas _biaya-biaya_ yang harus Anda keluarkan untuk kehidupan Anda di jangka panjang, namun bukan sekedar membuang tenaga atau menghabiskan waktu atau menghabiskan biaya.
Anda harus *memilih dari sekian banyak pilihan keilmuan dan itu yang akan Anda tekuni.* Pilihlah tempat yang tepat, orang yang tepat, situasi yang tepat, bukan hanya sekedar ikut-ikutan.
*2. Memupuk*, artinya mengambil parasit-parasit atau benalu-benalu atau pun, artinya adalah *perbanyak latihan-latihan. Anda harus mampu mengambil yang dibutuhkan dan membuang yang tidak dibutuhkan.* Anda harus mampu mengambil nilai-nilai baik, nilai-nilai manfaat, namun juga harus berani untuk membuang nilai-nilai ketidakmanfaatan, sehingga yang tertinggal adalah merupakan tanaman yang benar-benar Anda inginkan. Tidak perlu tergiur dengan rumput-rumput yang mungkin lebih hijau, padahal rumput ini tidak akan menghasilkan apa pun.
*3. Memanen* adalah *mengamalkannya.* Hasil yang Anda terima, mampu *dirasakan kemaslahatannya untuk banyak orang*. Jadi kalau oleh Anda sendiri, itu tidak memanen. Lihatlah petani di kampung tidak akan memakan padi yang dia panen sendiri, namun dia akan memberikan nilai kemanfaatan yang besar, menyebar ke seluruh penjuru tanpa dia mempedulikan padi yang pernah dia tanam ini berjalan ke mana. Namun ketika padi ini dimanfaatkan oleh orang lain, maka dia sudah cukup bahagia berarti hasil kerja kerasnya dirasakan dan dinikmati oleh banyak orang.
Ingat! Hasil panen ini kadang-kadang lebih enak manakala digabungkan dengan hasil panen-panen yang lain. Artinya adalah *berkolaborasi, berinteraksi sebagai tim dengan penanam-penanam yang lain dan jadilah sesuatu panggung yang indah.* Jangan hanya makan padi saja, namun bisa saja lebih enak karena adanya lauk, kerupuk, adanya sayur dan lain sebagainya.
Semoga bermanfaat. Dari Tanah Suci. Mudah-mudahan Allah memberkahi Anda.
_Wassalamu’alaykum Wr. Wb._
(Aris Ahmad Jaya, 04-03-2017)
Sahabatku,
Ketika Anda ingin mendapatkan sesuatu yang hebat dalam kehidupan Anda, maka ada *3 langkah yang musti Anda kerjakan:*
🏃*_Pertama_ Anda harus mampu menanam*. Menanam adalah sunnatulloh. Ketika Anda ingin mengharapkan sesuatu yang mampu Anda panen. Ketika Anda ingin menanam, pastikan harus *menanam di tempat yang subur, di tempat yang baik, di tempat yang sesuai dengan kebutuhan tanaman yang Anda tanam*.
🏃*_Kedua_, Anda harus bersedia untuk *memupuk, menjaganya, dan mengambil benalu-benalu atau pun parasit-parasit/tanaman-tanaman lain/rumput yang mengganggu* tanaman Anda.
🏃*_Ketiga*_ Baru Anda siap untuk *memanen dan serta mengolahnya menjadi sesuatu yang Anda inginkan.*
_Saya akan jelaskan satu per satu_
*1. Menanam*, artinya Anda harus *berani berinvestasi.* Investasi atas _waktu_ Anda, investasi atas _tenaga_ Anda, investasi atas _biaya-biaya_ yang harus Anda keluarkan untuk kehidupan Anda di jangka panjang, namun bukan sekedar membuang tenaga atau menghabiskan waktu atau menghabiskan biaya.
Anda harus *memilih dari sekian banyak pilihan keilmuan dan itu yang akan Anda tekuni.* Pilihlah tempat yang tepat, orang yang tepat, situasi yang tepat, bukan hanya sekedar ikut-ikutan.
*2. Memupuk*, artinya mengambil parasit-parasit atau benalu-benalu atau pun, artinya adalah *perbanyak latihan-latihan. Anda harus mampu mengambil yang dibutuhkan dan membuang yang tidak dibutuhkan.* Anda harus mampu mengambil nilai-nilai baik, nilai-nilai manfaat, namun juga harus berani untuk membuang nilai-nilai ketidakmanfaatan, sehingga yang tertinggal adalah merupakan tanaman yang benar-benar Anda inginkan. Tidak perlu tergiur dengan rumput-rumput yang mungkin lebih hijau, padahal rumput ini tidak akan menghasilkan apa pun.
*3. Memanen* adalah *mengamalkannya.* Hasil yang Anda terima, mampu *dirasakan kemaslahatannya untuk banyak orang*. Jadi kalau oleh Anda sendiri, itu tidak memanen. Lihatlah petani di kampung tidak akan memakan padi yang dia panen sendiri, namun dia akan memberikan nilai kemanfaatan yang besar, menyebar ke seluruh penjuru tanpa dia mempedulikan padi yang pernah dia tanam ini berjalan ke mana. Namun ketika padi ini dimanfaatkan oleh orang lain, maka dia sudah cukup bahagia berarti hasil kerja kerasnya dirasakan dan dinikmati oleh banyak orang.
Ingat! Hasil panen ini kadang-kadang lebih enak manakala digabungkan dengan hasil panen-panen yang lain. Artinya adalah *berkolaborasi, berinteraksi sebagai tim dengan penanam-penanam yang lain dan jadilah sesuatu panggung yang indah.* Jangan hanya makan padi saja, namun bisa saja lebih enak karena adanya lauk, kerupuk, adanya sayur dan lain sebagainya.
Semoga bermanfaat. Dari Tanah Suci. Mudah-mudahan Allah memberkahi Anda.
_Wassalamu’alaykum Wr. Wb._
(Aris Ahmad Jaya, 04-03-2017)
Sabtu, 11 Februari 2017
Jaga Matamu
قال ابن القيم رحمه الله :
جعل الله سبحانه العين مرآة القلب
فإذا غض العبد بصره غض القلب شهوته وإرادته
وإذا أطلق بصره أطلق القلب شهوته
📚 روضة المحبين ونزهة المشتاقين
Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah Rohimahulloh berkata:
🌺"Alloh subhanahu wa ta'ala menjadikan mata sebagai cerminan dari hati.Maka apabila seorang hamba menahan (menundukkan) pandangannya, niscaya akan tunduk pula syahwat dan keinginan hatinya.Sedangkan apabila ia meliarkan pandangannya, niscaya akan liar pula syahwatnya"🌺
📚 (Roudhotul muhibbin wa Nuzhatul mustaqin)
🌼 Mutiara Islam 🌼
Pin : D63A4176
Telegram : https://telegram.me/mutiaraislam16 atau @mutiaraislam16
WA : 085691711455/082221869269
Instagram : @mutiaraislam16
PENUTUP JIWA DAN MATA
Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman :
وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا.(..١) الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا(١.١)
🍃 "Dan Kami nampakkan Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari dzikri, juga tidak sanggup mendengar." 🍃
📗 (QS. Al-Kahfi [18]:100-101)
▶ Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahulloh menjelaskan tentang mata orang kafir 🔥 yang tertutup dari dzikri:
“Hal ini mengandung dua arti:
🌸 Arti pertama,mata-mata mereka dalam keadaan tertutup dari kandungan mengingat ayat-ayat Alloh,bukti-bukti keesaan-Nya dan keajaiban kekuasaan-Nya.
🌸 Arti kedua,mata hati-mata hati mereka dalam keadaan tertutup dari memahami al-Qur`an, mentadabburinya, dan mendapatkan hidayah darinya.Awalnya menutupi hati mereka,kemudian menjalar hingga ke mata kepala mereka”.
📗 (Syifaul `Alil: 93)
══════ ❁✿❁ ══════
🌼 Mutiara Islam 🌼
Pin : D63A4176
Telegram : https://telegram.me/mutiaraislam16
Instagram : @mutiaraislam16
وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا.(..١) الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا(١.١)
🍃 "Dan Kami nampakkan Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari dzikri, juga tidak sanggup mendengar." 🍃
📗 (QS. Al-Kahfi [18]:100-101)
▶ Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahulloh menjelaskan tentang mata orang kafir 🔥 yang tertutup dari dzikri:
“Hal ini mengandung dua arti:
🌸 Arti pertama,mata-mata mereka dalam keadaan tertutup dari kandungan mengingat ayat-ayat Alloh,bukti-bukti keesaan-Nya dan keajaiban kekuasaan-Nya.
🌸 Arti kedua,mata hati-mata hati mereka dalam keadaan tertutup dari memahami al-Qur`an, mentadabburinya, dan mendapatkan hidayah darinya.Awalnya menutupi hati mereka,kemudian menjalar hingga ke mata kepala mereka”.
📗 (Syifaul `Alil: 93)
══════ ❁✿❁ ══════
🌼 Mutiara Islam 🌼
Pin : D63A4176
Telegram : https://telegram.me/mutiaraislam16
Instagram : @mutiaraislam16
Langganan:
Postingan (Atom)