Sabtu, 17 November 2018
PUPUK GANDASIL UNTUK ANGGREK
Pupuk Gandasil D (warna hijau) dan pupuk Gandasil B (warna merah).
Untuk aplikasi pupuk Gandasil D dengan kemasan hijau diperuntukkan untuk anggrek pada masa pertumbuhan / vegetatif, yaitu anggrek sampai usia remaja dewasa, atau bisa juga di aplikasi kan untuk anggrek dewasa pasca berbunga. Kenapa anggrek pasca bunga tidak diberikan pupuk untuk bunga? Karena anggrek pasca berbunga membutuhkan recovery stamina dan nutrisi untuk kembali berbunga.
Sedangkan aplikasi pupuk Gandasil B dengan kemasan warna merah diperuntukkan untuk anggrek pada masa generatif atau untuk anggrek dewasa siap bunga.
Untuk takaran / dosis pupuk Gandasil D maupun Gandasil B yang digunakan, gunakan alat ukur sendok makan yang cekung bukan yang nyaris rata (bukan sendok teh), ini dikarenakan tidak setiap rumah mempunyai alat ukur dan alat timbang yang presisi. Diasumsikan satu sendok makan rata berada pada 5- 6 gram.
Biasanya digunakan 3 sendok makan rata NPK ditambah satu sendok makan sabun cair, dan vitamin B1 merk IPI sebanyak 3 butir untuk 9 liter. Masih toleran sampai 12 butir untuk 9 liter air. vitamin B 1 merk IPI bisa dibeli di apotik terdekat. Penggunaan sabun cair dimaksudkan untuk menambah daya rekat pupuk menempel pada tanaman anggrek. Untuk satu liter air kurang lebih 2 gram pupuk. Diaduk rata sampai yakin tidak ada butiran pupuk yang mengendap. Pengadukan yang tidak merata, selain fungsi pupuk tidak efektif, bisa juga menyebabkan endapan tersebut menempel pada batang, akar, daun, dan akan menyebabkan anggrek menguning.
Pemberian pupuk NPK kemasan tadi sekaligus dengan pestisida alias fungisida/insektisida (jangan ditiru), dengan dosis yang sama. Durasi pemupukan dilakukan satu minggu satu kali.
Saat musim hujan pemberian fungisida dan pestisida (digunakan merk Dithane dan Antracol secara bergantian), Vitamin B1 tanpa NPK ditingkatkan menjadi 2 kali dalam seminggu, Musim penghujan biasanya kondisi anggrek lebih rentan terkena fungi dan biasanya serangga makin sering mendatangi tanaman anggrek (siput, belalang, laba-laba merah, kumbang, dan lain-lainnya). Pada musim hujan ini tidak digunakan NPK karena hujan bisa membentuk peningkatan unsur makro dan mikro melalui proses kelembaban dalam media tanam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar